Indonesia Dinilai Langgar Konstitusi Sendiri Jika Undang Rusia di KTT G20

  • Bagikan

Jakarta, – Indonesia dinilai melanggar konstitusi setelah mengundang Rusia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Indonesia seharusnya tidak mengundang Rusia karena konstitusi menyuruh untuk menciptakan perdamaian dunia.

“Kalau saya menjadi orang barat, kalau memang konstitusi Indonesia, konstitusi anda itu mengatakan harus membantu menciptakan perdamaian dunia, artinya dengan anda mengundang Rusia, anda mengundang orang yang justru merusak perdamaian dunia,” kata anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan dalam diskusi Chrosscheck by Medcom.id dengan tema ‘Konflik Rusia-NATO Bergeser ke Indonesia’, Minggu, 27 Maret 2022.

 

Farhan mengatakan Indonesia memiliki tiga prinsip dalam konstitusi yang dianut. Pertama, Indonesia harus menjadi negara nonblok di mata dunia.

 

Lalu, Indonesia harus bisa mempraktikkan politik bebas aktif di kancah dunia. Terakhir, Indonesia harus bisa menciptakan perdamaian dunia.

 

Prinsip ketiga ini dinilai tidak sesuai jika Indonesia mengundang Rusia dalam KTT G20. Prinsip ketiga ini juga dinilai Farhan tidak pernah dipraktikkan Indonesia sejak Presiden Pertama RI Soekarno tidak lagi memimpin.

 

“Tidak pernah, sejak Bung Karno (Soekarno) lengser, Presiden Indonesia atau pun negara Indonesia kemudian mendorong tiga konsep ini dalam hubungan internasional atau multilateral,” kata Farhan.

 

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan Presiden Vladimir Putin ingin hadir dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Indonesia.

 

“Presiden Putin bermaksud untuk hadir dalam KTT G20 di Indonesia. Tapi kehadirannya tergantung banyak hal, termasuk situasi covid-19,” kata Lyudmila dalam jumpa pers di kediamannya, Jakarta, Rabu, 23 Maret 2022.

 

Dia berterima kasih kepada Indonesia karena mengambil posisi tegas terhadap keketuaan di G20. Hal ini disampaikan menyusul seruan beberapa anggota agar Rusia dikeluarkan dari kelompok tersebut.

SIMAK JUGA :  16 Rumah Rusak Akibat Tanah Retak di Sawahlunto

Menurut dia, pengusiran Rusia dari G20 dan berbagai forum internasional tidak akan membantu menyelesaikan masalah. Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, berbagai negara di dunia, terutama Barat, berupaya mengisolasi Moskow dari sistem keuangan hingga organisasi internasional.

 

 

Source : Medcom

Editor : Abil Muhari

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *