Proyek Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Minangkabau Padang Panjang Dikerjakan Asal Jadi, Membahayakan Pengendara

  • Bagikan

INILAH Plang Proyek dan Contoh pekerjaan yang asal jadi oleh kontraktor. (Foto : kredit Ce)

PADANG PANJANG – Proyek Rekoktruksi atau Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Minangkabau Village Kampung Jawa Padang Panjang senilai Rp2 miliar dikerjakan asal jadi dan akan membahayakan para pengendara.

Berdasarkan pemantauan tim wartawan, termasuk Kabarpolisi.com, ditemukan hasil pekerjaan asal jadi yang dilakukan pekerja pemenang lelang proyek ini yakni PT Aska Beton Utama.

Titik paling serius dan sangat membahayakan itu terjadi di jembatan Aie Putiah Kelurahan Manggis. Sambungan aspal baru dan aspal lama sudah terkelupas dan menampakan batu split, yang pada saat hujan lebat akan terban, dan akan sangat membahayakan pengendara. Sebab elevasi jalan dikawasan itu sangat riskan untuk para pengendara sepeda motor atau kendaraan roda empat.

Selain itu, penggunaan aspal pada ruas jalan yang dikerjakan sangat tipis sekali, terutama pada bagian sisi kiri dan kanan, atau pada bahu jalan. Sehingga sekali lagi, batu batu split berikuran kec itu, sudah terlihat, dan jika hujan lebat datang akan membawa material itu ke dalam sungai yang berada di sisi jalan yang baru dikerjakan itu.

Menurut tim analisis wartawan yang turun ke lapangan, terlihat bahwa kontrol atas pekerjaan ini dari konsultan pengawas (CV Jasa Reka Mandiri Consultant) sangat lemah, termasuk pengawasan dari pihak staf Dinas PUPR Padang Panjang.

Kuat dugaan, pihak pihak pengawas ini membiarkan begitu saja kontraktor bekerja dan menggunakan aspal yang sangat terbatas. Sehingga ruas jalan yang seharusnya dikerjakan dengan kualitas terbaik, malah dikerjakan sangat sangat asal asalan.

Kondisi pengerjaan proyek seperti ini sangat mengesankan juga lemahnya kontrol Walikota Padang Panjang terhadap pekerjaan kontruksi di kota Serambi Mekkah ini.

SIMAK JUGA :  Pembukaan MTQ ke 39 Nasional tingkat Sumbar di Padang Panjang akan dilaksanakan

Kasus lebih besar terjadi pada pengerjaan pedisterian Pasar Induk Kota Padang Panjang dan pembangunan Sport Centre. Bukan mustahil hasil pekerjaan lebih buruk sudah dan akan terjadi pada ruas jalan lainnya. Ini yang akan menjadi buruan tim liputan wartawan konstruksi ke Padang Panjang.

Tim masih kesulitan mendapatkan konfirmasi dari kontraktor dan konsultan terkait, karena minimnya informasi tentang mereka.

Sementara itu Kadis PUPR Padang Panjang, Widya Kusuma, ST ketika dihubungi via telpon genggamnya mengatakan, saat ini kita belum ada melakukan evaluasi karena pekerjaan sedang berjalan. Dan Minggu besok proyek jalan tersebut akan diaspal

“Untuk informasi pekerjaan proyek itu silakan hubungi Kabid Bina Marga (BM) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), karena penanggungjawab terhadap kegitan proyek tersebut sepenuhnya adalah PPK,” sebut Widya.

Sampai berita ini dinaikkan, Kabid BM selaku PPK masih belum bisa dihubungi.

(Don MP)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *