Nugget MPASI dengan Sayuran Hijau “Microgreen'” Adalah Salah Satu Makanan Selingan MPASI yang Kaya Nutrisi

HARIAN INDONESIA.ID – Mpasi atau makanan pendamping ASI adalah makanan yang diberikan pada anak mulai dari usia 6 bulan sampai dengan 24 bulan sebagai pendamping ASI. Pemberian MPASI yang kaya nutrisi sesuai dengan kalori sangat penting karena nutrisi dari ASI saja tidak mencukupi lagi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Pemberian MPASIĀ bertujuan untuk melatih dan membiasakan bayi mengonsumsi makanan yang mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuhnya seiring dengan pertambahan usianya. Selain itu, MPASI juga membantu mengembangkan kemampuan bayi dalam mengunyah dan menelan makanan.

Di Indonesia, masih terdapat beberapa kendala dalam pemberian MPASI secara efektif, terutama di wilayah yang memiliki akses terbatas terhadap informasi dan sumber daya yang berhubungan dengan gizi bayi. Padahal periode pertumbuhan antara 6 hingga 23 bulan adalah masa yang sangat penting bagi anak-anak.

Anak-anak yang berasal dari negara berkembang berisiko mengalami masalah pertumbuhan jika praktik pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) tidak dilakukan dengan benar.
Berdasarkan studi dan saran dari para ahli, makanan pendamping ASI yang bergizi dan seimbang harus terdiri dari berbagai macam makanan yang mengandung nutrisi penting, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, sumber protein baik dari hewan maupun tumbuhan, serta produk susu.

Orang tua juga dianjurkan untuk menyiapkan makanan pendamping ASI dengan cara yang sehat dan aman, seperti memastikan kebersihan bahan makanan, memilih bahan berkualitas, dan menghindari penambahan gula serta garam yang berlebihan.

Namun saat pemberian MPASI oleh orang tua sering mengalami masalah, salah satu masalah yang sering dialami oleh anak antara pada saat pemberian MPASI antara lain picky eater atau pilih-pilih makanan. Rata-rata anak kurang menyukai makan sayur, perilaku makan seperti ini dapat berlanjut sampai dewasa. Tercatat sebesar 96,7 persen masyarakat Indonesia berusia lebih dari 5 tahun kurang mengonsumsi buah dan sayur (Kemenkes, 2024).

SIMAK JUGA :  Penerapan Responsive Feeding saat MPASI untuk Mencegah Stunting Pada Balita

Padahal sayur memiliki banyak vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan anak. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An dari Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara dengan Anggota Vira Irma Sari, S.P., M.Si., Julieta Christy, S.P., M.Agr., Nur Ulina Warnisyah Br Sebayang, M.Agr., dan Rouzatul Nafisah, S.P.,M.Si dari Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara melakukan kolaborasi mengedukasi ibu terkait pembuatan selingan Mpasi yang kaya gizi dan menggunakan sayuran microgreen dalam bentuk nugget. Nugget ini dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak dengan masalah picky eater.

Pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan di Posyandu Mawar 13 wilayah Puskesmas Teladan, dimana pada saat pelaksanan ibu – ibu sangat antusias dalam mengikuti edukasi penanaman microgreen dan pembuatan nugget microgreen. Ketua pengabdian masyarakat memaparkan tentang pentingnya MPASI dan anggota menjelaskan terkait metode penanaman microgreen dan nugget. Setelah dilakukan edukasi pengabdian ini, para ibu – ibu yang hadir akan menerapkan ilmu yang didapat di rumah. (*)

Editor Gilang