Menteri Pigai Dukung Pendidikan Disiplin di Jawa Barat, Tan Malaka Institute Apresiasi Langkah Tegas Pembentukan Karakter

Menteri Pigai Dukung Pendidikan Disiplin di Jawa Barat, Tan Malaka Institute Apresiasi Langkah Tegas Pembentukan Karakter

Oleh: Daddy Palgunadi – Direktur Tan Malaka Institute

Jakarta – Menteri Pigai menyatakan dukungan penuh terhadap program pendidikan berbasis disiplin dan karakter yang tengah diuji coba oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini dinilai tidak melanggar hak asasi manusia (HAM), asalkan tidak mengandung unsur kekerasan fisik atau corporal punishment yang bersifat menyiksa.

“Kalau uji coba ini berhasil, kami mendorong agar pemerintah segera mengeluarkan peraturan supaya bisa diterapkan secara nasional,” ujar Menteri Pigai dalam konferensi persnya.

Ia menegaskan bahwa yang dilakukan Jawa Barat bukanlah bentuk hukuman fisik, seperti mencubit atau memukul yang dikenal luas sebagai corporal punishment, melainkan pendidikan yang membentuk mental, karakter, tanggung jawab, dan disiplin siswa.

Menurut Pigai, jika Indonesia ingin bersaing secara global, pembentukan karakter sejak dini mutlak diperlukan. Ia menyebut periode 2025–2035 sebagai dekade transformasi sumber daya manusia Indonesia untuk mencapai visi Go Internasional dan menyongsong “Indonesia Emas 2045”.

“Dalam 10 tahun ke depan, kita harus menyiapkan SDM yang punya mindset demokrasi, keadilan sosial, kepedulian, disiplin tinggi, serta tanggung jawab. Kalau tidak dimulai sekarang, kita akan tertinggal,” tambahnya.

Pigai juga menilai program ini sejalan dengan kebijakan populis Presiden Prabowo Subianto, seperti makan bergizi gratis, pendidikan berkualitas, dan jaminan kesehatan yang memadai. “Semua ini adalah fondasi menuju masyarakat yang bermartabat dan kompeten secara global,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Daddy Palgunadi, Direktur Tan Malaka Institute, memberikan apresiasi atas sikap Menteri Pigai. Ia menyebut bahwa pernyataan tersebut sangat sesuai dengan semangat Tan Malaka yang menekankan pentingnya pembentukan watak dan nalar logis dalam pendidikan.

“Kami sangat mengapresiasi keberanian dan ketegasan Menteri Pigai. Program pendidikan yang membentuk karakter dan tanggung jawab adalah jalan menuju revolusi mental sejati,” kata Daddy.

Menurutnya, tanpa pembenahan karakter dan disiplin, Indonesia tidak akan mampu keluar dari kemiskinan struktural dan ketertinggalan kompetensi.

“Dalam pandangan Tan Malaka, pendidikan sejati bukan hanya mencerdaskan otak, tapi juga membentuk keberanian, keteguhan, dan tanggung jawab sosial. Apa yang dilakukan Jawa Barat dan didukung Menteri Pigai adalah langkah konkret menuju cita-cita itu,” pungkasnya.