Hj Zuarna Azzaino (Uncu Ana), istri (alm) Zainal Bakar Meninggal Dunia, Is Prima : Maafkan Ibu

  • Bagikan

PADANG (Harianindonesia.id) – Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulangkerahmatullah Hj Zuarna Azzaino alias Uncu Ana, istri almarhum H. Zainal Bakar SH, mantan Bupati Padang Pariaman dan Gubernur Sumbar, Selasa (5/9/2023) di Rumah Sakit M Djamil Padang.

Hj Zuarna Azzaino kelahiran 23 Desember 1943 di Sungai Sirah Padang Pariaman, berpulang pada pukul 01.23 WIB di RS M. Djamil Padang Sumbar setelah sebelumnya mendapatkan perawatan intensif dari dokter.

Jenazah akan disemayamkan di Rumah Duka JI. Kali Serayu No 5, Padang Baru, Sumatera Barat untuk selanjutnya dimakamkan di pandam pekuburan keluarga di Sungai Sirah. Jenazah dilepas oleh mantan Wakil Gubernur Sumbar Prof Ir Fachri Achmad MSc.

“Kami memohonkan maaf yang sebesar besarnya kepada handai tolan, karib dan kerabat, atau orang orang yang pernah berhubungan dengan almarhumah apabila ada kesalahan dari almarhumah selama hidupnya,” kata Dr Is Prima Nanda Putra, anak almarhumah saat melepas jenazah ibunda di kediamannya, di Padang, Selasa.

Dalam kesempatan terpisah, cucu almarhumah, Adhy Santoso MBA juga bermohon yang sama untuk almh neneknya. “Mohon diberi maaf nenek saya,” tulis Adhy.

Kabar berpulangnya salah satu perempuan terbaik dari Sungai Sirah, Sungai Limau Padang Pariaman ini juga tersebar luas dihampir semua WA Grup terkemuka di Sumbar dan rantau.

Almarhumah sejak mudanya dikenal sebagai suka bergaul. Uncu Ana adalah pribadi yang luwes, terbuka dan penyayang. Siapa saja yang bertemu almarhumah pasti merasa senang. Sebab Uncu Ana suka membantu sesama.

Istri pejabat

Sebagai istri pejabat, Uncu Ana dikenal mampu mengawal karir suaminya dengan baik.

Suami Ana, alm Haji Zainal Bakar SH adalah Gubernur Sumatra Barat ke-6 Masa jabatan 24 Februari 2000 – 14 Maret 2005 dan mantan Bupati Padang Pariaman ke-15 Masa jabatan
1990–1994

Alm Zainal Bakar meninggal pada 31 Juli 2012 dalam usia 71 tahun atau 11 tahun sebelum kepergian Uncu Ana. Alm Zainal kelahiran 16 Agustus 1940 di Pariaman, Sumatra Barat.

Zainal Bakar memulai karier sebagai pegawai negeri sipil (PNS) berpangkat III-A pada tahun 1967. Ia mendapatkan jabatan sebagai Kepala Biro Pemerintahan Sekretaris Wilayah Daerah (Setwilda) Kabupaten Agam pada 1968. Penjabat Sekretaris Wilayah Daerah (Pj. Sekwilda) Kabupaten Agam pada 1972. Dan menjadi Sekwilda Kabupaten Agam pada 1976.

SIMAK JUGA :  Sejarah Wahabi,Arab Saudi Serta Konspirasi Yahudi

Ia kemudian ditempatkan di Sekretariat Wilayah Daerah (Setwilda) Provinsi Sumatra Barat sebagai Kepala Biro Humas pada 1981, Kepala Biro Perekonomian pada 1983, Kepala Biro Pembangunan Daerah pada 1988, dan Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang) dan Kesehatan Rakyat (Kesra) pada 1989.

Pada 1990, Zainal terpilih sebagai Bupati Padang Pariaman berdasarkan pemilihan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Padang Pariaman. Namun, pada 1993, ia kembali ke provinsi dengan menjabat Sekwilda Provinsi Sumatra Barat.

Zainal pernah mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan Administrasi Departemen Dalam Negeri (Sespa Depdagri) Republik Indonesia Angkatan XI di Jakarta pada 1985.

Dia juga mengikuti Kursus Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 1995. Ia menerima kenaikan pangkat pembina utama IV-E pada 1996.

Pada 16 Maret 1999, Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid melantik Zainal Bakar sebagai Wakil Gubernur Sumatra Barat. Namun, pelantikan ini ditolak oleh gubernur Muchlis Ibrahim yang tidak mendukungnya. Muchlis merasa hanya merekomendasikan nama Kepala Bappeda Nurmawan saja. Muchlis Ibrahim mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan gubernur sehari sebelum pelantikan Zainal Bakar. Akhirnya jabatan Gubernur diserahkan kepada penjabat dari Depdagri Dunidja.

Pada 2000, Zainal Bakar terpilih sebagai Gubernur Sumatra Barat berdasarkan pemilihan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatra Barat. Ia dilantik menjadi gubernur pada 24 Februari 2000.

Dia didampingi oleh wakil gubernur Fachri Ahmad. Pada masa pemerintahannya dimulainya pembangunan Jalan Layang Kelok 9 dan Bandara Internasional Minangkabau.

Zainal Bakar menikahi Zuarna Azzaino. Mereka memperoleh tujuh orang anak bernama Is Prima Nanda, Sania Putra, Trimon Satari, Boy Richardson, Oky Parman, Y. Adriansyah Zain, dan Poetri Fitria.

Zainal Bakar meninggal dunia pada usia 71 tahun di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang pada 31 Juli 2012 pukul 07.35 setelah mengalami struk sejak 2006.

Jenazahnya dikuburkan di Pandam Pekuburan Keluarga Besar Rangkayo Ganto Suaro, Sungai Sirah, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman. (*)

Awaluddin Awe
dari berbagai sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *