Musprop Kadin Sumbar Diundur 26 September, Nasib Ramal Ditentukan Senin

  • Bagikan

RAHIM MARDANIS

PADANG – Jadual Musyawarah Propinsi (Musprop) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar Diundur lagi jadi 26 September. Sementara nasib pencalon Ramal Saleh sebagai Calon Ketua Umum akan ditentukan Senin depan.

Ketua Penyelenggara Musprop VII Kadin Sumatera Barat Rahim Mardanis menyatakan bahwa pelaksanaan Musprop diundur dari 23 sampai 26 September 2022.

“Dengan pengunduran jadual ini, kami laporkan juga bahwa Ketua Umum Kadin Indonesia Arsyad Rasyid sekaligus akan menghadiri dan membuka secara resmi Musprop Kadin Sumbar,” ujar Rahim Mardanis, kepada wartawan, Minggu (18/9/2022).

Seperti diberitakan sebelumnya, Rahim Mardanis menyebutkan bahwa sampai penutupan masa pendaftaran calon Ketua Umum Kadin Sumbar, Jumat (15/9) pukul 16.05 hanya satu calon yang mendaftar yakni Buchari Bachter alias Ayi, Direktur Utama Hotel Balairung Jakarta.

Tetapi pemberitaan ini dibantah oleh Ketua Organizing Comitte (OC) Musprop VII Kadin Sumbar Masrizal Mamak, saat Dialog Detak Sumbar di stasiun televisi Padang Tivi, jumat malam.

Dalam dialog segi tiga dengan Ketua SC Musprop Kadin Sumbar Sam Salam dan Ketua Penyelenggara Musprop VII Kadin Sumbar Rahim Mardanis, Masrizal Mamak menyebutkan bahwa Ramal Saleh sudah mendaftar sebagai Caketum Kadin pada saat Musrop 23 Juli lalu.

Tapi diakuinya bahwa uang pendaftaran Ramal Saleh senilai Rp300 juta disetorkan ke rekening Kadin di BRI, tetapi siang harinya ditarik kembali, karena Ramal menyebut Kadin Sumbar berutang kepada dirinya Rp600 juta.

Soal ini yang kemudian menjadi pertanyaan dari kalangan internal Kadin, apakah bisa uang pendaftaran Calon Caketum ditarik kembali oleh sang calon. Itu kan sepertinya main petak umpet dan cenderung tidak menunjukan kedewasaan berorganisasi dan sangat tidak mendidik.

SIMAK JUGA :  Hari Pertama New Normal, Wako Temui Banyak Pedagang tak Bermasker

Terkait dengan hal ini Rahim Mardanis mengatakan akan menyelesaikan sengkarut pencalonan Ramal Saleh ini melalui Rapat Pleno SC, Senin (19/9) besok.

“Sebab kita tidak mau soal pencalonan RS ini akan mengganggu pelaksanaan Musprop. Jika ditolak kita tolak, jika diterima kita terima. Jadi Musprop berjalan bersih,” pungkas mantan eksekutif Bank Nagari Sumbar ini sambil tersenyum.

TPKSB Tetap Minta Dikarateker

Sementara itu, Ketum Tim Penyelamat Kadin Sumbar (TPKSB) Aim Zein menyebutkan, meskipun salah satu anggota Tim mendaftar menjadi calon, tetapi Tim tetap menolak Musprop dan tetap meminta ditunjuk Karateker untuk Kadin Sumbar.

Menurut Aim keputusan meminta Karateker diputuskan dalam rapat zoom, Jumat (15/9) malam lalu.

Sebuah sumber lain di Kadin Indonesia meminta, jika orang TPKSB masih meminta karateker sebaiknya mundur dari kepanitiaan Musprop.

“Masa iya ada panitia minta Musprop diundur dan meminta karateker, tetapi namanya masih ada dalam panitia Musprop. Ka aneh itu,” ujar sumber yang sangat paham dengan permainan di Kadin Sumbar ini.

Dia meminta Aim Zein dan Salam Cs sebaiknya mengundurkan diri saja kepanitiaan Musprop, dan berada di ruang ring, kalau mau melakukan koreksian terhadap Kadin Sumbar.

“Ini sudah difasilitasi dan masuk tim, masih juga minta Musprop diundur. Kan aneh sekali itu. Menurut saya itu permintaan sangat tidak wajar,” tutupnya. (*)

Don MP

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *