Pasukan Perlawanan Mulai Gempur Taliban, Afganistan Membara

  • Bagikan

Taliban berjaga di pos pemeriksaan dekat gerbang Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 28 Agustus 2021. Taliban telah menutup bandara Kabul untuk sebagian besar calon pengungsi (AP Photo/Wali Sabawoon)

JAKARTA – Kelompok Taliban dilaporkan terlibat pertempuran sengit dengan pasukan Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRFA) pada Kamis (2/9/2021). Dalam insiden itu, dikabarkan ada korban yang cukup banyak.

Mengutip Reuters, pasukan yang dipimpin Ahmad Massoud itu mengadakan pertempuran dengan Taliban di wilayah Panjshir. Panjshir sendiri merupakan wilayah yang cukup resisten dengan kelompok beraliran Islam itu.

“Kami memulai operasi setelah negosiasi dengan kelompok bersenjata lokal gagal,” kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid.

“Pejuang Taliban telah memasuki Panjshir dan menguasai beberapa wilayah. Mereka (musuh) menderita kerugian besar.”

Di sisi lain, seorang juru bicara kelompok NRFA mengatakan mereka memiliki kendali penuh atas semua jalan masuk di distrik Shotul dan telah berhasil mendorong keluar kelompok Taliban dari wilayah itu.

“Musuh melakukan beberapa upaya untuk memasuki Shotul dari Jabul-Saraj, dan gagal setiap kali,” katanya, mengacu pada sebuah kota di provinsi tetangga Parwan.

Sebelumnya pemimpin senior Taliban Amir Khan Motaqi meminta para pemberontak untuk meletakkan senjata mereka. Ia juga berjanji bahwa Taliban akan membuat setiap warga Afghanistan merasa bahwa Afghanistan pimpinan Taliban merupakan rumah bagi seluruh warga.

“Imarah Islam Afghanistan adalah rumah bagi semua warga Afghanistan,” katanya.

Taliban berhasil menguasai Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu. Kelompok ini menang setelah posisi pemerintah Afghanistan semakin terdesak. Ini berdasarkan sikap Washington yang memutuskan untuk menarik seluruh militernya dari negara itu. Hal ini dilakukan setelah Washington menilai bahwa misinya di Afghanistan merupakan perang tanpa akhir yang tidak diterapkan.

SIMAK JUGA :  Intelijen : 2000 Kendaraan Lapis Baja dan Helikopter AS Dikuasai Taliban

AS mengirimkan pasukannya ke Afghanistan setelah tragedi 9/11 yang terjadi pada 2001 lalu. Di sana pasukan-pasukan yang diklaim sebagai militer terkuat dunia itu melawan beberapa kelompok militan seperti Al Qaeda dan Taliban.

Namun dengan Taliban, pada Februari 2020 lalu AS dan sekutu NATO nya bersepakat untuk menentukan konflik bersenjata. Syarat yang dibebankan Gedung Putih terhadap Taliban adalah agar kelompok itu mencegah kelompok militan internasional lainnya mendirikan pangkalan di Afghanistan. (CNBC)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *