Perbedaan Efikasi Vaksin Moderna, Sinovac dan AstraZaneca

  • Bagikan

JAKARTA – Vaksin Covid-19 merek Moderna belakangan ini menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Berikut fakta perbedaan efikasi Vaksin Moderna, Sinovac dan AstraZaneca.

Vaksin Moderna awalnya hanya untuk disuntikan kepada para tenaga kesehatan yang berjuang untuk memutus mata rantai Covid-19 di Indonesia.

Lantas seperti apa keunggulan Vaksin Moderna dari AS itu dalam menangani Covid-19?

Dikutip Jurnal Medan dari kanal YouTube Lab Experiment lantaran memposting sebuah video tentang Vaksin Moderna pada tanggal 14 Agustus 2021 lalu, memberikan fakta yang mengejutkan.

“ZOOM 1000X VAKSIN MODERNA : VAKSIN PENYELAMAT DUNIA | Moderna Vaccine Zoom 1000X,” tulis judul video dikanal YouTube Lab Experiment dikutip Jurnal Medan, Minggu, 22 Agustus 2021.

Pada caption video YouTube Lab Experiment itu pun meyakini jika Vaksin Moderna merupakan vaksin virus corona dengan efekasi (kemajuran) hingga 94,5 persen.

“Vaksin Moderna merupakan vaksin virus corona dengan efekasi 94,5 persen. Vaksin ini buatan Amerika Serikat, vaksin ini merupakan vaksin MRNA (jenis vaksin yang menggunakan sebuah molekul alamiah) yang menggunakan rekayasa genetika,” tulis caption video tentang Vaksin Moderna itu.

Salah satu dokter yang me-review Vaksin Moderna di kanal YouTube Experiment itu mengatakan, hingga saat ini seluruh dunia dihebohkan dengan pro dan kontra berbagai macam jenis vaksin (Covid-19).

“Pada dasarnya setiap orang berhak untuk mendapatkan (vaksin Covid-19) yang terbaik. Untuk mendapatkan yang terbaik, harus memiliki pembanding dan memiliki kriterianya. Seperti halnya memilih pasang hidup. Seperti religius, baik hati, suka menabung,” kata dokter di dalam video itu.

“Nah begitu juga dalam menentukan vaksin (Covid-19) mana yang lebih. Salah satu kriterianya adalah efikasi. Efikasi adalah tingkat kemanjuran vaksin pada penyakit pada orang yang sudah di vaksinasi dalam tahap uji klinis,” sambungnya.

SIMAK JUGA :  Ini Sebaran Kasus Positif Corona di 34 Provinsi

Menurutnya, semakin tinggi efikasi suatu vaksin, maka semakin tinggi juga tingkat kemanjurannya dalam mencegah Covid-19.

menegaskan, Vaksin Moderna memiliki tingkat efikasi atau kemanjuran paling tinggi dari pada merek vaksin Covid-19 seperti Sinovac dan AstraZaneca.

“Di Indonesia misalnya, dari awal vaksinasi, Indonesia menggunakan Vaksin Sinovac buatan China yang efikasinya sebesar 65 persen. Dan AstaZaneca buatan Inggris yang efikasinya dosis pertama sebesar 62 persen. Dan dosis keduanya 90 persen,” ungkap dokter tersebut.

“Karena efikasi untuk pasien tersebut dirasa kurang, dan banyak para tenaga kesehatan yang bertumbangan dalam rangka memutus mata rantai pandemi ini, maka pemerintah membuat program vaksinasi Booster khusus untuk tenaga kesehatan. Dan vaksin yang di gunakan adalah Moderna yang memiliki efikasi 94,5 persen,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, dokter tersebut mengaku diberikan kesempatan me-review dari Vaksin Moderna untuk melihat isi kandungan vaksin Covid-19 tersebut dari kaca mata mikroskop.

“Vaksin Moderna ini hasil rekayasa genetika bukan dari virus yang dilemahkan atau di matikan,” tutup Dokter tersebut.***

Source : Jurnal Medan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *