Beranda SERBA - SERBI Mengenal Pembelajaran Online Tanpa Pulsa, Si RACHEL di SMP 6 Padang Panjang

Mengenal Pembelajaran Online Tanpa Pulsa, Si RACHEL di SMP 6 Padang Panjang

MUJI SISWANTO DAN SI RACHEL

Padang Panjang, Harianindonesia.id – Muji Siswanto,M.Pd, Kepala SMP 6 Kota Padang Panjang kini kewalahan menerima order kerjasama pemasangan perangkat belajar tanpa paket data secara daring bernama RACHEL yang dibuatnya bersama guru TIK sekolah menengah yang dipimpinnya.

“Salah satu sekolah yang berminat mengembangkan teknologi yang kami rintis adalah SMP Pesisir Selatan. Mereka meminta kami membantu memasangkan RACHEL supaya bisa pula melakukan PBM secara daring di daerah tersebut,” ujar Muji, Senin (13/7).

Perangkat bernama RACHEL yang merupakan singkatan dari Remote Area Community Hotspots for Education and Learning, adalah semacam perangkat yang bisa menjadi pengganti pulsa di handphone saat belajar secara daring.

Perangkat ini dipasang Muji di sejumlah titik di kota Padang Panjang antara lain tiga titik di kecamatan Padang Panjang Barat dan tiga titik di Padang Panjang Timur. Setiap titik perangkat ini memiliki daya jangkau kontak (radius)  dengan handphone atau laptop sejauh 150 meter.

Nah, bagi siswa yang ingin memulai belajar daringnya cukup dengan mendekatkan fasilitas handphone atau laptopnya ke radius si Rachel maka akan segera terhubung meskipun pada saat itu sedang tidak punya pulsa.

Nah, cara mengakses perangkat penghubung canggih itu, siswa cukup mengaktifkan Wifi dan memilih jaringan dengan Kode RPI. Setelah Wifi aktif, lewat Goggle browser maupun Opera, siswa lalu mengakses 10.10.10.10. Maka, pembelajaran daring lewat  RACHEL SMPN 6 sudah bisa diaktifkan, baik dengan gadget maupun laptop.

“Bahan-bahan dari guru berupa video pembelajaran,modul di input kedalam, sehingga anak anak tinggal mendekati alat tersebut. Buku elektronik sudah di dalam, anak tidak perlu ke sekolah. Buku tinggal di Unduh, video tinggal Unduh, tugas tinggal Unduh,” ujar Muji Siswanto, M.Pd.

Sekali seminggu, bahan ajar di download oleh siswa. Minggu berikutnya, siswa mengupload tugas yang diberikan guru.

Efektif bagi Siswa Berkantong Lemah

Metodologi pembelajaran daring melalui perangkat Rachel ini, menurut Muji sangat efektif dikembangkan sekolah guna membantu para orang tua dan siswa berkantong lemah. Sebab mereka tidak perlu lagi mengisi paket data internet setiap saat.

BACA JUGA :  KEK Mandeh Potensi Tingkatkan Kunjungan Pariwisata ke Sumbar

Tetapi pihak sekolah hanya diminta menginvestasikan anggaran untuk pembelian Rachel dan lalu memasangnya di kawasan tempat tinggal siswa, dengan terlebih dahulu melakukan pendataan tempat terbanyak siswanya.

Tetapi Muji tidak menyinggung berapa investasi yang harus dikeluarkan sekolah untuk memproduksi satu perangkat Rachel.

Namun, bagi Muji dengan adanya fasilitas pengganti pulsa saat belajar daring ini sudah cukup membesarkan hatinya, sebab sudah dapat membantu para orang tua mengatasi kesulitan biaya pulsa.

Kini, Muji dan para guru TIK sedang melakukan pemetaan lagi terhadap domisili siswa barunya, kelas VII, untuk pemasangan titik baru Rachel supaya para siswa baru tersebut bisa mengakses Rachel.

Menjelang itu,  Muji dan para guru akan menyosialisasikan teknologi ini kepada siswa baru kelas VII. Diharapkan, minggu depan seluruh siswa di sekolah itu sudah mulai melaksanakan pembelajaran daring tanpa kuota internet tersebut.

Teknologi belajar daring tanpa kuota ini sebenarnya sudah diperkenalkan Muji sejak tahun ajaran lalu, dan ternyata hasilnya menjadi jauh lebih siginifikan lagi, pada saat masa pandemi Covid -19 ini.

“Kami beruntung sudah lebih dahulu memperkenalkan teknologi belajar daring tanpa kuota internet ini, sehingga menjadi sangat bermanfaat pada era Pandemi Covid -19,” ujar mantan Kepala SMP 5 Padang Panjang ini.

Kini Muji hanya berharap teknologi ini bisa berjalan aman pada periode tahun kedua ini, dan dalam momen yang sangat tepat, dimana Pemko Padang Panjang masih mempertahankan masa belajar secara daring karena masih tercatat dalam zona kuning Covid -19.

Jika pun nantinya era Covid -19 berakhir, dan Pemko Padang Panjang akan mempertahankan pola belajar non tatap muka, sepertinya karya Muji dan para guru TIK SMP 6 Padang Panjang ini bisa digaranti untuk semua level pendidikan. Sebab kuncinya sangat sederhana, ada Rachel, pasangkan dan aktifkan wifi, sudah. Siswa bisa belajar sepuasnya tanpa takut kehabisan pulsa.

(Awaluddin Awe/*)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here