Kecelakaan Lalu Lintas Pembunuh Nomor Tiga Di Indonesia Setelah Penyakit HIV-AIDS dan TBC

  • Bagikan

HARIANINDONESIA.ID – Dalam laporan WHO: Global Status Report on Road Safety, disebutkan bahwa setiap tahun, di seluruh dunia, lebih dari 1,25 juta korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, dan 50 juta orang luka berat. Di Indonesia, kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian ketiga terbesar setelah HIV/AIDS dan TBC. Selama empat tahun (2020-2023), terjadi peningkatan angka kecelakaan lalu lintas yang cukup signifikan. Data Korlantas Polri, tahun 2022 terjadi sekitar 137.851 kasus kecelakaan lalu lintas, dibandingkan tahun sebelumnya yang mhanya 103.645 kasus.  Pada tahun 2020 sebanyak 100.028 kasus. Adapun pada 2023 telah mencapai 155.000 kasus dan diperkirakan masih akan meningkat. Yang menjadi sorotan, dari angka tersebut, lebih dari 70 persen melibatkan kendaraan bermotor roda dua.

Situasi kian mengkhawatirkan mengingat Indonesia menduduki peringkat ketiga negara dengan pengguna sepeda motor terbanyak di dunia, dengan persentase mencapai 85 persen. Korlantas Polri mencatat populasi kendaraan roda dua di Indonesia hingga November 2023, mencapai lebih dari 132 juta unit, atau setara dengan 83,51 persen dari total kepemilikan kendaraan pribadi. Sementara dari segi penyebab, berdasarkan data kepolisian, 61 persen kecelakaan ternyata dipicu oleh faktor manusia, yang berkaitan dengan kemampuan serta karakter pengemudi. Baru disusul penyebab-penyebab lainnya; 9 persen faktor kendaraan – berhubungan dengan pemenuhan persyaratan teknis laik jalan; dan, 30 persen faktor prasarana dan lingkungan. Mengantisipasi agar potensi kecelakaan yang melibatkan sepeda motor tak semakin meningkat pada Minggu (3/12) di Grand Mall, Cakung, Jakarta Timur, diselenggarakan “International Training Safety Riding”, dengan narasumber dari ASEAN NCAP, KyFU, dan KNKT, berupa edukasi dan pelatihan peningkatan keselamatan pengendara sepeda motor.

ASEAN NCAP merupakan lembaga independen penyelenggara uji tabrak yang tergabung dalam Motorcycle ABS Partnership, dan KyFU merupakan konsultan keselamatan jalan yang aktif mensosialisasikan urgennya keselamatan berlalu lintas, serta KNKT lembaga investigasi kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Mengangkat tema “Safety Start from You,” kegiatan ini melibatkan sekitar 100 pengendara motor yang tergabung dalam komunitas biker dan pengemudi ojek online. “Penting untuk menyadari bahwa faktor human error tidak dapat dihilangkan sepenuhnya dalam sebuah kejadian kecelakaan lalu lintas. Kesadaran ini menjadi kunci untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang efektif,” papar Technical Committee ASEAN NCAP, Adrianto Wiyono. Menurut Adrianto, keberadaan teknologi keselamatan dalam berkendara, seperti sistem pengereman anti-lock braking system atau ABS, berperan krusial dalam menanggulangi faktor kesalahan manusia. ABS mampu mencegah penguncian roda saat pengereman mendadak dan menjaga stabilitas sepeda motor sehingga meminimalisir potensi kecelakaan. ((*)

SIMAK JUGA :  Denny JA: Dampak Kemenangan Taliban Sangat Minimal Bagi Indnesia

Source ;Autoride

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *