Ganjar Didoakan Tiga Tokoh Agama di Maluku Menjadi Presiden Indonesia, Berharap Indonesia menjadi zebih Baik

  • Bagikan

Momen Capres Ganjar Pranowo menyediakan punggungnya ditulisi harapan masyarakat Maluku terhadap dirinya jika terpilih jadi Presiden, pada Hajatan Rakyat Maluku di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (29/1/2024). (Foto : TPNGM)

MALUKU, Harianindonesia.id – Tiga tokoh agama di Maluku, Islam, Kristen dan Kristen Protestan mendoakan Ganjar Pranowo menjadi pemimpin dan Presiden di Indonesia bersama wakilnya Mahfud MD.

Ketiga tokoh agama di Maluku memanjatkan doa untuk Ganjar Pranowo pada Hajatan Rakyat Maluku di Lapangan Merdeka Ambon, Provinsi Maluku, Senin (29/1/2024).

Dalam doanya, tokoh agama Islam memohon agar Indonesia dijauhkan dari berbagai perpecahan di tengah kontestasi Pemilu 2024, dan memohon Allah SWT memilih pemimpin yang mencintai perbedaan, kemajemukan, dan dapat menyejahterahkan rakyat Indonesia.

Sementara itu, rohaniwan Katolik mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah mengirimkan Ganjar-Mahfud sebagai calon pemimpin NKRI.

Dalam doanya, tokoh Katolik mengungkapkan kerinduan rakyat pada pemimpin yang baik dan benar. Ia juga memohon kepada Tuhan agar Ganjar-Mahfud menjadi Presiden dan Wapres, yang memajukan seluruh rakyat.

Sedangkan Pendeta Ricko Rikumahu, Ketua Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) Kota Ambon, meminta penyertaan Tuhan dan memberikan berkat kepada Ganjar-Mahfud.

“Kami berdiri di sini bersama masyarakat Maluku, para relawan, dan partai pendukung, karena itu kami minta Tuhan meneguhkan Pak Ganjar dan Pak Mahfud sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Tahun 2024. Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, Amin,” kata Pendeta Ricko Rikumahu.

Hadiri Hajatan Rakyat Maluku

Capres Ganjar Pranowo berada di Maluku dalam rangka menghadiri Hajatan (Harapan Jutaan) Rakyat Maluku untuk Ganjar Pranowo dan Prof Mahfud MD menjadi Presiden dan Wakil Presiiden Indonesia melalui Pilpres 2024.

Saat menyampaikan pidato di depan ribuan massa yang menghadiri Hajatan Rakyat itu, Ganjar memuji tradisi Pela-Gandong Maluku menjadi contoh perdamaian bagi Indonesia bahkan dunia.

“Saya belajar betul dari tradisi dan budaya yang ada di Maluku, bagaimana masyarakat di sini sangat taat mengikuti budaya, tata krama, dan kekerabatan yang ada. Tradisi Pela-Gandong ini menjadi contoh tidak hanya bagi Indoensia, juga dunia,” ujar Ganjar.

Menurut dia, Pela-Gandong yang mengajarkan sikap hormat-menghormati antarsaudara meski berbeda agama, menjadi bukti warisan leluhur Maluku, yang sangat menghargai keberagaman dan mencintai kerukunan antar umat beragama.

“Tradisi hormat-menghormati seperti Pela Gandong membikin kami iri. Betapa indahnya hidup di negeri ini, maka tidak salah kalau disebut Ambon Manise, karena memang manis semuanya,” kata Ganjar yang langsung disambut teriakan dan gelak tawa dari masyarakat yang memenuhi Lapangan Merdeka.

Dia menambahkan, kerukunan itu pula yang membuat orang-orang Maluku selalu memancarkan kebahagiaan lewat senyum manis, juga seni musik, dan suara emas.

“Ada kebahagiaan yang selalu ditunjukkan, maka lihatlah orang Ambon suaranya pasti merdu dan bagus, mereka bisa bikin hati bahagia dengan nyanyiannya,” ujar Ganjar.

Ganjar pun mencurahkan rasa cintanya kepada Maluku dengan ucapan ‘I love you Maluku’, yang disambut riuh oleh puluhan ribu orang yang memadati lokasi acara. Masyarakat tak tinggal diam dan membalas dengan teriakan, ‘We love you Pak Ganjar’.

SIMAK JUGA :  Gugatan Gelar Perkara Terhadap Pembangunan Pasar Terapung Tehoru Dipending

“I love you Maluku,” ucap Ganjar kepada puluhan ribu orang yang hadir di acara tersebut.

“We love you Pak Ganjar,” teriak masyarakat.

Komit Jaga Stabilitas Harga Sembako

Dalam kesempatan ini, Ganjar Pranowo juga menyampaikan komitmennya untuk menurunkan harga bahan pokok yang cenderung terus menaik, termasuk harga beras.

“Ada tiga hal yang menjadi perhatian kita, bagaimana kita menciptakan lapangan pekerjaan yang baik, bagaimana harga-harga bisa turun, termasuk harga beras,” kata Ganjar.

Masyarakat pun menyambut baik dan riuh komitmen Ganjar tersebut. Ganjar pun menanyakan harga beras kepada masyarakat yang hadir. Masyarakat mengungkapkan harga beras mencapai Rp 18 ribu.

“Berapa harga beras disini hari ini?” tanya Ganjar.

“Harganya mahal pak, naik. HarganyabRp 18 ribu, Pak,” jawab salah seorang ibu.

Mendengar jawaban tersebut, Ganjar menyatakan akan berusaha menjaga stabilitas harga bahan pokok, membuat petani untung dan masyarakat terjangkau daya belinya. Hal itu dengan berbagai program yang disiapkan Ganjar.

“Mahal sekali. Itu hal yang hari ini mesti kita turunkan,” tegas Ganjar.

Tak hanya itu, Ganjar kembali mengungkapkan pentingnya program 1 keluarga meskin 1 sarjana untuk peningkatan SDM dibidang pendidikan dan upaya integral dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

Ganjar juga menuturkan program penghapusan hutang/kredit macet yang dialami oleh petani dan nelayan, serta peningkatan produksi dan penjualannya, hingga pembangunan yang merata di seluruh Indonesia.

Masyarakat Tuliskan Harapan di Punggung Ganjar

Sementara itu, Masyarakat Maluku menyampaikan harapannya kepada Ganjar Pranowo. dengan menuliskannya di punggung Ganjar yang diwakili dua orang, yaitu penyandang disabilitas bernama Diva. Ia menuliskan tentang akses fasilitas yang ramah dan mendukung untuk kaum disabilitas.

“Harapan disabilitas kepada calon presiden kita, akses disabilitas layanan yang ramah,” ucap pembawa acara membacakan tulisan Diva saat acara ‘Hajatan Rakyat Maluku’ yang digelar di Jl. Pattimura No.1, Uritetu, Kec. Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Senin (29/1/2024).

Harapan berikutnya dituliskan oleh Karel Albert. Ia menuliskan soal cabut moratorium pemekaran wilayah untuk Maluku, menjaga demokrasi, menurunkan kemiskinan hingga pembukaan lapangan pekerjaan.

“Kami percaya Pak Ganjar bisa memikul harapan itu,” ucap pembawa acara mewakili masyarakat Maluku.

Sementara itu, Ganjar menyatakan akan mewujudkan harapan itu, di antaranya dengan program yang telah disiapkan, seperti 17 juta lapangan pekerjaan.

Kemudian untuk kaum disabilitas, di antaranya dengan memberikan mereka akses mulai dari transportasi, pendidikan, keterampilan pengembangan diri, termasuk permodalan.

“Dari penyandang disabilitas yang berharap mereka akan bisa mendapatkan akses seperti yang lain. Kedua lapangan pekerjaan, ada juga soal manajemen pengelolaan pemerintahan daerah seperti daerah otonom baru di daerah di ujung-ujung Indonesia yang menurut mereka tidak di moratorium. Saya kira ini ide-ide masukkan yang ada dari bawah,” tutur Ganjar seusai kegiatan. (*)

Editor : Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *