Kisah Heroik Gempa 2009 di Gempa 2023, Fauzi Bahar : Izin, Saya Ambil Alih Komando!

  • Bagikan

DR H FAUZI BAHAR MSI

JAKARTA (Harianindonesia.id) : Tragedi Gempa 2009 di Sumatera Barat banyak menyisahkan kisah dan cerita pahit, kelam dan menyedihkan. Ada ribuan rumah, sekolah, bangunan dan mesjid luluhlantak dihajar Gempa berkekuatan 7,6 skala richter.

Ada 6000an lebih orang meninggal dan mayatnya terjelimpang begitu saja di tengah jalan umum, terimpit bangunan dan rumah. Bau amis menyengat dimana mana.

Rakyat mati ketakutan, lari ke tempat pengungsian dengan bekal ala kadarnya. Dingin dan kelaparan sangat menyiksa, sebab baju dan celana tertinggal di rumah, sementara bantuan makanan banyak, tapi tidak tersalurkan dengan cepat.

Wikipedia dengan cepat mencatat :

Gempa Bumi Sumatra Barat 2009 terjadi dengan kekuatan 7,6 Skala Richter di lepas pantai Sumatra Barat pada pukul 17:16:10 WIB tanggal 30 September 2009.

Gempa ini terjadi di lepas pantai Sumatra, sekitar 50 km barat laut Kota Padang.

Gempa menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah di Sumatra Barat seperti Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Agam, Kota Solok, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Menurut data Satkorlak PB, sebanyak 1.117 orang tewas akibat gempa ini yang tersebar di 3 kota dan 4 kabupaten di Sumatra Barat, korban luka berat mencapai 1.214 orang, luka ringan 1.688 orang, korban hilang 1 orang. Sedangkan 135.448 rumah rusak berat, 65.380 rumah rusak sedang, dan 78.604 rumah rusak ringan.

Provinsi Sumatra Barat berada di antara pertemuan dua lempeng benua besar (lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia) dan patahan (sesar) Semangko.

Wiki juga mencatat, di dekat pertemuan lempeng terdapat patahan Mentawai. Ketiganya merupakan daerah seismik aktif. Menurut catatan ahli gempa wilayah Sumatra Barat memiliki siklus 200 tahunan gempa besar yang pada awal abad ke-21 telah memasuki masa berulangnya siklus.

Bencana terjadi sebagai akibat dua gempa yang terjadi kurang dari 24 jam pada lokasi yang relatif berdekatan. Pada hari Rabu 30 September terjadi gempa berkekuatan 7,6 pada Skala Richter dengan pusat gempa (episentrum) 57 km di barat daya Kota Pariaman (00,84 LS 99,65 BT) pada kedalaman (hiposentrum) 71 km.

Pada hari Kamis 1 Oktober terjadi lagi gempa kedua dengan kekuatan 6,8 Skala Richter, kali ini berpusat di 46 km tenggara Kota Sungaipenuh pada pukul 08.52 WIB dengan kedalaman 24 km.

Setelah kedua gempa ini terjadi rangkaian gempa susulan yang lebih lemah.

Gempa pertama terjadi pada daerah patahan Mentawai (di bawah laut) sementara gempa kedua terjadi pada patahan Semangko di daratan.

Getaran gempa pertama dilaporkan terasa kuat di seluruh wilayah Sumatra Barat, terutama di pesisir.

Guncangan juga dilaporkan dari Pematang Siantar, Medan, Kuala Lumpur, Bandar Seri Begawan, Lembah Klang, Jabodetabek, Jakarta, Singapura, Pekanbaru, Jambi, Pulau Batam dari Kota Batam, Palembang dan Bengkulu.

Dilaporkan bahwa pengelolaan sejumlah gedung bertingkat di Singapura mengevakuasi stafnya.

Kerusakan parah terjadi di kabupaten-kabupaten pesisir Sumatra Barat, bagian selatan Sumatra Utara serta Kabupaten Kerinci (Jambi).

Sementara Bandar Udara Internasional Minangkabau mengalami kerusakan pada sebagian atap bandara (sepanjang 100 meter) yang terlihat hancur dan sebagian jaringan listrik di bandara juga terputus . Sempat ditutup dengan alasan keamanan, bandara dibuka kembali pada tanggal 1 Oktober.

Peringatan tsunami sempat dikeluarkan namun segera dicabut dan terdapat laporan kerusakan rumah maupun kebakaran. Sejumlah hotel di Padang rusak, dan upaya untuk mencapai Padang cukup susah akibat terputusnya komunikasi.

Korban tewas akibat gempa terus bertambah, dikhawatirkan mencapai ribuan orang. Namun, hingga tanggal 4 Oktober 2009, angka resmi yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) adalah 603 orang korban tewas dan 343 orang dilaporkan hilang.

Pada tanggal 13 Oktober 2009, angka korban tewas meningkat menjadi 6.234 jiwa. Pertolongan yang sangat dibutuhkan oleh korban gempa terutama adalah kekurangan obat-obatan, air bersih, listrik, dan telekomunikasi, serta mengevakuasi korban lainnya.

Fauzi Bahar Ambil Alih Komando

Tragedi Gempa 2009 ternyata menyisakan satu cerita heroik, datang dari Walikota Padang Dr H Fauzi Bahar MSi. Dia tiba tiba datang ke RRI Padang dan mengambil alih komando penanganan pasca Gempa.

Ada satu hal yang mendorong mantan Perwira KKO ini turun tangan, yakni ketakutan dan kekuatiran masyarakat terhadap gempa susulan membuat mereka takut pulang ke rumah. Mereka lebih merasa aman dan nyaman tinggal di titik evakuasi bersama keluarga lainnya.

Tetapi lingkungan rumah tidak lagi aman. Para pencoleng sudah mulai beraksi. Banyak rumah yang dijebol dan dicuri harta bendanya. Dan lebih menjadi kekuatiran itu : lingkungan pemukiman berubah menjadi kota mati dan menakutkan. Sisa reruntuhan dan bau amis menyengat dimana mana. Sementara, kota harus dibangunkan dari ketakutannya.

Nah, disitulah kemudian cerita heroisme Fauzi Bahar bermula. Melalui saluran RRI Padang, Fauzi Bahar meminta izin kepada atasannya dari unsur militer dan sipil (gubernur Sumbar, red) untuk mengabil alih komando penanganan pasca gempa.

“Izin Komandan, Jenderal. Saya mengambil alih komando,” demikian kesaksian mantan pejabat di BPPD Sumbar Edward menirukan ulang kalimat pembuka Fauzi Bahar, saat proses pengambilalihan komando pasca gempa di RRI Padang.

Fauzi mengambilalih komando, karena tidak terlihat upaya maksimal dari pimpinannya untuk melokalisir kondisi pasca gempa, salah satunya menghilangkan kekuatiran rakyat terhadap gempa susulan.

Melalui RRI Padang itulah Fauzi menyentuh hati rakyat, menenangkan dan meminta rakyat pulang ke rumah mereka. Sebab rumah harus dihuni, dibersihkan dan menjadi tempat tinggal lagi sebagaimana biasanya.

Melalui para ulama, Fauzi meminta setiap mesjid membuka saluran RRI dan menspeakerkannya melalui Mic mesjid. Pesan itu sampai ke hati rakyat, sebab rakyat mengenal suara Fauzi Bahar. Rakyat kemudian pulang ke rumah dan membangun kehidupan normalnya kembali.

KISAH Heroisme Fauzi Bahar melalui RRI itu, kini hidup kembali, setelah musibah gempa yang terjadi pada Selasa (25/4/2023). Warga yang berkumpul di lokasi evakuasi teringat lagi dengan suara khas Fauzi Bahar yang meminta mereka pulang ke rumah, karena gempa sudah berakhir

SIMAK JUGA :  Linggarjati: Perjanjian di Rumah Tua Seorang Janda

Tentang hal ini sejumlah saksi berbagi cerita :

Firdaus Ilyas: Batua Om Kaje, Kecek Pak Wali Fauzi saat itu, Saya ambil alih RRI untuk menginformasikan ke masyarakat, melalui Radio dan di Siarkan dipengeras masjid serta mushalla, agar masy bisa tenang dan diarahkan sambil menunggu informasi berikutnya. Yooo Paten Informasi, komunikasi saat itu, walaupun alun Ado WA dan Sejenisnya.

Buya Masoed Abidin: Liau langsung terjun ke RRI masa itu pak Awe @⁨Awaluddin Awe⁩ basorak mintak seluruh mik Musajik menyiarkan kabar RRI. Masyarakat jadi tenang. Ini pengalaman hebat pak Awe. Wassalam

Dheri Granat: Yo buya….mak datuak @⁨Fauzi Bahar⁩ langsung ka rri…batamu samo ambo di situ kebetulan numpang ngetik…minta izin samo senior2 di rri….

Firdaus Ilyas: Mak Rumah Awe, Gub Saat itu lai di Pdg, tapi Gub Indak berlatar Komandan, dan labiah banyak teori menyelesaikan masalah Gampo, bahkan Para Pjbt Sumbar lah banyak bih lari ke indaruang samo Lubuak Minturun , tingga kito2 pejabat Bamper kota Pdg liau saat itu, harus menyakinkan Masy utk Baliak karumah, sebab rumah yg tingga lah mulai dijarah Urang.

Ade Edward Top100: Kito nan duduak disubalah pak FZ diruang siaran Deri.😄Memang sejarah yg menarik…. Kimendan harus berani spekulasi dalam keadaan minim sekali data

Buya Masoed Abidin: Buya disuruh untuak taushiyah di RRI Yo @⁨Ade Edward Top100⁩ hebat sangaik waktu nantun

Fauzi Bahar: Berkaca kaca mata menyimak pernyataan para Saksi Hidup bercerita ttg Gempa 2009,
Termasuk yg Buya mas’ud Abidin katakan, Pak Firdaus Ilyas, add AW, Mak De, Pak Dirwan ahmad, Abang Asnawi Bahar, Sdrku bahtul, AG, pak Erizal, Angt Dewan kita Pak Andre R,, add Miko Kamal, Pak Kaje ( Buku Pak Kaje perlu dicetak ulang ttg Gempa Pdg )

Patra Rina Dewi Top100: Kisah KOGAMI membangun kesiapsiagaan bersama Walikota Padang Fauzi Bahar bagaimana pak?

Sampai Pak Fauzi Bahar bisa bangga presentasi kesiapsiagaan kota Padang di depan Dandim se Indonesia setelah KOGAMI memfasilitasi penyusunan SOP Tanggap Darurat Gempa dan. tsunami kota Padang 😊

GEMPA yang mengingatkan kembali masyarakat kepada Fauzi Bahar itu terjadi pada Selasa, 25 April 2023 sekitar pukul 5.20 WIB.

Kepala BNPB Pusat melalu Abdul Muhari, PhD selaku Plt. Kapusdatinkom BNPB merilis Update Informasi Gempa M6.9 setelah diperbaharui berpusat di Kep. Mentawai. Sebagai berikut:

1. Peringatan dini tsunami sudah diakhiri oleh BMKG

2. Tim Reaksi Cepat BPBD provinsi Sumatra Barat/Kab/Kota masih melakukan pemantauan/kaji cepat dan pendataan di lapangan.

” Ketiga, Allhamdulillah Situasi masyarakat di Kota Padang kondusif. Keempat, sementara masyarakat Desa Sikabaluan (Kec. Siberut Utara) dan Desa Sigapokna (Kec. Siberut Barat) masih evakuasi dan bertahan di daerah ketinggian,”ujar Abdul Muhari, PhD dirilis updatenya itu.

Selain itu pada Lampiran Laporan Situasi dari PUSDALOPS BNPB
Kondisi Mutakhir

Kab. Nias:

Gempa dirakasan KUAT di Kab. Nias Selatan selama 3 – 5 Detik, Masyarakat di Kota Teluk Dalam melakukan pengungsian. Sampai 5.20 Wib, belum ada laporan kerusakan dampak dari gempa bumi

“Sedangkan hasil pantauan di Pelabuhan Teluk Dalam, terpantau air Laut Surut/tidak normal pasca gempa. “BPBD Kab. Nias Selatan jalankan prosedur penanganan situasi dengan menghimbau kepada warga untuk selalu waspada,” ujar. Plt Kapusdatinkom.

Kab. Kep. Mentawai :
Gempa dirasakan KUAT di Kab. Mentawai selama 3 – 5 Detik, Masyarakan Panik dan keluar rumahm Warga Kec. Siberut Barat, Kec. Siberut Barat Daya dan Siberut Utara Mengungsi ketempat yang aman atau dataran tinggi. Listrik saat ini Padam dan saat gempa.terjadi terjadi Hujan Lebat. Soal.kondisi terkini, BPBD Kab. Mentawai saat ini melakukan monitoring

Gempa dirasakan KUAT di Kota Padang selama ± 30 Detik, Masyarakat Panik dan sebagian melakukan pengungsian (Evakuasi Mandiri) sesat sireni masjid di daerah dekat pantai berbunyi. Dampak gempa, BPBD Kota Padang masih melakukan monitoring

Kab. Pasaman Barat
• Gempa dirasakan SEDANG di Kab. Pasaman Barat selama 3 – 5 Detik
• tidak terjadi kepanikan warga
• BPBD Kab. Pasaman Barat masih melakukan monitoring

Kab. Padang Pariaman:
• Gempa dirasakan SEDANG di Kab. Pasaman Barat selama 3 – 5 Detik
• Terjadi Kepanikan warga dan keluar rumah
• BPBD Kab. Pasaman Barat masih melakukan monitoring

Kab. Agam
• Gempa dirasajan KUAT di Kab. Agam selama 30 Detik
• Terjadi Kepanikan warga dan terdampat warga yang mengungsi di Kec. Tanjung Mutiara (Nagari Tiku Selatan dan Nagari Tiku V Jorong)
• BPBD Kab. Agam saat ini masih melakukan monitoring

*Kota Gunung Sitoli :*
• Gempa dirasakan KUAT di Kota Gunung Sitoli selama 10 – 15 Detik
• Terjadi kepanikan warga namun tidak ada pengungsian
• BPBD Kota Gunung Sitoli menghimbau kepada warga masyarakat untuk tetap waspada
• BPBD Kota Gunung Sitoli melakukan monitoring

“Secara umum per jam update, untuk Prov Sumatera Barat, belum mendapatkan informasi terkait dampak kerusakan maupun korban jiwa,” ujar Abdul Muhari, PhD.

KINI Fauzi Bahar sudah tidak jadi walikota lagi, tapi menjabat sebagai Ketua LKKAM Sumbar, dan kabarnya ikut mencaleg untuk DPPRI dari Partai Nasdem.

Sebagai sebuah peristiwa kemanusiaan, bagi Fauzi Bahar cerita mengenang aksinya di RRI memunculkan sentimen bahagia dihatinya. Sebab masyarakat masih mengenang dirinya. Padahal itu sudah terjadi lama, 2009 lalu.

“Mengungkap kenangan 2009 lalu merupakan THR bagi saya di lebaran 2023 ini. Saya merasakan kebahagian karena masyarakat masih mengingat saya. Terimakasih,” ujar Fauzi Bahar melalui sambungan internasionalnya kepada Harianindonesia, pada saat terjadi diskusi di Grup WA Top100 tentang aksi heroismenya di RRI itu. (*)

Awaluddin Awe (dari berbagai sumber)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *