Sawahlunto 2025 Tuan Rumah Penyelenggaraan Simposium Internasional “We Are Site Managers” UNESCO

  • Bagikan

Keterangan Foto : Tuan Chow Kon Yeow, Chief Minister of Penang saat menerima plakat logo Kota Sawahlunto dan penyerahan sal songket Silungkang dari PJ.Wako Zefnihan (Foto : Ist)

JAKARTA, harianindonesia.id – Sukses penyelenggaraan simposium internasional “We Are Site Managers” Internasional Symposium (WASM) oleh George Town World Heritage Incorporated 2024 di George Town, Penang, Malaysia, tanggal 1 hingga 5 Maret 2024 lalu, Kota Sawahlunto siap digilir menjadi tuan rumah untuk Iven yang sama pada tahun 2025. Hal itu diungkap Pj. Walikota Sawahlunto Dr Zefnihan, AP, MSi seperti dikutip dari Rahmat Gino Sea Games, Sabtu, 9 Maret 2024.

Disampaikan Gino, disepakatinya penyelenggaraan simposium di Kota Sawahlunto tahun 2025 mendatang tak luput dari lobi-lobi yang dilakukan delegasi Indonesia diantaranya Dr.Zefnihan, AP., M.Si, Yayuk Sri Budi Rahayu, S.Sos, M.Pd, Dian Trihayati, M.Hum, Rahmat Gino Sea Games, ST., MT, Dr. Jonny Wongso, ST, MT, dan Punto Wijayanto, ST, MT, sebagai utusan Kemendikbudristek RI.

Dilansir situs iccrom.org, Simposium Internasional We Are Site Managers bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi internasional terhadap manajer situs sebagai garda depan dalam penerapan Konvensi Warisan Dunia tahun 1972, dengan mengindikasikan dan mendefinisikan peran, komitmen, dan kontribusi Manajer Situs untuk Warisan Dunia UNESCO.

Melalui forum simposium ini diharapkan para peserta dapat menghubungkan para pemangku kepentingan utama sehingga mampu membangun hubungan kerjasama yang lebih kokoh diantara komunitas Warisan Dunia UNESCO.

Ada 160 peserta dari 37 negara pengelola situs (site manager) Warisan Dunia UNESCO yang hadir dalam simposium 5 hari tersebut. Disampaikan Gino, simposium menghasilkan beberapa kesepakatan, pertama ‘Deklarasi George Town’ untuk keberlanjutan dan kebersamaan dalam pengelolaan, kedua rencana aksi setelah simposium, dimana salah satu rencana aksi adalah kesepakatan untuk pelaksanaan “We Are Site Managers International Symposium” yang akan dilakukan di Indonesia, tepatnya di Kota Sawahlunto bulan Mei 2025.

SIMAK JUGA :  Kepala BPSDM Iwan Kurniawan: Pegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Wajib Kembangkan Kompetensi

Di tetapkannya Kota Sawahlunto sebagai tempat penyelenggaraan We Are Site Managers Internasional Simposium merupakan salah satu upaya komunikasi dan pendekatan yang dilakukan oleh delegasi indonesia dengan para ahli dan site manager yang telah merancang konsep ‘We Are Site Managers International Symposium’ sejak tahun 2017 di Krakow Polandia, dan tahun 2023 di Riyadh, saat pertemuan para site manager pada sidang komite warisan dunia UNESCO.

Untuk diketahui, delegasi Indonesia di forum We Are Site Managers Internasional Symposium berjumlah 12 orang berasal dari 3 daerah yakni, Kota Sawahlunto, Kota Semarang, dan Yogjakarta. Setelah kesepakatan Deklarasi dan Rencana Aksi, delegasi Indonesia mengenalkan situs warisan dunia UNESCO Sawahlunto melalui pemutaran video Ombilin Coal Mine Heritage of Sawahlunto (OCMHS) diselingi penyerahan sovenir berupa Sal Songket Silungkang, Kaos & Tas OCMHS, dan souvenir batubara.

We Are Site Managers International Symposium” yang diselenggarakan pada tanggal 1-5 Maret 2024 di George Town, Malaysia, dengan Peserta sebanyak 160 orang berasal dari 37 negara itu di dukung penuh oleh Pemerintah Negara Bagian Penang, NGO George Town World Heritage Incorporated, serta komunitas Kota Bersejarah George Town.

Simposium internasional itu dihadiri Ms.Himalchuli Gurung, Chief of Asia and Pacific Unit, World Heritage UNESCO Paris, Perancis, dan Moe Chiba, World Heritage UNESCO Jakarta Indonesia.*

Indra Yosef

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *