Pemuka Sayangkan Refrizal Sebut PKDP Satu satunya Organisasi Ughang Piaman se Dunia, Buktinya??

  • Bagikan

Foto ilustrasi Tabuik, satu iven wisata terbesar di Kota Pariaman

JAKARTA – Pasca Rakernas DPP PKDP Indonesia di Hotel Balairung Jakarta, Sabtu (4/12) suasana di tubuh organisasi ughang Piaman bergolak panas, sebab Ketua Umum DPP PKDP Indonesia, Refrizal menyebut bahwa PKDP adalah organisasi ughang Piaman se Dunia.

Awal panasnya suasana adalah ada yang mengirimkan WA Pribadi Refrizal di dalam grup WA PKDP Indonesia ke salah tokoh PKDP dimana isi WA tersebut adalah meminta salah satu pejabat pengurus teras DPP PKDP Indonesia untuk membuat rilis hasil Rakernas.

Isi pesan WA Refrizal itu, kurang lebih seperti ini :

“Buek rilis khusus dg judul;
Rakernas PKDP tegaskan bahwa PKDP satu2nya wadah Persatuan Urang Piaman di Perantauan,
Tarimokasih”

Tak lama kemudian sejumlah media online dan cetak di Jakarta dan Sumbar menulis lurus rilis tersebut dengan berbagai judul, salah satunya adalah PKDP adalah Satu satunya Organisasi Orang Pariaman se Dunia.

Nah, judul berita seperti ini yang dipersoalkan oleh sejumlah tokoh budaya dan tokoh masyarakat Pariaman di Jakarta, diantaranya adalah H Armawi Koto dan Suhatmansyah, mantan Ketua DPP PKDP Indonesia.

Ada satu lagi tokoh masyarakat Pariaman yang juga menanggapi berita hasil rilis DPP PKDP Indonesia dengan sumber tunggal Refrizal, tetapi yang bersangkutan tak berkenan namanya ditulis.

Armawi Koto alias Ajo Dewa secara pribadi sangat menyayangkan Refrizal membawa DPP PKDP Indonesia dalam posisi bertentangan dengan pengurus organisasi ughang Piaman lainnya dengan menyebut PKDP sebagai satu satunya organisasi ughang Piaman se Dunia.

Pernyataan Refrizal dinilai Ajo Dewa sangat keliru. Sebab DPP PKDP tidak memiliki keanggotaan warga Pariaman secara langsung.

PKDP di dalam anggaran dasar dan rumah tangganya adalah beranggotakan DPW dan DPD PKDP se Indonesia, bukan beranggotakan individu warga perantau Piaman.

“Keanggotaan individu warga perantau Pariaman berada di masing masing Ikatan Keluarga Kecamatan atau nagari yang bersangkutan, bukan di PKDP,” jelas Ajo Dewa dengan santun.

Dan, jika ada PKDP mengeluarkan kartu anggota itu bersifat kepengurusan dan pengkaderan, bukan mengatasnamakan sebagai warga asal Piaman.

“Jadi pak Refrizal harus menarik kembali pernyataannya. Sebab pernyataan yang menyebutkan PKDP sebagai satu satunya organisasi ughang Piaman di dunia menyesatkan,” tegas Dewa.

SIMAK JUGA :  Catatan Menjelang Rakernas DPP PKDP : Menunggu Baliaknyo si Anak Hilang

Seharusnya, kata mantan pembina dan penasihat di DPP PKDP Indonesia, Refrizal menyebut DPP PKDP Indonesia itu sebagai payung organisasi ughang Piaman se dunia akhirat baru pas.

“Sebab posisi PKDP sejak dahulu memang jadi payung organisasi ughang Piaman di rantau, bukan secara langsung jadi organisasi individu ughang Piaman di rantau,” kata Dewa dengan lembut.

Pendapat yang kurang lebih sama juga dikemukakan Ajo Suhatmansyah dalam sejumlah WA Grup di Sumbar. Dalam pandangan Da At, demikian mantan pejabat Depdagri ini dipanggil, Refrizal sebagai Ketua DPP PKDP Indonesia, sudah membawa PKDP keluar dari relnya.

“Anggota DPP PKDP itu adalah Ika Ika kecamatan yang berdiri secara nasional. Begitu juga sebaliknya di tingkat DPW dan DPD. PKDP tidak punya keanggotaan ughang Piaman secara individu. Itu yang saya sebut Refirzal sudah keluar rel,” kata Suhatmansyah.

Dia juga meminta Refrizal segera meralat pernyataannya. Sebab organisasi sejenis PKDP kini banyak berdiri. Jadi salah kalau mengeluarkan statemen bahwa hanya PKDP satu satunya organisasi ughang Piaman di dunia.

“Kenapa tidak di akherat aja sekalian. Biat tau pula kita berkiblat ke PKDP,” Pungkas Suhatmansyah sambil tertawa.

Sementara itu seorang tokoh masyarakat Piaman lain di Jakarta meminta DPP PKDP Indonesia mengkoreksi keberadaanya sebagai organisasi ughang Piaman dalam kaitan program kerjanya.

“Apa sich yang sudah dilakukan PKDP untuk warganya, jika mengaku sebagai organisasi orang Pariaman di Jakarta. Saya rasa belum ada. Jadi gak usah ngaku atau menyebut PKDP sebagai organisasi sati satunya orang Pariaman se dunia,” kata sumber tadi dalam WA Pribadinya kepada Harianindonesia, Senin (6/12).

Justru, menurut dia, fasilitas sosial yang banyak dimiliki warga perantau Pariaman di Jakarta dan sekitarnya lebih banyak berasal dari pengusaha dan warga asal kecamatan atau nagari, bukan dari PKDP secara lembaga.

“Ya lucu aja kalau DPP PKDP mengklaim dirinya sebagai satu satinya organisasi ughang Piaman sedunia lagi, hahaha,” tulis sumber tadi mengakhiri. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *