Maulid Nabi di Surau Ketek Toboh Mesjid dan Mesjid Al Musyafir Cilodong Meriah, Ustadz Derry : Maulid Sunnah Nabi

  • Bagikan

Toboh Gadang, Padang Pariaman, HARIANINDONESIA.ID – Musim peringatan Maulid Nabi di kabupaten Padang Pariaman selalu mencuri perhatian dari perantau.

Apa sebab, karena peringatan Maulid Nabi di kawasan Padang Pariaman menampilkan citarasa yang berbeda.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Padang Pariaman selain diisi dengan cara Badikie, berdikir, berzikir, juga disuguhi dengan menu tradisional baik pada saat malam atau pun siang hari.

Seperti yang berlangsung di Surau Toboh Ketek, Toboh Mesjid, Toboh Gadang kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Padang Pariaman peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW berlangsung Rabu hingga Kamis (22-24 November 2023).

Pada Rabu malam, peringatan Maulid di gelar dengan cara Badikie. Ada pun materi yang terdapat di dalam Dikie itu adalah kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW sejak dari masa lahir, kecil dan kemudian diangkat menjadi Rasul Allah.

Kisah Nabi itu yang disampaikan dalam bentuk Badikie, atau lisan yang berdendang dengan mengutip sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW. Acara Badikie ini berlangsung sejak habis Sholat Isya dan berakhir sebelum Sholat Subuh.

Lazimnya pada acara malam peringatan Maulid Nabi ini, para ibu ibu atau Amak Amak di kampung membawa menu kue tradisonal dengan segala bentuk. Dan sudah dapat dipastikan, kue itu enak enak semua. Kue inilah yang menjadi teman para Padikie, selama Badikie sejak setelah Isha dan menjelang Subuh.

Selanjutnya, setelah para Tuanku selesai istirahat tidur, maka Badikie dilanjutkan lagi pada setelah Sholat Ashar. Setelah itu dilanjutkan dengan acara Badoncek dan ditutup dengan Makan Bajamba.

Makan Bajamba, adalah tradisi makan bersama dengan menu makanan tradisional yang terdiri dari banyak menu dan dibawa ke tempat Maulid dengan piring disusun secara bertingkat. Kabarnya, semakin tinggi Jamba yang dibawa melambangkan tingkat kesejahteraan pemilik Jamba tersebut.

SIMAK JUGA :  Pekerjaan Taman Nansarunai telah Capai 67 Persen

Walikorong Toboh Mesjid Muhammad Nazir dalam penjelasannya kepada wartawan mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi saat ini sangat meriah, karena banyak mendapat kue dan Jamba dari warga.

Selain itu partisipasi berupa donasi dari para Perantau yang tergabung dalam organisasi Ikatan Keluarga Toboh Gadang dan Sekitarnya juga relatif besar.

“Bahkan banyak juga perantau kami yang pulang kampung saat peringatan Maulid Nabi itu. Atas nama Wali Korong saya mengucapkan terimakasih,” katanya.

Sementara itu, Humas Ikatan Keluarga Toboh Gadang dan Sekitarnya di Jakarta, Alizar Lizaro mengakui bahwa partisipasi para perantau untuk peringatan Maulid Nabi tahun ini relatif tinggi.

Tradisi Sunnah

Sementara itu Ustadz Kondang Derry Sulaiman menyebutkan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW seperti dilakukan Persatuan Suku Guci Piaman Laweh (PSGPL) Depok pimpinan Syawaluddin Guci di Mesjid Al-Musyafir Cilodong Depok, Minggu (26/11/2023) adalah tradisi sunnah Nabi Muhammad SAW.

“Maulid Nabi dengan cara seperti dilakukan PSGPL Depok ini adalah Sunnah Nabi. Maulid yang diakhiri dengan cara Makan Bajamba ini adalah Sunnah Nabi,” papar Ustadz Derry mantan Vokalis Band Rock Sumbar.

Menurut dia, tradisi Maulid seperti ini sudah berlangsung lama jauh sebelum adanya pemerintahan Republik Indonesia, dan sudah ada sejak zaman masa kekalifahan.

“Sampai saat ini tradisi Malamang sebutan lain dari Maulid Nabi Muhammad masih bertahan di bumi Padang Pariaman khususnya dan kemudian merebak sampai ke rantau,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi di Mesjid Al Musyafir juga dihadiri mantan Walilota Pariaman Genius Umar dan Pembina PSGPL Hermansyah KR. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *