Beranda BERITA UTAMA Jangan Klaim Kemenangan, Kubu Prabowo Diminta Hormati KPU

Jangan Klaim Kemenangan, Kubu Prabowo Diminta Hormati KPU

Dewinta Pringgodani, SH, MH

Jakarta, Harianindonesia.id – Pengamat hukum, politik dan keamanan, Rr. Dewinta Pringgodani,SH, MH meminta kubu Capres 01 dan Capres 02 tidak saling mengklaim kemenangan.

“Pak Prabowo tak usah klaim kemenangan. Mari kita hormati proses penghitungan suara yang masih berlangsung di Komisi Pemilihan Umum (KPU). KPU itu lembaga independen. Mari kita hormati,” kata Dewinta Pringgodani kepada media ini tadi sore di Jakarta.

Pemungutan suara Pilpres 2019 usai dan hasil hitung cepat (quick count) telah keluar di sejumlah lembaga survei.

Pendukung dari kedua kubu capres, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, diminta tidak mengklaim hasil pilpres sebelum pengumuman resmi yang dikeluarkan KPU.

“Untuk menghindari potensi ketegangan semua pihak tidak melakukan klaim-klaim dan perayaan berlebihan. Semua pihak tetap menunggu proses penghitungan manual yang dilakukan KPU. Jika Jokowi hanya bersyukur atas quick count, Prabowo justru menentang. Ini suatu sikap normatif para calon dalam merespons hasil pemilihan, namun jangan sampai membakar emosi pendukung,” kata Dewi.

Jokowi-Ma’ruf Amin unggul atas Prabowo-Sandi berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei. Hasil quick count bisa dijadikan acuan untuk menyimpulkan kemenangan salah satu kontestan.

“Hitung cepat Jokowi Ma’ruf unggul atas Prabowo. QC indikator dari penghitungan secara keseluruhan suara rakyat dalam pemilu yang diambil dengan menggunakan teknik sampling dari real count perolehan suara di TPS. Oleh karena itu, QC yang dirilis berbagai lembaga survei bisa dijadikan acuan untuk menyimpulkan keunggulan pasangan 01,” katanya.

Merespons hasil yang bermunculan, sebelumnya Jokowi menegaskan tetap menunggu hasil resmi dari KPU. Sedangkan Prabowo mengklaim menang 62% berdasarkan hasil real count internal.

Dewi juga meminta masyarakat tetap tenang dalam menunggu hasil penghitungan suara pemilu oleh dan para pendukung capres tak melakukan tindakan provokatif.

“Semua pihak untuk hargai ajakan para calon presiden menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melihat perdamaian dan larang pendukung lakukan aksi provokasi yang dapat ganggu keamanan, ketertiban masyarakat dan hormati proses finalisasi yang sedang dilakukan KPU,” ucap wanita cantik kelahiran Solo Jawa Tengah ini.

Muhammad Rezky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here