Gubernur Kaltara Menginginkan KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi Di Bangun Seperti Suzhou

  • Bagikan

CHINA, harianindonesia.id ~ Setelah tiga hari Gubernur Kaltara, kemarin Kamis (23/11/2017) melakukan pertemuan di Beijing, hari ini delegasi Indonesia, yang terdiri dari perwakilan Kemenko Ekonomi, Kemenko Maritim, Kementerian PPN/Bappenas, Kemenhub, BKPM, serta dari provinsi yang masuk dalam GMF-BRI atau One Bell dan One Road Invitation antara China dan Indonesia, serta para pengusaha lokal.

Para delegasi Indonesia termasuk Gubernur Dr. H. Irianto Lambrie, diajak oleh pihak China Development Bank (CDF) untuk meninjau dan belajar di kawasan industri, Suzhou Industrial Park.

“Ke Kota Suzhou, kami tempuh perjalanan selama 5 jam dari Beijing dengan menggunakan kereta listrik. Kota berpenduduk kurang lebih 1,2 juta jiwa ini, sangat modern, namun tertata rapi, bersih dan indah. Tidak ada kemacetan”, tulis Gubernur Irianto melalui akun facebooknya, Kamis (23/11/2017).

Lebih jauh Irianto menjelaskan, Suzhou Industrial Park yang di kunjungi tersebut sudah dimulai pembangunannya sejak 1994. Ditambahkan, saat ini telah terbentuk sebuah kawasan industri di atas lahan seluas 25.000 hektare (Ha), sama dengan luasan yang disiapkan untuk Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kaltara.

“Industri yang ada si Suzhou Industrial Park bergerak di produk-produk manufakturing, dry port, produk IT, furniture, bio madicine, teknology aquiment dll. (bukan industri berat). Di situ ada Pelabuhan di sungai dan ramah lingkungan”, tandas Irianto.

Dikatakan, Suzhou Industrial Park dibangun atas kerjasama China-Singapura yang dimulai sejak tahun 1994. Dengan pendanaan dari CDB (China Development Bank).

“Saya menginginkan untuk di KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi juga dibuat begini. Yaitu atas kerjasama Indonesia-China. Di dekat kawasan industri tersebut, juga terbangun sebuah kota baru yang cantik, rapi dan bersih”, pungkasnya.

SIMAK JUGA :  Bondan "Makyuss" Winarno Tutup Usia

Orang nomor satu di Kaltara ini juga mengatakan, penataan kota dibuat dan dibentuk sedemikian rupa, dengan tetap berbudaya khas kota tua Suzhou yang berbasis danau dan sungai. Hampir sama dengan Tanjung Selor.

“Harapan kita, dan bukan hal tidak mungkin, kita optimis ke depan Kaltara, utamanya Tanjung Selor bisa seperti di Suzhou”,. harap mantan Sekdaprov Kaltim ini.

Agus Tomadio

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *