Joe Biden Mendarat di Bali, Rusia Minta KTT G20 Setop Bicara Keamanan

  • Bagikan

HARIANINDONESIA.ID : Presiden Amerika Serikat Joe Biden tiba di Bali, Ahad, guna menghadiri KTT G20 yang akan berlangsung 15-16 November.

Sementara Rusia dalam sebuah pernyataannya meminta Kepala Negara maju yang bertemu di Bali menyetop pembicaraan soal keamanan dan fokus pada isu ekonomi dan kesejahteraan.

Rombongan orang nomor satu di Negara Paman Sam itu terlihat keluar dari Terminal VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, sekitar pukul 22.14 Wita, Minggu.

Joe Biden di Bali disambut oleh Kemenparekraf Sandiaga Uno. Saat tiba diluat bandara, Biden juga disuguhi tarian khas Bali dan sempat mengomentari dengan menyebut Amazing, Splendid.

Biden tiba di Bali dengan menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One, sekaligus mengangkut mobil yang biasa dipakai Biden saat tugas di Amerika. Mobil itu dikenali dengan nama The Beast

The Beast adalah kendaraan mewah yang terbuat dari baja ringan dan anti peluru.

Joe Biden kemudian melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di Nusa Dua Bali pada Senin (14/11) siang.

“Selamat datang di Bali, selamat datang di Indonesia, saya sangat menghargai kehadiran Presiden Biden di KTT G20 di Bali,” kata Jokowi kepada Biden.

Dalam kesempatan itu, Jokowi berharap bahwa hasil KTT G20 di Bali ini dapat menghasilkan kerja sama konkret yang dapat membantu pemulihan ekonomi global pascapandemi Covid-19.

Sementara itu, Biden juga senang telah diundang ke Indonesia.

“Senang bertemu lagi dengan Anda (good to see you again), saya sangat senang menyambut Anda di Gedung Putih beberapa waktu lalu,” kata Biden merespons Jokowi.

Biden juga mengutarakan sejumlah harapannya tentang KTT G20 tahun ini yang berlangsung di tengah situasi dunia yang tidak menentu dan mengkhawatirkan.

Biden juga mengangkat isu soal kerja sama negara G20 dalam mempercepat pemulihan dan ketahanan ekonomi global pasca pandemi Covid-19, salah satunya seperti peluncuran pandemic fund atau dana pandemi.

Selain Biden, Jokowi juga dijadwalkan akan menggelar pertemuan bilateral dengan pemimpin G20 lainnya di sela-sela KTT.

Pengawalan ketat tampak mengiringi pemimpin negara adidaya ini. Selain pengamanan yang disiapkan pemerintah Indonesia, Joe Biden juga diiringi pasukan kepercayaannya dari AS.

Biden dijadwalkan menggelar sejumlah pertemuan bilateral, termasuk dengan Presiden China, Xi Jinping, Senin ini.

Sementara itu, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan, bahwa tiga kepala negara absen hadir di KTT G20 di Bali yakni Rusia, Brasil, dan Meksiko.

SIMAK JUGA :  Pilpres AS, Sementara Joe Biden Unggul

Putin berhalangan hadir karena masalah dalam negerinya yang harus diselesaikan. Sebagai gantinya, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov yang akan memimpin delegasi Rusia dalam KTT G20. Lavrov sendiri sudah tiba di Bali pada Minggu (13/11).

Sementara itu, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, masih dalam masa transisi setelah pemilihan umum di negaranya beberapa waktu lalu.

Selain itu, Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, tak dapat hadir karena memang tidak pernah keluar dari negaranya.

KTT Tak Membahas Isu Keamanan

Pada kesempatan terpisah, Rusia menyerukan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali menyetop membahas masalah keamanan dan fokus pada masalah inti yakni ekonomi dan sosial.

Menurut pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Rusia pada Senin (14/11) menjelang KTT G20, Moskow menganggap masalah ekonomi dan sosial menjadi yang paling mendesak bagi dunia saat ini. Hal itu diungkapkan Rusia kala pemerintahan Presiden Vladimir Putin terus dikecam soal invasinya ke Ukraina.

“Pada dasarnya penting bahwa G20 itu memusatkan upayanya pada ancaman nyata, bukan ancaman mengada-ngada,” bunyi pernyataan Kemlu Rusia tersebut seperti dikutip CNNINdonesia.com

“Kami yakin bahwa G20 digelar untuk menangani masalah sosial-ekonomi. Memperluas agendanya ke bidang perdamaian dan keamanan, uang dibicarakan banyak negara, tidak dapat dilakukan.”

Menurut Moskow, pembahasan agenda lain selain kerja sama ekonomi-sosial menjadi pelanggaran langsung terhadap mandat Dewan Keamanan PBB dan akan merusak atmosfer kepercayaan dan kerja sama di antara negara G20.

Sebagai diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan hadir dalam KTT G20 di Bali 15-16 November besok karena alasan urusan dalam negeri.

Rusia terus menjadi sorotan dalam G20 setelah melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari lalu.

Sejak itu, negara Barat termasuk Amerika Serikat Cs terus mendesak Rusia agar diisolasi dari dunia internasional termasuk G20.

Sejumlah anggota G20 seperti AS, Australia, dan Inggris juga sempat meminta Indonesia, yang menjadi tuan rumah KTT tahun ini, agar tidak mengundang delegasi Rusia hadir.

Namun, Indonesia menegaskan tetap akan mengundang seluruh anggota G20 termasuk Rusia. (*)

Sumber : cnn indonesia, reuters
Editor : Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *