Arsyad Sebut Hilirisasi Batubara dan Karet di Sumatera Belum Tersentuh Investasi

  • Bagikan

JAKARTA (Harianindonesia.id) – Bicara di depan 10 Ketua Umum Kadin Sumatera pada Rakorwil Kadin Sumatera di Hotel Borobudur, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsyad Rasyid membeberkan fakta mencengangkan.

“Ada dua potensi besar di Sumatera yang belum tergarap secara maksimal. Padahal itu sangat memberikan dampak luar biasa terhadap daerah bersangkutan yakni hilirisasi batubara dan karet. Nilai incomenya puluhan triliun setahun,” papar Arsyad dalam presentasi pembukaan Rakorwil Sumatera, Kamis (1/12/2022).

Berdasarkan data yang dirilis pada tahun 2021, Arsyad menyampaikan bahwa Propinsi Sumatera Selatan memiliki cadangan 18,3 miliar ton batubara.

“Tetapi yang belum tergarap sama sekali ada sekitar 13 miliar ton, ini suatu peluang yang sangat besar yang perlu digarap oleh Kadin setempat bersama sejawatnya di Sumatera dan Jakarta,” kata Arsyad.

Cadangan batubara itu, jelas Arsyad lagi, dapat diolah menjadi metanol dan DME sebagai pengganti LPG.

“Jika hilirisasi batubara di Sumatera Selatan ini bisa dilakukan maka pemerintah bisa menghemat Rp20 triliun dari impor LPG,” papar Arsyad.

Hilirisasi ini sebut Arsyad juga lebih ramah lingkungan.

Kedua, Arsyad juga menyorot produksi karet di Kabupaten Banyuasin, Sumsel dan Jambi yang relatif besar, masih diekspor mentah oleh pengusahanya.

Padahal, jika diolah di daerah bisa didirikan pabrik crumb rubber dan akan memberikan dampak terhadap pembangunan daerah.

Produk karet dari Banyuasin setiap tahunnya mencapai 52 ribu ton dan Jambi 310.000 ton.

Arsyad mengemukakan bahwa pengusaha Indonesia harus berani melakukan terobosan bisnis untuk menggarap potensi yang dimiliki daerahnya, termasuk cadangan batubara dan karet yang tidal tergarap secara maksimal di Sumsel dan Jambi.

Dia juga mendorong Indonesia untul berani melakukan hilirisasi produknya meskipun nanti ada complain dari negara bilateral. (*)

SIMAK JUGA :  Di Tugu Nol Kilometer Sabang, Muhaimin Iskandar Deklarasi Capres 2024

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *