Melihat Jalan Tol Sumatera (2): Tol PKU Bentuk Kawasan Ekonomi Regional Baru

  • Bagikan

Oleh : Awaluddin Awe
Wartawan Harianindonesia.id

(Selama dua pekan saya sempat berkeliling di pulau Sumatera melihat langsung pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) bersama sejumlah subkontraktornya seperti HK infrasuktur (hki), PT Adhi Karya dan Waskita Karya. Berikut laporannnya:)

PEKANBARU : ‘Sejak jalan tol Pekan Dumai selesai, Pagi saya bisa Ngopi di Pekanbaru, dan Sore sudah bisa kembali lagi di Dumai,” kata Syafrizal, seorang wartawan asal Dumai ketika ditanya pandangannya tentang telah beroperasinya jalan tol Pekanbaru Dumai.

Meski harus mengeluarkan biaya tambahan saat menggunakan jalan tol, tetapi Syafrizal mengaku jumlah dana yang dikeluarkannya jauh lebih kecil dibandingkan saat belum ada tol Pekanbaru – Dumai.

“Dulu, selain biaya BBM kendaraan besar, saya juga harus menginap di Pekanbaru, jika ada urusan. Sekarang, semuanya sudah serba murah dan cepat. Pagi ngopi di Pekan, sore sudah bisa ngeteh di Dumai,” kata Syafrizal lagi.


syafrizal Jambak sedang mencoba ruas jalan tol Pekanbaru – Dumai (foto : ist)

Jalan tol Pekanbaru Dumai adalah salah satu ruas jalan tol yang dibangun PT Hutama Karya di Sumatera.

Ini adalah bagian dari proyek prestisius pemerintah membangun jalan tol di Sumatera sepanjang 2.765 km, dalam bentuk lintas utama (mainroad) 1.839 km dan lintas penghubung (feeder/sirip) sepanjang 926 km dengan total investasi kl. Rp400 triliun.

“Jalan tol Pekanbaru Dumai adalah tulang punggung ruas Tol Sumatera yang akan menghubungkan Pekanbaru – Medan dan Medan – Aceh,” kata Kepala Cabang Jalan Tol Pekanbaru Dumai, Indrayana kepada wartawan Harianindonesia.id, Awaluddin Awe, beberapa waktu lalu di Pekanbaru.

Jalan tol sepanjang 131 Km itu, kini sudah menjadi alternatif pengendara untuk pergi ke Medan melalui Dumai. Bahkan oleh pengendara dari Sumbar. Alasannya ruas jalan nasional Sumbar – Sumut sangat buruk dan bisa merusak kendaraan.

Saat ini, para pengendara yang bertujuan ke Medan via Tol Pekanbaru – Dumai, juga sudah disambut tol Tebing Tinggi – Medan. Sehingga jarak tempuh bisa lebih cepat.

PT Hutama Karya kini sedang memburukan sambungan ruas Tol Pekanbaru – Dumai – Medan yakni ruas Tol Dumai – Sp Sigimbal – Rantau Prapat 173 Km dan Rantau Prapat – Kisaran 100 Km.

“Jika ruas tol di atas selesai, maka jalan tol Pekanbaru – Medan sudah terkoneksi. Sebab ruas Tebing Tinggi – Medan sudah duluan beroperasi,” kata Kacab Tol Pekanbaru – Dumai, Indrayana menambahkan.

Kacab Tol Pekanbaru – Dumai Indrayana (kanan) salam Covid -19 dengan wartawan Harianindonesia.id (foto : Awe)

Diluar jalan tol Pekanbaru Dumai, saat ini juga sedang dibangun ruas tol Pekanbaru – Bangkinang dan Bangkinang – Pangkalan atau bagian dari ruas jalan tol Pekanbaru – Padang.

Ruas tol Pekanbaru – Bangkinang dikerjakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur, anak perusahaan PT Hutama Karya. Sedangkan ruas tol Bangkinang – Pangkalan dikerjakan oleh PT Adhi Karya.

Ruas tol Pekanbaru – Bangkinang plus Pangkalan, akan diintegrasikan dengan ruas Tol Rengat – Pekanbaru. Jika ruas tol di Sumbar, Kapalo Hilalang, Bukittinggi dan Payakumbuh jadi dikerjakan, maka akan terjadi konekting tiga zona baru yakni Pekanbaru – Padang, Pekanbaru – Medan dan Pekanbaru – Jambi.

“Kita akan melihat pertumbuhan kawasan ekonomi regional baru dari pembangunan jalan tol yakni Padang – Pekanbaru, Pekanbaru – Jambi dan Pekanbaru – Medan,” kata Ekonom Unand Prof Elfindri dan Ekonom Universitas Syiah Kuala (USK), Dr Abdul Jamal dalam kesempatan terpisah.

SIMAK JUGA :  Wapres Ungkap Vaksin Booster Akan Jadi Syarat Mudik Lebaran


Ekonom Unand Prof Elfindri (foto : ist)

Prof Elfindri menyebut jalur tol Pekanbaru – Padang, Pekanbaru – Medan, dan Pekanbaru – Jambi akan menghasilkan sinergitas bisnis yang sangat besar, tidak saja dibidang pertanian tetapi juga di bidang pariwisata.

“Dari aspek pariwisata, daerah yang paling diuntungkan itu adalah Sumatera Barat, karena memiliki keunggulan keindahan alam yang memang diincar oleh orang Jambi dan Pekanbaru setiap musim liburan,” kata Elfindri.

Tol Pekanbaru Selesai 2021

Kini, satu lagi ruas Tol yang sedang ditunggu penyelesaiannya adalah Pekanbaru – Pangkalan (50 Kota, Sumbar, Red) atau bagian utama dari ruas tol Pekanbaru – Padang.

“Ruas tol Pekanbaru – Pangkalan dikerjakan dua sesi. Yakni sesi Pekanbaru – Bangkinang dan Bangkinang – Pangkalan. Kami harapkan kedua sesi tol ini bisa selesai pada tahun 2021 ini,” ujar Project Director Jalan Tol PKU – Bangkinang, Bambang Eko di Pekan Baru, beberapa waktu lalu.


Bambang Eko (kanan atas) bersama staf saat memberikan penjelasan kepada wartawan Harianindonesia.id (foto : Awe)

Saat wawancara dilakukan Desember lalu, Bambang menyebut progres pembangunan jalan tol PKU – Bangkinang sudah 55 persen, atau 27 Km dari total panjang 40 Km, yang dikerjakan dalam waktu kurang lebih 10 bulan sejak kontrak ditandatangani.

Tetapi perkembangan ruas tol Bangkinang – Pangkalan sulit didapat, karena Kepala Proyeknya yang dihubungi Harianindonesia.id berkali kali tetap tidak mau memberikan penjelasan, seperti ada sesuatu yang disembunyikan untuk publik.

Menurut Bambang Eko, salah satu faktor yang membuat progres ruas tol Pekanbaru – Bangkinang berjalan cepat karena dukungan dari Bupati Kampar Catur Sugeng yang menghibahkan aset tanah pemda ke jalan tol sepanjang 1,8 km pada saat awal proyek akan dimulai.

“Dari hibah tanah dari Bupati Kampar itulah kami memulai pekerjaan jalan tol PKU – Bangkinang sehingga dalam waktu 10 bulan sudah berhasil mencapai progres 55 persen atau sepanjang 27 Km,” jelas Bambang.

Dia optimistis pekerjaan jalan tol ini akan selesai dalam tahun 2021. Sebab sejauh ini pihaknya belum ada menghadapi kendala teknis dan operasional, termasuk oleh gangguan dari pihak eksternal.

Menurut Bambang Eko, struktur jalan tol PKU – Bangkinang sepanjang 40 Km terdiri dari 5 km dalam bentuk galian dan 35 km berupa timbunan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan elevasi jalan akibat perbedaan dasar jalan tol.

Pembangunan jalan tol PKU – Bangkinang akan menelan investasi Rp3, 1 triliun dengan komposisi 70 persen modal PT HK dan 30 persen dana penempatan pemerintah.

Dalam pekerjaan tol ini, PT HK menggandeng 19 subcon yang sebagian besar merupakan perusahaan lokal terdiri dari pekerjaan beton dan suplay material lainnya.

Selain membangun ruas tol, PT HK juga membangun kawasan rest area di Km 36 di atas areal seluas 6 hektar dan pintu gerbang di Km 40 atau diperbatasan jalur tol PKU – Bangkinang dan Bangkinang – Pangkalan.

PT HK juga membangun pintu masuk sementara di STA 9 atau di kawasan perpotongan jalan nasional dan jalan tol PKU – Bangkinang guna melayani akses jalan masyarakat di kawasan Sungai Pinang ke Pekanbaru.

PT HK juga membangunkan jalur berkendaraan roda dua (fronttage) disepanjang jalur pemukiman masyarakat menuju jembatan penyeberangan jalan tol. Tetapi Bambang Eko tidak menjelaskan berapa panjang fronttage yang dibangun tersebut (**)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *