Ketum DPP PEKAT IB Daulat Novendri Yusdi Jadi Wakil Ketua DPW Jawa Timur

  • Bagikan

KETUA Umum DPP PEKAT IB Markoni Koto SH (kiri) bersama Wakil Ketua DPW PEKAT IB Jatim Novendri Yusdi SH (kanan). (Foto : kredit Novendri Yusdi)

Jakarta, Harianindonesia.id – Ketum Umum DPP Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Markoni Koto SH memberikan kepercayaan kepada Advokat Novendri Yusdi menjadi Wakil Ketua DPW Jawa Timur periode 2022-2027.

“Saya bersyukur mendapatkan kepercayaan menjadi Wakil Ketua DPW Pekat IB Jawa Timur untuk masa kerja 2022-2027 langsung oleh Ketua Umum DPP Pekat IB Markoni Koto SH,” ujar Novendri Yusdi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/11).

Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu PEKAT IB merupakan organisasi masyarakat yanh dibentuk dengan tujuan membantu pelaksanaan program pemerintah serta bersinergi dengan aparatur negara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

PEKAT IB berorientasi melanjutkan perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan sebagai pelaksana Pancasila dan pembukaan UUD 1945.

Selain itu, Ormas PEKAT IB juga mendukung pemerintah dalam memberikan rasa aman pada seluruh masyarakat Indonesia dalam meningkatkan wawasan kebangsaan, kesadaran bela negara untuk menjaga keamanan nasional.

Novendri Yusdi, S.H menuturkan bahwa dirinya sengaja diundang khusus oleh Ketum PEKAT IB Markoni Koto, S.H ke markasnya di kawasan Harmoni, Jakarta untuk memperkuat jajaran pengurus di wilayah Jawa Timur.

“Ternyata hal ini bak gayung bersambut dengan kesediaan Novendri Yusdi, S.H yang berprofesi sebagai Advokat di Surabaya,” ungkap Ketum PEKAT IB Markoni Koto.

Dijelaskan Markoni Koto, bahwa dijaman serba teknologi PEKAT IB harus mampu mengembangkan kreatifitas, inovasi dan hubungan baik. Sebab ketiga hal ini tidak bisa digantikan oleh mesin.

SIMAK JUGA :  Toleransi Umat Beragama, Komunitas Gus Durian Kunjungi Gereja

Senada dengan Markoni, Novendri Yusdi, juga memberikan pandangan bahwa anggota organisasi sudah sepatutnya menciptakan mindset senasib sepenanggungan sebagai warga Indonesia.

“Perlu kita tanamkan untuk tujuan bersama dalam membangun persatuan. Keberagaman adalah sunatullah, persatuan dan kesatuan merupakan prioritas utama dalam mewujudkan kemaslahatan umat,” ujar Novendri Yusdi, S.H. yang akrab disapa Lery ini mengakhiri. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *