Akmal Siddik : Gubernur Sumbar Mahyeldi adalah Pemimpin Dunia Akhirat

  • Bagikan

Kepala Badan Penghubung Pemprop Sumbar Aschari Cahyaditama bersama Ustadz Akmal Siddik dan para staf berfoto bersama usai melakukan kegiatan Subuh Mubarrakah di Mesjid Hotel Balairung Matraman Jakarta, Ahad (6/8/2023). (Foto : Indra N/HI).

JAKARTA : Seorang penceramah agama Drs Akmal Siddik, SQ,MA menyebut Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah sebagai tipe pemimpin dunia akhirat, yang menggabungkan kepemimpinan pemerintahan dan agama menjadi satu kesatuan.

“Kegiatan Subuh Mubarrakah ini merupakan cerminan dari sikap kepemimpinan beliau sebagai pemimpin pemerintahan dan pemimpin agama yang arahnya jelas untuk kepentingan dunia dan akhirat,” ujar Akmal saat menyampaikan tausiyah di depan Kepala Badan Penghubung Pemprop Sumbar Aschari Cahyaditama, STP, M.Soc, Sc, Ph.D bersama staf dalam acara Subuh Mubarrakah di Mushalla Hotel Balairung Matraman Jakarta, Ahad (7/8/2023).

Dijelaskan Ari, panggilan dekat Aschari, kegiatan Subuh Mubarrakah merupakan program rutin Pemprop Sumbar setiap awal bulan yang dilaksanakan secara serentak untuk seluruh ASN-nya, termasuk di kantor Penghubung Jakarta dengan menggelar tausiyah dan pengkajian Islam.

Menurut Akmal Siddik, gaya kepemimpinan Gubernur Mahyeldi ini merupakan simbolik dari kepemimpinan Islam yang lebih mengkedepankan kehidupan dunia dan akhirat secara bersamaan.

Dilihat dari aspek agama, ujar Akmal, pola kepemimpinan Gubernur Mahyeldi juga sudah mencerminkan prinsip raihlah duniamu dan dapatkan akhiratmu.

“Jadi kalau mau disebut inilah pemerintahan yang dipimpin oleh Gubernur dunia dan akhirat,” papar Akmal Siddik.

Ditambahkan Akmal, tidak banyak pemimpin pemerintahan yang mampu mengadopsi kepemimpinan agama sekaligus pemimpin pemerintahan, dan berhasil memberikan cerminan kepemimpinan Islam di dalam program kerjanya, seperti memberlakukan program Subuh Mubarrakah ini.

Kepala Badan Penghubung Pemprop Sumbar Aschari Cahyaditama, STP, M.Soc, Sc, Ph.D menambahkan, selain program Subuh Mubarrakah, Gubernur Mahyeldi juga memberlakukan wajib absen online bagi semua ASN pada pukul 03.00 WIB.

SIMAK JUGA :  Obituari KH Ali Mustafa: Naik Haji Berkali-kali Pengabdi Setan

Absen dinihari itu, sebut Ari sebagai memgingatkan para ASN untuk melaksanakan sholat malam dan sekaligus bangun lebih awal untuk melaksanakan subuh berjemaaah di lingkungan tempat tinggal ASN.

“Pada awalnya memang berat, tetapi pada akhirnya sudah menjadi kebiasaan. Setelah bangun jam 03.00 pagi, biasanya kita sudah langsung bersiap siap untuk sholat subuh berjemaah,” ujar Ari memaparkan dampak absen online dinihari tadi.

Akmal Siddik menambahkan, bahwa kepemimpinan bergaya agama memang terkenal berhasil meningkatkan disiplin, karena pendekatannya adalah ibadah. Ibadah jika dilakukan awalnya dengan terpaksa, lama lama kelamaan memang menjadi biasa.

“Nah, teori pak Gubernur membangunkan ASN pada dinihari melalui absen online memang seperti Islam mewajibkan umatnya bangun untuk melaksanakan sholat subuh. Dengan demikian maka dapat kita simpulkan bahwa pemerintahan pak gubernur kita adalah bersifat Islami, yang bersifat mencapai kesejahteraan dunia wal akhirah,” pungkas penceramah asal Tanah Datar, Sumbar ini.

Kegiatan Subuh Mubarrakah kali ini relatif lebih banyak dihadiri oleh pegawai dan staf kantor penghubung Jakarta. (*)

Indra N

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *