DPW PKDP Jatim : Polemik di Ranah dan Rantau Piaman adalah Tanggung Jawab Bersama

  • Bagikan

Ketua DPW PKDP Jatim Novendri Yusdi saat menyampaikan pandanganya di depan Rakernas DPP PKDP Indonesia di Hotel Balairung, Sabtu (4/12). (Foto : kredit Novendri Yusdi)

JAKARTA – Berbagai permasalahan yang dihadapi Ranah dan Rantau Piaman merupakan bagian dari dinamika yang mesti dihadapi dan menjadi tanggungjawab bersama untuk mencarikan solusinya.

“Dalam penyelesaian dinamika Ranah dan Rantau itu kita tidak perlu melihat siapa yang mengatakannya tetapi harus dilihat apa yang disampaikannya dalam penyelesaian masalah tersebut,” ujar Ketua DPW PKDP Jawa Timur Novendri Yusdi yang akrab dipanggil Bagindo Lerry Piliang saat menyampaikan pandangannya pada Rakernas DPP PKDP Indonesia di Hotel Balairung Jakarta, Sabtu (4/12/2021).

Sesuai agenda seluruh Ketua DPW PKDP se Indonesia dimintakan menyampaikan kertas kerja dan pandangannya terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat Piaman baik di ranah maupun di rantau.

Bagindo Lerry menyebutkan bahwa dari setiap permasalahan yang muncul seharusnya diselesaikan secara musyawarah sesuai dengan prinsip hidup ughang Piaman duduak surang basampik sampik, duduak basamo balapang lapang.

Namun Bagindo Lerry mengakui bahwa dalam menerapkan prinsip musyawarah dalam penyelesaian masalah bukan suatu hal yang mudah.

“Akan selalu saja ada kendala tetapi kita harus tetap berusaha untuk mengamalkan prinsip dasar dalam bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah di ranah dan rantau itu,” papar Pengacara kondang di Surabaya itu.

Menurut Lerry, keragaman dalam kehidupan di daerah ranah memang menjadi sesuatu hal yang tidak bisa dihindari.

Namun keragaman itu, tambahnya pula, jangan sampai menjadi biang perpecahan di rantau, tetapi harus dirajut menjadi persatuan yang kuat dan kukuh di PKDP.

Untuk bisa merealisasikan prinsip hidup seperti diatas, tukas putra Piaman kelahiran Medan ini, semua warga PKDP harus menerapkan prinsip hirarki Pancasila.

Pertama, urang Piaman memiliki falsafah adaik basandinsyarak, syarak basandi kitabullah. Artinya, agamo urang minang indak perlu diragukan lai namun keimanan hanyo kito masiang masing nan tau

SIMAK JUGA :  Wakili Bartim Ikuti Pemberdayaan Komunitas Penggerak "Literasi"

Kedua, merujuk ke poin satu sudah tentu manusianya beradab atas dasar nilai nilai ajaran agama

Ketiga, jika poin 1 dan 2 dapat kita terapkan pada pribadi masing masing maka persatuan urang Piaman sambil berjalan akan bisa dicapai

Keempat, musyawarah dan mufakat bukan lagi hal yg alot dalam sebuah forum untuk menentukan sikap perubahan kearah yang baik dan bermanfaat untuak basamo

Kelima, kemudian urang buto bisa melihat kebahagiaan dan urang pakak bisa mandanga kebahagiaan.

“Artinya, Pemimpin dan masyarakatnyo berbuat keadilan sudah menjad kebiasaan, jadi sikap awal akan membentuk karakter yg akan berpengaruh pado diri suku dan bangsa.” Papar Lerry lagi.

Sosialisasikan Mubes

Pada kesempatan yang sama Bagindo Lerry juga meminta kepada semua kalangan untuk menyosialisasikan rencana pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) PKDP yang diusulkan di tiga daerah yakni Pariaman, Lampung dan Jawa Timur.

Pernyataan Bagindo Lerry ini terkait dengan keputusan Rakernas DPP PKDP Indonesia di Jakarta yang memutuskan pelaksanaan Mubes di tiga kota yakni Pariaman, Lampung dan Surabaya (Jatim).

“Sosialisasi Mubes PKDP lebih awal dimaksudkan supaya kawan kawan bisa menyesuaikan jadual,” katanya.

Selain itu, katanya pula, Panitia Mubes perlu memikirkan lokasi menginap peserta di satu tempat sehingga memudahkan panitia untuk mengantar jemput ke lokasi Mubes.

Terakhir, terkait dengan undangan peserta Mubes, Bagindo Lerry mengimbau sejawatnya di DPW dan DPD PKDP untuk komit mengutus timnya sesuai dengan yang dimintakan pantia.

Jika kemudian DPP memutuskan tempat Mubes di kota Pariaman dan Panitia meminta empat orang utusan per DPW dan DPD, silahkan mereka membagi waktu untuk menghadiri mubes dan atau pergi melihat keluarga.

“Paling penting, peserta itu harus hadir di Pariaman saat Mubes diselenggarakan, baik dengan bergiliran atau bagaimana, terserah yang bersangkutan,” pungkas Bagindo Lerry mengakhiri. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *