Peserta Diklat Pim IV ASN Pemprov Kaltara Dituntut Kembangkan Aplikasi

  • Bagikan

TANJUNG SELOR, harianindonesia.id ~ Sebanyak 30 peserta Pendidikan dan Latihan Pimpinan (Diklat Pim) Tingkat IV angkatan I tahun 2017 dari berbagai instansi dilingkungan Pemprov Kaltara, pagi tadi telah mengikuti ujian Proyek Perubahan (PROPER), di Ruang pertemuan Gedung Dinas PU-Pera dan Tata Rung provinsi Kalimantan Utara.

Diklat Pim IV Angkatan I tahun 2017, yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltara bekerjasama dengan Pusat Kajian Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (PKP2A) III LAN Samarinda, berlangsung sejak tanggal 10 Juli hingga 24 Novenber 2017, bertempat di Balai Diklat BPSDM Kabupaten Bulungan.

Salah satu peserta yang berhasil ditemui usai mengikuti ujian Proper, Dina Fathonah, SH. dari instansi RSUD Tarakan mengatakan, selama pelaksanaan Diklat berlangsung semua peserta dengan serius telah mengikuti tahapan-tahapan pembelajaran sesuai aturan Diklat mulai On Campus 1 dan 2, Break Though (BT) 1 dan 2, Benchmarking ke Banyuwangi dan terakhir adalah ujian Proper berjalan dengan lancar. Ia menambahkan, semua peserta tidak hanya dituntut mampu mengikuti semua materi yang diberikan oleh dosen/widyaswara selama menjalani Diklat, tapi juga dibutuhkan kesiapan mental, fisik, kesehatan dan fikiran mengingat materi dan tugas-tugas yang diberikan cukup padat.

“Kami para peserta Diklat Pim IV angkatan I ini adalah pola baru. Berbeda dengan pola Pim IV sebelumnya. Selain dituntut merancang proper juga waktu pelaksanaannya lebih lama dibandingkan dengan Diklat Pim IV sebelumnya”, ujar ibu berparas cantik ini.

Secara terpisah Irawan juga mengungkapkan, semua peserta Diklat telah mampu melakukan inovasi proyek perubahan yang berorientasi pada pengembangan IT atau aplikasi yang belum ada diterapkan di Kaltara maupun di daerah lainnya. Menurutnya, tuntutan penerapan inovasi melalui proper yang berbasis aplikasi sangat relevan dengan kondisi Kaltara sebagai daerah otonomi baru yang mengharapkan terwujudnya pelayanan yang efektif dan efisien.

SIMAK JUGA :  Usaha Ekonomi Produktif Keluarga Miskin, Sarana Pemerintah Kabupaten Dalam Mengentaskan Kemiskinan

“Saran dan masukan pak Gubernur untuk melakukan Benchmarking di Banyuwangi lalu sangat tepat bagi para peserta Diklat Pim IV dalam merancang proyek perubahan, karena Pemkab Banyuwangi sudah sangat maju terkait pemanfaatan IT dan aplikasi dalam memberikan pelayanan publik”, tandasnya.

Diklat Pim IV angkatan I tahun 2017, rencananya besok akan ditutup oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Drs. H. Zainuddin, HZ, M.Si.

Agus Tomadio

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *