Ganjar Raih Peringkat Suara Teratas di Gen Z, Puan Maharani Mulai Gencar Safari Politik Capres

  • Bagikan

JAKARTA, Harianindonesia.id – Sebuah survei terbaru yang dilakukan Litbang Kompas dengan sumber kalangan Generasi Z menempatkan elektibilitas Ganjar Pranowo berada paling atas membawahi Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Berdasarkan hasil survei itu, elektibilitas Ganjar Pranowo mencapai 31 persen, disusul Prabowo Subianto 28,2 persen, dan terakhir Anies Baswedan dengan tingkat elektibilitas di mata generasi Z hanya 8,2 persen.

Sisanya, sebanyak 22,7 persen responden dari kalangan gen z tidak menjawab serta 9,9 persen menjawab lainnya.

Survei menyasar kalangan pemilih pemula yang dilakukan Tim Litbang Kompas berusia mulai dari 17 hingga 25 tahun.

Tetapi berbeda hasilnya dengan elektabilitas tiga capres di kalangan pemilih milenial, nama Capres Prabowo malah menempati urutan teratas dengan perolehan suara 28 persen, baru disusul Ganjar Pranowo dengan perolehan suara 21,3 persen, diikuti Anies berada di posisi ketiga dengan tingkat elektabilitas sebesar 11,8 persen.

Dari survey kelompok milinial ini, sebanyak 11,8 persen responden menjawab lainnya dan 27,1 persen responden tidak menjawab.

Selain meraup suara besar di kalangan milenial, Capres Prabowo juga berhasil meraup keunggulan dari kelompok pemilih generasi Y madya atau yang berusia 34-41 tahun.

Elektabilitas Prabowo di kelompok pemilih ini mencapai 28,1 persen dan disusul Ganjar dengan persentase mencapai 23,8 persen, terakhir Anies berada di tempat ketiga dengan proporsi keterpilihan sebesar 13,6 persen.

Sementara, 8,9 persen responden menyatakan memilih lainnya dan rahasia 25,6 persen.

Survei yang dilakukan Litbang Kompas secara periodik ini digelar melalui wawancara tatap muka sejak 27 Juli-7 Agustus 2023 lalu.

Survei dilakukan terhadap 1.364 responden yang dipilih secara acak dengan menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.

Metode ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error penelitian lebih kurang 2,65 persen.

Terus Safari Dukungan Capres Ganjar

Sementara itu Ketua DPP PDIP Puan Maharani terus melakukan safari politik ke sejumlah tokoh politik. Hari ini, Puan dijadwalkan akan berkunjung ke kediaman Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) di Jakarta Selatan.

Kabar kunjungan Puan dibenarkan Ketua DPP PDIP, Said Abdullah. Said mengatakan rencananya Puan akan datang sekitar pukul 12.00 WIB di kediaman JK, kawasan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Iya [Puan akan berkunjung ke kediaman Jusuf Kalla],” kata Said seperti dikutip kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/10).

Tetapi Said tidak memaparkan detail apa yang akan dibahas dalam rencana kunjungan tersebut.

Jusuf Kalla sendiri mengaku tidak mengetahui rencana Puan berkunjung ke kediamannya tersebut. “Oh, enggak tahu. Saya janjian dengan banyak orang,” ujar JK di Ritz Carlton.

Berdasarkan catatan, Puan dalam beberapa pekan terakhir mulai kembali rutin melakukan safari ke beberapa elite politik di Indonesia jelang Pilpres 2024.

Sebelumnya, dia juga sempat bertemu politikus senior Partai Golkar sekaligus Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan pada 25 September lalu. Tiga hari setelahnya, dia juga sempat berkunjung ke mantan Kepala BIN AM Hendropriyono.

Putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu pun beberapa kali mengunggah momen pertemuan tersebut lewat akun Instagram pribadinya. Namun, dia tak mengungkap jelas topik pembahasan dalam pertemuan itu.

SIMAK JUGA :  Lebih Rp 108 Triliun, Menko Polhukam : Negara akan Buru Aset BLBI

Di partainya, PDIP, Puan ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Tugas itu resmi diberikan ibunya selaku Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Puan membawahi sejumlah tim bentukan lain di internal PDIP, salah satunya Tim Koordinator Relawan Pemenangan Ganjar yang dipimpin Ahmad Basarah dan Adian Napitupulu.

Dari perkembangan lain diperoleh kabar bahwa Menko Polhukam Mahfud MD dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawasa disebut telah bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait nama keduanya yang berpotensi kuat menjadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Saat dikonfirmasi, Mahfud mengakui dirinya telah bertemu Megawati. Namun, dia menyebut pertemuan tak pernah membahas soal tawaran menjadi cawapres Ganjar bersama perempuan yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu.

“Kalau bicara dengan Ibu Mega ya urusan ideologi, konstitusi, gitu aja. Dan itu sering dilakukan,” ujar Mahfud di Gedung MKRI, Jakarta Pusat, Selasa (3/10).

“Saya ini Menko Polhukam. Sering ketemu Pak Anwar Usman (Ketua MK), Pak Mardiono (Plt Ketum PPP), Pak Airlangga (Ketum Golkar yang juga Menko Perekonomian), Bu Mega, sering ketemu lah. Kan, sering ada acara-acara kenegaraan juga,” imbuhnya.

kabar pertemuan Megawati dengan Khofifah Indar Parawansa juga telah dikonfirmasi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Menurut Hasto, Megawati sudah beberapa kali bertemu dengan Khofifah.

Hasto lalu merinci beberapa pertemuan Megawati dengan perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.

Hasto mengatakan Megawati sempat bertemu Khofifah di sela acara pertemuan kepala desa di GBK, Jakarta, pada Maret lalu.

Dua bulan kemudian, sekitar Juli, Megawati bahkan sempat melawat ke Surabaya saat acara penanaman pohon mangrove.

“Pertemuan Ibu Mega dengan Ibu Khofifah kerap berulang kali, ada pertemuan pada saat pertemuan para kepala desa seluruh Indonesia. Ada pertemuan juga pada saat meninjau mangrove,” kata Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Selasa.

Hasto tak membantah bahwa cawapres Ganjar telah mengerucut ke beberapa nama yang telah beredar seperti Mahfud MD, Khofifah, hingga Ketua Bappilu PPP Sandiaga Uno.

Namun, dia menegaskan PDIP membuka peluang cawapres Ganjar merupakan nama baru yang belum beredar.
“Nama-nama tidak jauh dari yang beredar tetapi secara empiris 2019, tiba-tiba juga bisa muncul nama yang baru,” katanya.

Kabar pertemuan Khofifah dan Mahfud dengan Megawati sebelumnya disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy. Romy, sapaan akrabnya, menyebut pertemuan Megawati dengan Mahfud dan Khofifah dilakukan secara terbatas di waktu yang berbeda.

“Yang saya dengar, nama keduanya memang beredar [jadi kandidat bacawapres Ganjar] setelah keduanya diterima secara terbatas pada kesempatan terpisah oleh Ibu Mega,” kata Romy.

Sebagai rekan partai pengusung Ganjar bersama PDIP, PPP telah mengusulkan nama Sandiaga Uno sebagai cawapres. Namun, nama Menparekraf itu belakangan disebut-sebut telah keluar dari daftar cawapres yang potensial terpilih untuk mendampingi Ganjar di Pilpres 2024. (*)

Awaluddin Awe,
dari berbagai sumber (diolah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *