Beranda BERITA UTAMA Asap Makin Bahaya, Pengamat Ini Tagih Janji Jokowi Copot Kapolda dan Pejabat...

Asap Makin Bahaya, Pengamat Ini Tagih Janji Jokowi Copot Kapolda dan Pejabat Militer

Dewinta Pringgodani SH, MH


Jakarta, Harian Indonesia ID
— Kabut asap imbas dari kebakaran hutan dan lahan memasuki fase berbahaya dibeberapa daerah, terutama Riau dan Kalimantan Tengah. Sesuai dengan janjinya Presiden diminta untuk mencopot pimpinan kepolisian dan pejabat militer di daerah tersebut.

“Yang berjanji dulu Presiden Jokowi. Wilayah mana yang sampai terjadi asap dan sudah merasakan masyarakat, akan mencopot Kapolda, Komandan Korem dan Pangdam. Nah sekarang Riau kondisinya dikepung asap hanya jarak pandang 300 meter. Mana janji Jokowi ini,” kata Rr. Dewinta Pringgodani, SH, MH pengamat hukum, politik dan keamanan kepada harianindonesia.id tadi siang di Jakarta.

Menurut Dewi, sudah sepantasnya Presiden Jokowi membuktikan kepada rakyat Indonesia bahwa dirinya serius dalam penanganan Karhutla. Ini dapat dibuktikan dengan mencopot jabatan Kapolda Riau dan Komandan Korem 031 Wira Bima.

“Bukan hanya Riau, beberapa daerah yang gagal mengatasi kabut asap juga harus dicopot pejabat kepolisian dan militernya. Bukankah itu janji presiden dan kini rakyat menagih janji itu,” kata wanita cantik kelahiran Solo, Jawa Tengah ini.

“Nah, datang Pak Jokowi ke Riau sambil nengok asap dan para korban asap. Saat kunjungan itulah, jabatan Kapolda dan Danrem di Riau langsung dicopot. Jangan cuma sekedar ancaman semata. Dari dulu cuma ancaman saja, tolong buktikan pada rakyat sekarang juga,” kata Dewi.

Menurut Dewi, tanpa ada pencopotan jabatan, karena gagal penanggulangan bencana asap, maka tampuk pimpinan di daerah tidak akan ada yang serius bekerja. Sebab, bertahun-tahun lamanya, belum ada bukti nyata presiden menepati janjinya mencopot pejabat di daerah yang ada bencana asap.

“Kalau tidak ada pencopotan para kapolda dan danrem, maka terbuktilah bahwa kalau selama ini hanya sekedar basa basi presiden saja. Rakyat sekarang butuh janji yang benar bukan janji palsu,” kata Dewinta Pringgodani.

Mencopot jabatan Kapolda dan Danrem, kata dia, memang tak langsung asap hilang dari Riau ini, tapi paling tidak ini sebagai bentuk komitmen atas kegagalan penanggulangan Karhutla di Riau dan daerah lainnya. (Mustain)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here