KADIN Sumbar Usulkan Program di Rakernas WKU Perhubungan Kadindo

  • Bagikan

JAKARTA (Harianindonesia.id) – Ketua Kadin Sumbar Ir Buchari Bachter MT mengusulkan program optimalisasi sejumlah fasilitas perhubungan pada Rakernas WKU Kadin Perhubungan Kadin Indonesia, Rabu (1/3) lalu.

 

Rapat dibuka oleh Ketum Kadin Arsyad Rasyid, dihadiri WKU Kordinator Bidang IV Kadin Indonesia Carmelita Hartoto, dan dipimpin WKU Perhubungan Denon Prawiraatamaja yang juga Ketua INACA.

Fasilitas perhubungan tersebut adalah Bandara Rokok di Mentawai sebagai bandara internasional untuk mendukung sektor pariwisata. Kemudian Pelabuhan Ketapang di Pasaman Barat sebagai pelabuhan angkutan CPO dan optimalisasi Pelabuhan Teluk Bayur sebagai hub untuk ekspor impor dari negara IORA ke Indonesia.

IORA (Indian Ocean Rime Asosiacion) adalah organisasi negara negara Lautan Hindia atau negara yang berada dalam belahan barat dunia seperti Australia dan Afrika.

Menurut Buchari, Kadin Sumbar berharap dengan dimasukannya program fasilitas perhubungan laut dan udara ini dalam program WKU Kadin Indonesia, diharapkan masa depannya bisa lebih terukur.

“Sebab WKU Perhubungan Kadin Indonesia merupakan fatner pengusaha yang memiliki hubungan kuat dengan sejumlah negara di luar negeri. Dengan dimasukannya usulan Sumbar dalam program WKU Perhubungan Kadin Indonesia ini diharapkan membawa efek bagus ke depannya.

“Saya sangat bersyukur WKU Perhubungan Kadin Indonesia sangat welcome dengan usulan program tambahan dari Kadin Sumbar ini,” jelas Buchari kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (4/3).

Menurut Buchari, pada Rakernas WKU Perhubungan Kadin Indonesia di Menara Kadin, awalnya memunculkan program perkuatan pelabuhan di Palu sebagai pelabuhan ekspor nikel, termasuk di Kalimantan Utara dan Bangka Belitung.

Menanggapi pertanyaan tentang prospek Pelabuhan Teluk Bayur sebagai penunjang kegiatan ekspor dan impor untuk tujuan negara IORA, Buchari menyatakan sangat prospektif untuk Sumbar. Sebab kapal angkutan dari negara IORA bisa sandar di Teluk Bayur dan untuk kemudian didistribusikan kembali ke pelabuhan propinsi di wilayah barat dengan kapal nasional.

SIMAK JUGA :  350 KK di Tiga Kecamatan di Solok Selatan Terdampak Banjir

“Tugas kita mengantarkan program sampai masuk ke WKU Perhubungan Kadin Indonesia. Setelah itu akan dibahas lebih lanjut melalui mekanisme program secara nasional yang dibuat oleh Kadin Indonesia,” ujar Buchari mengakhiri. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *