oleh

Ruas Tol Pekanbaru – Bangkinang Selesai 55 Persen dalam Waktu 10 Bulan

PEKANBARU – PT Hutama Karya berhasil memburukan pekerjaan jalan tol Pekanbaru – Bangkinang lebih cepat dari target awal meskipun penetapan Penlok terlambat. Sampai saat ini progres fisik jalan tol tersebut sudah mencapai 55 persen dari total panjang jalan tol 40 Km.

“Meskipun Penetapan Lokasi (Penlok) baru keluar 19 Desember 2019 dan kontrak diteken Maret 2020, berkat Ridho Alloh SWT pekerjaan diberi kelancaran dan kami berhasil mencapai progres pekerjaan sebesar 55 persen pada Desember 2020 lalu,” jelas Project Director Jalan Tol PKU – Bangkinang, Bambang Eko di Pekan Baru, awal pekan lalu.

Jalur tol PKU – Bangkinang adalah salah satu seksi Jalan Tol PKU – Padang sepanjang 250 Km. Selain jalur PKU – Bangkinang, saat ini juga sedang dilakukan pekerjaan fisik jalur tol Bangkinang – Pangkalan sepanjang 38 Km dari total 60 Km dan Padang – Kapalo Hilalang sepanjang 36 Km.

Jalur Tol PKU – Bangkinang merupakan mainroad tol Sumatera di Riau yang nantinya akan berintegrasi dengan jalan tol Pekanbaru – Rengat, namun belum dilakukan pekerjaan fisiknya.

Jalur tol PKU – Padang direncanakan tuntas pembangunannya menjelang tahun 2024 dan ditargetkan mampu menampung arus lalulintas harian mencapai 7.000 kendaraan per hari dengan tarif Rp1000 per Km.

Namun pembangunan jalur tol PKU – PDG diperkirakan masih akan menghadapi kendala serius di wilayah Sumbar. Sebagai contoh pembangunan Seksi tol Padang – Sicincin sampai saat ini baru selesai 4,7 Km sejak mulai dibangun tiga tahun lalu. Salah satu sebabnya adalah susahnya membebaskan lahan.

Bambang Eko menjelaskan progres pembangunan jalan tol PKU – Bangkinang sebesar 55 persen tersebut hanya memakan waktu sekitar kurang lebih 10 bulan sejak kontrak ditandatangani.

Salah satu faktor yang mendukung percepatan progres jalan tol ini adalah dukungan dari Bupati Kampar Catur Sugeng yang menghibahkan aset tanah pemda ke jalan tol sepanjang 1,8 km pada saat awal proyek akan dimulai.

“Dengan adanya hibah tanah dari Bupati Kampar itulah kami memulai pekerjaan jalan tol PKU – Bangkinang sehingga sampai saat ini sudah berhasil mencapai progres 55 persen atau sepanjang 27 Km,” jelas Bambang.

Dia optimistis pekerjaan jalan tol ini akan selesai dalam tahun 2021. Sebab sejauh ini pihaknya belum ada menghadapi kendala teknis dan operasional, termasuk oleh gangguan dari pihak eksternal.

Dalam mengerjakan proyek tol ini, kata Bambang, pihaknya selalu membangun komunikasi terbuka dengan masyarakat setempat plus kalangan ormas, tokoh adat dan bahkan jajaran kepolisian dan TNI.

Selain melaksanakan pekerjaan fisik tol, PT Hutama Karya juga terus menyalurkan CSR kepada masyarakat sekitar dalam bentuk jalan lingkungan, mesjid, rumah ibadah dan anak yatim. Selain juga memberikan bantuan bagi masyarakat yang terpapar Covid -19.

“Intinya kami juga memperhatikan kehidupan sosial masyarakat di sekitar lokasi proyek tol yang sedang dikerjakan, sehingga progres pekerjaan bisa berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Jika ada persoalan muncul terkait reaksi masyarakat atas pekerjaan jalan tol kami kembalikan kepada tokoh masyarakat menyelesaikannya,” papar profesional jalan Tol di Hutama Karya ini.

Menurut Bambang Eko, pembangunan struktur jalan tol PKU – Bangkinang sepanjang 40 Km terdiri dari 5 km dalam bentuk galian dan 35 km berupa timbunan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan elevasi jalan akibat perbedaan dasar jalan tol.

Untuk mendukung kebutuhan Amdal jalan tol, terutama dari ancaman banjir, khusus di jalur tol yang digali, PT HK juga membangun sebanyak 79 box drainase yang berinteraksi langsung dengan sungai di kawasan dekat jalur tol.

Pembangunan jalan tol PKU – Bangkinang akan menelan investasi Rp3, 1 triliun dengan komposisi 70 persen modal PT HK dan 30 persen dana penempatan pemerintah.

Dalam pekerjaan tol ini, PT HK menggandeng 19 subcon yang sebagian besar merupakan perusahaan lokal terdiri dari pekerjaan beton dan suplay material lainnya.

Selain membangun ruas tol, PT HK juga membangun kawasan rest area di Km 36 di atas areal seluas 6 hektar dan pintu gerbang di Km 40 atau diperbatasan jalur tol PKU – Bangkinang dan Bangkinang – Pangkalan.

PT HK juga membangun pintu masuk sementara di STA 9 atau di kawasan perpotongan jalan nasional dan jalan tol PKU – Bangkinang guna melayani akses jalan masyarakat di kawasan Sungai Pinang ke Pekanbaru.

PT HK juga membangunkan jalur berkendaraan roda dua (fronttage) disepanjang jalur pemukiman masyarakat menuju jembatan penyeberangan jalan tol. Tetapi Bambang Eko tidak menjelaskan berapa panjang fronttage yang dibangun tersebut.

(Awe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed