Mahyeldi Klaim tak Ada Masalah di Tol Padang – Sicincin, LMAN Bayarkan Ganti Rugi Tol Rp33 Miliar

  • Bagikan

GUBERNUR Sumbar MahyeldiPenyerahan ganti rugi lahan tol Padang – Sicincin, Kamis (30/12) di Hall IKK Padang Pariaman. (Foto : dok)

PADANG PARIAMAN – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengklaim bahwa tidak ada masalah dalam pembebasan lahan tol Padang – Sicincin sepanjang 36 Km, buktinya masyarakat mau menyerahkan lahannya untuk dibangunkan Seksi Jalan Tol Padang – Pekanbaru tersebut.

Mahyeldi menyampaikan hal itu, saat menyaksikan pembayaran ganti rugi 33 bidang tanah senilai Rp34 miliar bagi masyarakat Nagari Sungai Buluh Selatan, Sungai Buluh Barat, Nagari Lubuk Alung dan Nagari Sicincin, Kamis (30/12).

Realisasi pembayaran ganti rugi sedikit dibawah target yang dipatok Tim Percepatan Pembebasan Lahan Tol Sicipa sampai Desember 2021 sebanyak 121 sub dan bidang tanah senilai Rp125 miliar.

Sebelumnya, sebuah sumber kepada Harianindonesia.id menyebutkan, bahwa dana alokasi pembayaran ganti rugi lahan tol Padang-Sicincin senilai Rp200 miliar tahun 2021 masih tertahan di Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

“Tahun 2020 sekitar Rp200 miliar juga dana pembebasan laham tol Padang-Sicincin juga tak terserap maksimal,” ujar sumber tersebut, beberapa waktu lalu.

Dibayar Lancar

Gubernur Mahyeldi, saat menyampaikan sambutan didepan penerima ganti rugi dan sejumlah pejabat, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan tol ini. Sehingga, biaya ganti kerugian dapat dibayarkan pada hari ini, dengan tertib dan lancar.

“Hari ini merupakan pertemuan yang ke-16, untuk pembayaran ganti kerugian tol ruas Padang-Pekanbaru Seksi Kapalo hilalang-Sicincin-Lubuk Alung-Padang ini. Dimana sudah selesai dibayarkan kurang lebih 1000 titik, jadi tinggal tugas Hutama Karya untuk pelaksanaan pembangunan selanjutnya,” ujar Mahyeldi seperti dikutip Rilis Pemprov Sumbar, Kamis (30/12).

Mahyeldi menyampaikan sejak dilantiknya Bupati dan Walikota se Sumatera Barat pada Februari hari lalu, ada dua tugas utama yang ditekankan yakni penanggulangan Covid-19 dan kelancaran pembangunan termasuk jalan tol.

“Dan yang menjadi tugas kami dalam pembangunan tol ini, yakninya sosialisasi dan penetapan lokasi, ketika penetapan lokasi telah dilaksanakan maka pembangunan tol ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Mantan Walikota Padang ini juga menegaskan bahwa tidak ada pihak yang menghambat pelaksanaan tol ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang ingin daerahnya juga dilalui jalur tol, karena tol ini sangat banyak manfaatnya dan memberikan keuntungan untuk kita semua.

SIMAK JUGA :  Ganti Rugi Lahan Tol Sicipa Urusan LMAN, Tendy : Kami hanya Meneruskan Validasi Lahan

“Tol ini sangat bermanfaat dalam membangkitkan perekonomian dan membuka lapangan usaha, jika tol ini telah selesai dibangun nantinya.” Papar Mahyeldi.

Sementara kepada para masyarakat penerima ganti rugi, Gubernur yang juga Ketua DPW Partai PKS Sumbar memberikan pesan : “Pergunakan ganti kerugian tol ini dengan sebaik-baiknya serta gunakanlah untuk hal yang bermanfaat. Sehingga, uang ini tidak habis secara percuma,”.

Sebelumnya, Wakil Bupati Padang Pariaman Drs. Rahmang, M.M. melaporkan ganti rugi yang diserahkan terdiri dari 33 bidang lahan, dengan dana ganti rugi Rp34 miliar.

“Semoga ganti kerugian ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat yang menerima dan dapat dipergunakan terhadap keperluan jangka panjang. Seperti membelikan tanah kembali sebagai investasi atau membangun usaha yang dapat menunjang perekonomian,” ujar Rahmang.

Mantan Kadis Pendidikan Pemda Padang Pariaman ini juga berharap, dengan adanya pembangunan jalan tol ini dapat menjamin keberlangsungan program pembangun nasional dan bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Kepala Bidang Pengadaan tanah dan Pengembangan BPN Sumbar Yuhendri, S.SIT, MH, dalam kesempatan itu juga berkesempatan memaparkan kondisi dan perkembangan lahan tol Padang-Sicincin saat ini.

Menurut Yuhendri, hasil inventarisasi dan identifikasi sebanyak 1.486 bidang, pengumuman 1.471 bidang, penilaian 1.232 bidang, dan musyawarah 1.083 bidang.

Sementara target berikutnya, untuk kelengkapan dokumen sebanyak 226 bidang yang sudah dimusyawarahkan dan 203 bidang yang dalam penilaian, progres secara keseluruhan kegiatan pengadaan tanah ini sesuai dengan tahapannya sudah sebesar 77 persen.

“Kami harapkan kepada masyarakat yang terkena dampak tol ini yang belum menerima uang ganti kerugian, insyaallah jika hal ini segera dipenuhi mudah-mudahan dapat kita serahkan uang ganti kerugian kepada semua pemiliknya,”tutupnya.

Ikut menyaksikan seremoni penyerahan ganti rugi ini, Staf Ahli Gubernur Sumbar Syafrizal, SH, Perwakilan Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Perwakilan BIN Daerah Sumatera Barat, Polres Padang Pariaman dan Kodim 0308 Pariaman, Pejabat Pembuat Komitmen Kementrian PUPR, Kepala Bagian Dana dan Jasa Kanwil BRI Cabang Padang, Kabid Pengadaan Tanah dan Pengembangan Yuhendri, S.Si. Plt. Camat Lubuk Alung Zarmiati, S.AP. MM, Kabag TPKS Setdakab Wirson, S.Sos. MM. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *