Kembali Beraktivitas, Siapa Dalang Dibalik Masifnya Pertambangan Pasir Ilegal Lereng Gunung Merapi Kecamatan Srumbung ?

  • Bagikan

Kegiatan Tambang pasir ilegal dengan menggunakan alat berat di kawasan hutan lokasi talang, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Minggu ( 3/2/2024).

Harianindonesia.id – Magelang, Keanehan terjadi pada kegiatan tambang pasir yang tidak menggunakan ijin atau ilegal di lereng gunung Merapi wilayah tiga desa di wilayah Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

Ramainya pemberitaan maraknya aktivitas pertambangan pasir ilegal yang semakin menjadi – jadi dan membabi – buta, Mengeruk pasir dan batu dengan menggunakan puluhan alat berat di kawasan hutan lindung, Tanggul desa dan aliran sungai.

Padahal kegiatan ilegal secara terang – terangan melawan hukum itu, Sudah pernah beberapa kali di berikan himbauan, Teguran keras, Penangkapan oleh Aparat Penegak Hukum dan beberapa kali demo masyarakat menolak adanya kegiatan tambang ilegal menggunakan alat berat, Tetapi sayang tidak berpengaruh membuat para penambang ilegal membuat takut dan jera.

Mungkinkah ada keterlibatan oknum Aparat Penegak Hukum ( APH) ?

Mungkinkah ada keterlibatan dari oknum Aparat pemerintahan  ?

Dan juga apakah ada oknum oknum sosok kuat tokoh masyarakat ? Yang mengkoordinir kegiatan penambangan pasir secara ilegal di wilayah lereng gunung Merapi wilayah kecamatan Srumbung kabupaten Magelang ini ??

Mandulnya penegakan Hukum dan tidak adanya tindakan tegas, Mungkin diduga ada saweran yang mantap, Diduga ada jatah yang nilai rupiah yang sangat fantastis dari setiap rit pasir atau di duga ada jatah rupiah dalam setiap alat berat sehingga Aparat Penegak Hukum, Oknum Aparatur Pengawas internal Pemerintahan, Oknum Aparatur Pemerintah dan Tokoh masyarakat tidak menggangu aktivitas pengerukan pasir secara ilegal.

Aktifitas pengerukan pasir di sungai bebeng menggunakan tiga alat berat tanpa ada dokumen ijin resmi dari pemerintah.

Jelas aktivitas pertambangan pasir secara ilegal di lereng Merapi kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah terus berjalan dan semakin marak di duga adanya bekingan yang luar biasa hebatnya.

SIMAK JUGA :  Penunjukan Aziz Ditolak, Siapa Pilihan Golkar?

Saat Tim media mencoba meminta keterangan kepada masyarakat penambang pasir ilegal, ” Mas kalau boleh ijin bertanya siapa pengurus panitia tambang pasir Ilegalan sekarang ??”

Penambang pasir ilegal pun menjawab, ” Maaf bang kami tidak bisa menjawab pertanyaan Abang”. Soalnya kami dilarang untuk memberitahu siapa pengurus panitia kepada wartawan, Kami tidak berani menjawab atau memberi keterangan pertanyaan abang, Jujur bang kami berani bekerja menambang pasir secara ilegal ini karena ada yang mengurus, menjamin kami untuk menurunkan memainkan alat berat di lokasi untuk mengeruk pasir dan batu. Bila alat kami bekerja tidak akan ada penangkapan karena kalau pun ada razia kami di beritahu terlebih dahulu.

“Karena kami sudah di jamin dengan setoran yang lumayan besar buat oknum pengurus panitia, oknum lainya juga”. Setiap alat berat yang produksi kami membayar setiap hari ke panitia, setiap rit pasirpun kita bayar ke pembeckup. “Makanya kami berani menambang pasir ilegal di kawasan sungai dan menghancurkan kawasan hutan pinus yang sebagai paru – paru dunia yang kita tahu tahu tidak boleh dirusak”. Lanjutnya.

Kita sudah tahu dan paham aktivitas penambangan pasir ilegal yang ada di lereng Merapi kecamatan Srumbung kabupaten Magelang terus berjalan secara masif, Jelas ada permainan pemangku wilayah setempat dan yang kuat dan hebat. Sehingga himbauan keras dari aparat penegak hukum tidak hiaraukan dan lemahnya penegakan hukum terhadap aktivitas pengerukan pasir secara ilegal.

Terbukti pemberitaan di berbagai media sudah berulang ulang dan adanya demo berkali kali  dan laporan masyarakat untuk menolak pertambangan pasir ilegal dengan menggunakan alat berat. Semakin merusak aliran sangai, merusak tanggul sebagai kawasan penyangga pemukiman desa dan merusak ekosistem hutan sebagai paru paru dunia.

 

( Tim Red )

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *