Afganistan Dibawah Taliban Buat Peraturan Baru, Musik Dilarang dan Perempuan Wajib Pakai Hijab

  • Bagikan

jubir Taliban Zabihullah Mujahid ungkap peraturan baru di Afghanistan. /Daily Mail

HARIANIDONESIA.ID – Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengungkap sejumlah peraturan yang akan terjadi kepada rakyat Afghanistan di bawah pemerintahan Taliban.

Menurut Zabihullah Mujahid dalam sesi wawancara dengan media Amerika Serikat New York Times, Taliban akan lebih liberal dibanding 20 tahun lalu.

“Kami ingin membangun masa depan dan melupakan apa yang terjadi di masa lalu,” ujar Zabihullah, seperti dilihat Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Daily Mail pada Kamis, 26 Agustus 2021.

Selain itu, Zabihullah juga mengatakan bahwa musik akan dilarang di Afghanistan karena tidak sesuai syariat Islam.

“Musik dilarang dalam Islam. Kami berharap bisa membujuk rakyat untuk tidak mendendangkan musik,” tutur Zabihullah.

Adapun sejumlah peraturan terkait perempuan juga diungkapkan oleh Zabihullah Mujahid.

Pertama, perempuan harus mengenakan jilbab jika berada di publik.

Kedua, perempuan diminta untuk bepergian dengan pendamping laki-laki dalam perjalanan yang berlangsung beberapa hari.

Ketiga, perempuan diizinkan untuk kembali bekerja dan sekolah selama mengenakan jilbab.

Zabihullah mengeklaim, peraturan baru ini adalah bentuk prinsip Taliban yang lebih liberal dari Taliban sebelumnya.

Sebagai informasi, Taliban saat memegang kekuasaan Afghanistan pada 1996-2001 dianggap keras kepada perempuan.

Perempuan dilarang untuk bekerja, memperoleh pendidikan, berada di publik jika tidak penting, dan harus mengenakan burqa.

Jika perempuan melanggar peraturan tersebut, Taliban yang dulu akan menghukumnya dengan hukuman cambuk.

Pada penutupnya, Zabihullah menegaskan bahwa Taliban tidak akan memburu warga yang memiliki syarat untuk evakuasi, mantan penerjemah, maupun pihak yang bekerja sama dengan Amerika Serikat.

“Amerika seharusnya tidak ikut campur di negara kita dan mengambil sumber daya manusia kita,” ucapnya. (*)

source: PikiranRakyat

SIMAK JUGA :  Sasar Setiap Pintu Rumah, Taliban Buru Warga Amerika Serikat
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *