Mengenal Caketum Kadin Sumbar Ir H Buchari Bachter MT : Kadin Harus Mesra dengan Pemda, tidak Bisa Tidak!

  • Bagikan

IR BUCHARI BACHTER MT

JAKARTA – Nama Ir Buchari Bachter MT semakin cespleng menjelang detik detik Musprop VII Kadin Sumbar 26 September 2026. Sebab semakin dekat jadual Musprop semakin tau orang kepiawaian mantan Ketua BPD HIPMI Sumbar ini berorganisasi.

Salah satunya adalah, bagaimana sikap pribadinya mensiasati perkembangan di Musprop. Dia meyakani bahwa Musprop akan lebih memilih figur yang mampu berinteraksi dengan Pemerintah Daerah.

Alasannya, perjalanan peran dan fungsi Kadin Daerah sejak beberapa dekade terakhir cenderung mengalami penurunan, salah sebabnya adalah tidak sinkronnya antara program Kadin dengan Pemerintah setempat.

Sebagai lembaga regulasi (pembuat aturan dunia usaha) Kadin memang tidak bisa berjalan sendiri. Sebab secara logika, regulasi yang dibuat adalah berkaitan dengan pola hubungan dengan pemerintah.

“Jadi kalau Kadin bermain di domainnya sendiri tanpa ada interaksi positif dengan pemerintah setempat, maka secara otomatis program yang dibuat tidak akan berjalan,” demikian Buchari Bachter menyampaikan pikirannnya dalam satu diskusi terbatas di Jakarta.

Menurut Presdir PT Balairung Citrajaya Sumbar ini, Kadin dan Pemerintah harus bisa duduk bersama dalam melakukan kegiatan ekonomi baik yang berasal dari sumber pembiayaan pemerintah setempat maupun yang berasal dari sektor swasta nasional dan asing.

Proses interaksi itu, sebut Buchari harus sudah dimulai dari perencanaan dan actionnya. Mengapa dimulai dari proses perencanaan, karena setiap perencanaan ekonomi harus selaras juga dengan perpekstif dunia usaha, supaya keterlibatan pengusaha dalam program aksinya selaras.

Selama ini, antara Kadin dan pemerintah setempat terkesan jalan sendiri sendiri. Satu arahnya kemana dan satu lagi entah kemana pula. Akibatnya, banyak program ekonomi yang dibuat tidak mencapai target yang diinginkan.

Buchari melihat, visi Kadin dan Pemerintah Propinsi Sumbar serta Pemkab dan Pemko harus diarahkan kepada pengembangan sektor pariwisata dan ikutannya, seperti hotel dan kuliner.

SIMAK JUGA :  12 Tokoh Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik dari KISB

Alasannya, hanya sektor pariwisata yang memiliki peran besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke depan. “Meski saya akhiri sektor lain juga penting. Tapi kita mesti sepakat pariwisata menjadi leadingnya,” pungkasnya. (*)

Don MP

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *