Nama Indra Jaya Piliang Masuk Nominasi Bakal Calon Legislatif DKI Jakarta

  • Bagikan

BERKASIndra Jaya Piliang sedang menyerahkan berkasnya kepada Cak Konyak sebagai Bappilu DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Jumat (12/11). (foto : kredit pribadi IJP)

JAKARTA – Nama Indra Jaya Piliang, aktifis dan fungsionaris Partai Golkar diusulkan DPD Partai Golkar Jakarta Barat menjadi bakal calon legislatif DPRD DKI Jakarta bersama 30 nama calon internal Partai Golkar lainnya.

Nama tokoh muda perantau asal Pariaman ini diusulkan maju menjadi bakal calon anggota DPRD DKI Jakarta sesuai dengan hasil Rapimnas Partai Golkar tahun 2021 sekaligus memenuhi peraturan Partai Golkar tentang penugasan sebagai fungsionaris Partai Golkar DKI Jakarta.

Daftar nama Indra Jaya Piliang tertera dalam surat pengajuan nama bakal calon legislatif DKI Jakarta dari Pimpinan DPD Partai Golkar Jakarta Barat tertanggal 24 Oktober 2021 yang ditandatangani Ketua DPD Partai Jakarta Barat M Ricard Moertidjaya dan Sekretarisnya, Aloysius Fransiskus Edomeko.

Surat ini sekaligus merupakan pembatalan atas pengajuan nama nama bakal calon legislatif dan fungsionaris Partai Golkar DKI Jakarta pada surat DPD Partai Golkar Jakarta Barat tertanggal 23 Oktober 2021 sebelumnya.

Surat ini ditujukan kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar untuk kemudian dipilih dan ditetapkan sebagai Calon Anggota DPRD Partai Golkar DKI Jakarta dari Dapil Jakarta 10 pada Pileg 2024 mendatang.

Jumlah kursi dari Dapil 10 Jakarta Barat untuk DPRD DKI Jakarta sebanyak 12 kursi dari total keseluruhan 110 kursi DPRD DKI Jakarta.

Proses seleksi bakal calon anggota DPRD DKI Jakarta dari Dapil 10 Jakarta Barat yang terdiri Kecamatan Palmerah, Kecamatan Taman Sari, Kecamatan Grogol Petamburan, Kecamatan Kembangan dan Kecamatan Kebun Jeruk, akan dilakukan secara bertahap.

Pada Februari 2022 dari total 200 persen nama akan dijaring jadi 24 calon, pada Oktober 2022 dari 150 persen nama akan dijaring jadi 18 calon dan terakhir pada Februari 2023 dari 100 persen nama akan dijaring 12 nama sebagai calon tetap anggota DPRD DKI Jakarta.

Kursi Golkar Nol

Perjuangan Partai Golkar dari Dapil 10 Jakarta Barat untuk DPRD DKI Jakarta dinilai relatif berat. Sebab pada saat ini kursi Partai Golkar dari Jakarta Barat di DPRD DKI Jakarta nol.

Pada Pemilu Legislatif terakhir pada tahun 2019, calon anggota DPRD Partai Golkar dari Dapil 10 hanya meraih 35 ribu suara, atau berselisih 10 ribu suara dari kursi terakhir yang diraih Caleg PAN dengan total 45 ribu suara.

SIMAK JUGA :  Aziz Syamsuddin Akhirnya Mundur dari Wakil Ketua DPR RI, Status di Partai Golkar Non Aktif

Akan tetapi dimata Indra Jaya Piliang yang kerap dipanggil dengan nama IJP ini, kondisi itu tidak terlalu berat. Alasannya, Partai Golkar pernah jaya di Dapil 10 pada Pemilu 2009 dan 2014.

“Saya yakin Partai Golkar akan rebound di dapil 10 dan dapil Jakarta lainnya. Alasan saya, dengan majunya Ketum DPP Partai Golkar sebagai Capres atau minimal Cawapres akan memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan perolehan kursi Partai Golkar di semua tingkatan Pileg,” kata Indra Jaya Piliang kepada Kabarpolisi Media Grup (KMG) Jakarta, Jumat (12/11).

Selain itu, kata IJP, dengan masuknya dirinya sebagai salah satu bakal calon dan insyaallah apabila dipercaya masuk menjadi calon anggota DPRD DKI Jakarta dari Dapil 10 akan mengubah eskalasi politik pemilihan caleg partai, termasuk bagi Partai Golkar.

Alasan IJP, Dapil 10 adalah basis massa yang secara politik sudah menjadi ladang garapannya dalam peristiwa politik pileg, pilgub dan Pilpres sebelumnya.

“InsyaAllah dengan munculnya nama saya sebagai bacaleg dan insyaAllah jadi Caleg DPRD DKI Jakarta akan memberikan angin bagus Partai Golkar, apalagi dengan majunya Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto jadi Capres atau minimal Cawapres, maka akan lebih mendorong lagi perolehan kursi DPRD dari Dapil 10 Jakarta Barat,” papar salah satu tokoh muda reformasi ini.

Indra Jaya Piliang selain merupakan kader, aktifis dan fungsionaris Partai Golkar sejak masa Ical jadi Ketum DPP Partai Golkar, juga dikenal sebagai tokoh muda orang Minang di Jakarta.

IJP termasuk salah satu tokoh Minang yang aktif melakukan pembelaan terhadap para pedagang di Tanah Abang dan Grogol serta kawasan lainnya.

Indra berniat jika lolos menjadi anggota DPRD DKI Jakarta akan banyak melakukan terobosan untuk perbaikan DKI Jakarta, setelah ibukota dipindahkan ke Kalimantan.

Mantan Calon Walikota Pariaman ini optimistis dengan pandangannya bahwa dengan APBD Rp100 triliun, DKI Jakarta bisa mengoptimilisasi pemanfatan dana yang beredar di DKI Jakarta dari 10 hingga 12 ribu triliun setiap tahunnya untuk pembangunan daerahnya.

“Pokoknya kita akan buat Jakarta menjadi kota berkelas setelah ditinggal dari ibukota Republik Indonesia,” kata alumni Universitas Indonesia ini mengakhiri perbincangan. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *