Gubernur Irianto Pastikan Pembangunan PLTA Sungai Kayan Dimulai 2018

  • Bagikan

CHINA, harianindonesia.id ~ Di hari kedua pertemuan bilateral Kerjasama Indonesia – China dan Seminar Pembiayaan Pembangunan atau Seminar on Development Finance & China-Indonesia Cooperation yang difasilitasi oleh China Development Bank (CDB) di Beijing, Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie berkesempatan menyampaikan presentasi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan program skala prioritas yang sedang dan akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Diantaranya, adalah mengenai pembangunan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) dan progres pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning – Mangkupadi.

“Untuk pembangunan PLTA di Sungai Kayan, bisa dipastikan Insya Allah bakal dimulai tahun depan (2018) Kepastian itu, setelah pihak investor, dalam hal ini PT Kayan Hidro Energi (KHE) akan mendapat dukungan dana, salah satunya dari CDB”, tulis Irianto Lambrie, melalui akun facebooknya, Selasa (21/11/2017).

Dikatakan, tahun depan direncanakan akan mobilisasi alat dan persiapan pembangunan konstruksi bendungan. Ia menambahkan, PLTA dianggap penting, dan harus disegerakan pembangunnya,, karena desakan para investor yang akan berinvestasi di KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi.

“Energi listrik, menjadi kunci utama berjalannya investasi. Selain pembangunan PLTA, proyek-proyek strategis lainnya yang saya paparkan dalam pertemuan tadi, juga akan dibiayai oleh CDB, utamanya yang berkaitan dengan pembangunan sarana infrastruktur di Kaltara”, tandas orang nomor satu di Kaltara ini.

Selain memaparkan progres KIPI Tanah Kuning – Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, Gubernur juga menyampaikan perkembangan terakhir tentang pembentukan badan pengelola.

“Untuk Badan Pengelola ini, nanti polanya bisa swasta murni, bisa pemda murni, bisa gabungan pemda/swasta. Atau bisa gabungan pemda/swasta/pemegang HGU”, ulasnya.

Membentuk badan pengelola, terkait KIPI, Pemprov Kaltara juga telah melakukan facibility studi (FS) untuk kawasan dan FS pelabuhan yang ditargetkan tahun ini selesai. Kemudian lanjut tahun depan, membuat Detail Engineering Desaign (DED) kawasan dan pelabuhannya, serta Amdal.

SIMAK JUGA :  Gubernur Kaltara Menginginkan KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi Di Bangun Seperti Suzhou

Agus Tomadio

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *