Diskusi SATUPENA, John Manangsang Wally: Kabupaten Jayapura, Gerbang Politik Indonesia Timur yang Belum Dikembangkan

  • Bagikan
John Manangsang Wally

JAKARTA – Melihat posisi geopolitiknya, tidaklah salah bila Jayapura khususnya disebut sebagai gerbang politik Indonesia Timur.

Hal itu diungkapkan penulis SATUPENA dan aktivis sosial, John Manangsang Wally dalam diskusi Menuju Jayapura Emas 2030 yang diselenggarakan Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA di Jakarta, Kamis, 18 Mei 2023.

Menurut John Manangsang Wally, jika dibilang bahwa kabupaten Jayapura adalah pusat atau destinasi dari semua orang di Papua, itu juga tidak salah.

“Hanya, betul bahwa Jayapura itu belum dikembangkan dan diberdayakan,” ujarnya.

John Manangsang, yang mantan Direktur RSUD Abepura ini, memiliki konsep tentang masa depan kabupaten Jayapura, yang disebutnya sebagai visi Jayapura Emas 2030. Visi ini sudah ia bukukan.

John Manangsang menyatakan, Jayapura Emas adalah suatu perubahan total terhadap tata ruang dan tata kota. Karena ia berkembang dari satu kecamatan, dan sayangnya sampai kini begitu-begitu saja, tidak ada perubahan.

“Untuk Jayapura bisa menyamai daerah lain, berarti kita harus melakukan satu kajian dan membuat masterplan pembangunan kota yang baru, dengan ketetapan-ketetapan yang diatur dengan baik,” lanjutnya.

Jadi semua direncanakan. Tidak tiba-tiba bangun ini, bangun itu. “Memang kita sudah harus merancangnya lebih dulu. Jadi infrastrukturnya seperti apa. Potensi ekonominya kita rancang dan kita bangun. Semua itu berjalan secara simultan,” tutur John Manangsang.

Pemerhati sosial ini menambahkan, semua itu harus dilakukan sambil terus mengedukasi masyarakat tentang apa visi dan tujuan dari Jayapura Emas.

“Jayapura Emas itu bukan sesuatu yang jauh di sana, tetapi Jayapura Emas adalah kita. Semua rakyat harus memahami itu,” kata dokter yang suka menjelajah ke pelosok-pelosok Papua ini.

John Manangsang berpendapat, kabupaten Jayapura adalah pusat geopolitik Indonesia. Maka posisi geopolitik Jayapura itu harus diberdayakan seoptimal mungkin. ***

SIMAK JUGA :  Tak Punya Rumah, Selama 10 Tahun Pria Paroh Baya Tinggal di Goa
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *