Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) Bangkitkan Gairah Berjalan Orang Melayu

  • Bagikan

Gerbang Tol Pekanbaru – Dumai saat pengecekan sebelum beroperasi oleh Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Danang Parakesit dan tim Kementerian PUPR. (Foto : kredit PUPR)

PENGANTAR – Wartawan Harianindonesia.id Awaluddin Awe selama dua pekan melakukan
perjalanan jurnalistik melihat hasil pembangunan jalan tol oleh PT Hutama Karya Infrastruktur
(HKI) di Palembang, Pekanbaru, dan Medan. Hasil laporannya akan diturunkan secara berseri di rubrik Jalan jalan ini :

PEKANBARU – “Sejak Tol Pekanbaru – Dumai selesai dibangun, kite sudah bise Nak pergi ngopi ke Pekan dan tak perlu lagi tidor di hotel. Sebab sore kite dah sampe lagi di Dumai,”.

Kalimat seperti ini, sekarang, sudah menjadi pameo di kalangan warga Dumai, jika berbicara tentang arti jalan tol bagi mereka.

Benar, sejak Jalan Tol Pekanbaru – Dumai dibangun pada bulan Juli 2017 oleh PT HKi dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 25 September 2020, pertumbuhan lalulintas hariannya terus meningkat pesat.

Selama dua tahun terakhir, pertumbuhan lalulintas harian tol Pekanbaru – Dumai, tembus mencapai 150 persen pada tahun 2022 lalu.

Kepala Cabang Tol Pekanbaru-Dumai Jarot Suseno mengakui bahwa selama dua tahun operasional, ruas tol Permai terus diserbu oleh masyarakat Dumai dan Pekanbaru yang akan berurusan di dua daerah tersebut.

“Jumlah kendaraan yang menggunakan jasa tol Permai setiap harinya sudah mencapai 16.000 setiap harinya. Jumlah ini jauh melampaui target LHR bisnis plan kami sekitar 8.746 kendaraan setiap harinya,” ujar Jarot kepada Harianindonesia.id.

Menurut Jarot, pengguna jasa Tol Permai terbesar masih didominasi oleh kendaraan kecil dengan kontribusi 80 persen dari total LHR.

Dilihat dari pencapaian target, pencapaian LHR tertimbang di Tol Permai ini jauh melebihi dari target LHR bisnis yang hanya dipatok yang hanya 4.060 kendaraan per hari yakni 6000 kendaraan per hari.

“Pertumbuhan LHR dari kendaraan kecil di Tol Permai selama dua tahun terakhir naik signifikan sampai 150 persen. Ini menandakan bahwa masyarakat di Pekanbaru dan Dumai memang sangat membutuhkan sarana jalan tol untuk kegiatan transportasi mereka,” ujar Jarot.

Jalan Tol Permai ke depannya juga memiliki prospek sebagai alternatif selain jalan nasional di kawasan Sumut, apabila pembangunan jalan tol di daerah utara itu selesai.

SIMAK JUGA :  Melihat Jalan Tol Sumatera (1): PDG - PKU, Mau Tumbuh tapi Lambat di Lahan

Saat ini jalan tol Permai sudah terbangun sepanjang 131.48 km (81,70 mil).

Ruas Tol ini memiliki satu persimpangan besar di Ujung Selatan Pekanbaru dan enam simpang susun yakniSimpang Susun Minas Junction, Simpang Susun Kandis Selatan, Simpang Susun Kandis Utara,
Simpang Susun Pinggir, Simpang Susun Dumai Junction dan Simpang Susun Bathin Solaphan.

Jalan tol Permai terdiri dari enam seksi yakni Seksi 1 Pekanbaru-Minas sepanjang 9,2 km, Seksi 2 Minas- Kandis Selatan sepanjang 23,6 km, Seksi 3 Kandis Selatan-Kandis Utara sepanjang 17,45 km, Seksi 4 Kandis Utara – Pinggir sepanjang 28,95 km, Seksi 5 Pinggir Bathin Solapan sepanjang 27,23 km dan Seksi 6 Bathin Solapan-Dumai sepanjang 25,05
km.

Tol Permai sudah berhasil memainkan peran bagusnya memenuhi hasrat para pemilik duit dari Dumai untuk bisa berselancar darat ke Pekanbaru, setiap harinya, dan bisa pulang ke Dumai pada
sore hari.

“Sejak Tol Permai selesai, awak tak lagi sempat betengkah dengan istri. Sebab sekejap sore kite ndah sampai di ghumah balek,” kata Syafrizal Jambak, salah satu pengendara asal Dumai dalam satu kesempatan bersama Harianindonesia.id, di salah satu rest area Tol Permai.

Menurut dia, dengan jarak tempuh hanya tiga jam, dan istirahat satu kali di rest area, sangat membantu warga Dumai yang hendak berurusan ke Pekanbaru.

Selama ini, aku Syafrizal, warga Dumai yang hendak pergi ke Pekanbaru, setidaknya harus standby anggaran untuk menginap satu malam di hotel Pekanbaru.

“Soalnya, sering kita sudah sampai di Pekan, kantor pemerintahan sudah tutup. Jadi baru besoknya kita berurusan. Itu makanya kita perlu sediakan anggaran untuk tidur satu malam di Pekan. Kalau tidak selesai ya terpaksa tambah satu malam lagi,” papar lelaki bertubuh gempal dan berjambang lebat ini sambil tertawa.

Seorang warga lain di Dumai meminta pemerintah untuk melanjutkan pembangunan Tol Permai sampai ke Medan. Sebab mereka sudah ‘jenuh’ melewati jalan nasional ke Medan yang berlubang lubang dan gelap gulita (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *