Keputusan FiFA Membatalkan Final World Cup U20 di Indonesia, Belum Final

  • Bagikan

DONI MAGEK PILIANG

JAKARTA (Harianindonesia.id) : Pengamat Sepak Bola Donny Magek Piliang menilai keputusan FiFA membatalkan Final World Cup U-20 di Bali, masih belum final. Indonesia dinilainya masih punya peluang menjadi tuan rumah.

Alasan Donny, dari rilis yang disampaikan FIFA melalui web resminya tidak satu kata pun menyangkut penolakan oleh sejumlah Partai dan Ormas terkait keikutsertaan Timnas Israel pada ajang 4 tahunan itu.

“Oleh sebab itu, saya masih yakin Indonesia masih peluang jadi tuan rumah. Sebab tidak gampang bagi FiFA memilih negara baru yang mampu menyiapkan fasilitas pertandingan dalam sisa waktu dua bulan,” ujar Pengamat yang juga Aktifis 1998 asal Sumatera Barat itu dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/3/2023).

Seperti diketahui bahwa FiFA dilaporkan membatalkan pelaksanaan Filnal Sepak Bola Dunia Usia 20 tahun di Bali, karena adanya penolakan terhadap kehadiran Timnas Israel. Indonesia sampai saat ini belum menjalin kerjasama diplomatik dengan negara Israel.

Tetapi Donny Magek Piliang menyatakan keputusan FiFA membatalkan itu hanya terkait dengan soal keamanan dalam pertandingan saja. Hal itu terkait dengan kerusuhan membawa maut di Stadion Kanjuruan Malang, lalu.

“Dengan alasan keamanan itu, Saya melihat masih ada peluang bagi Indonesia melalui Ketum PSSI Erick Thohir melakukan lobi lobi dengan pimpinan FIFA untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah World Cup U-20 ini,” imbuh Donny.

Dengan kata lain, tegas Donny, keputusan FiFA atas pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Funia U-20 belum bisa dikatakan sebagai mimpi buruk bagi sepak bola Indonesia,” tegasnya.

Donny Magek Piliang yakin dalam pertemuan kedua nanti Erick Thohir akan mampu melunakkan hati presiden FIFA, apalagi melihat track record Erick di kancah sepak bola dunia cukup disegani dan ditambah dukungan resmi presiden Jokowi dan Kapolri Listyo Sigit sebelum dia bertolak ke Qatar.

SIMAK JUGA :  Turnamen Kolosal Anak Negeri Minangkabau Cup II, Masuki Zona Final Sumbar

Erick, kata Donny, akan mampu meyakinkan FIFA atas tragedi Kanjuruan. Sebab pada saat itu Erick bukan ketua PSSI. Baru setelah terpilih sebagai ketua dia mulai membenahi PSSI termasuk penyiapan pertandingan Final Sepak Bola U-20 ini.

Untuk meyakinkan FIFA, ujar Donny, Erick akan memaparkan blue print sepak bola Indonesia ke depan yang diperkirakan akan membuka pikiran baru elit FiFA dalam melihat kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Final World Cup U-20. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *