Prabowo Order 4 Miliar Peluru. dari Pindad, Kontrakya Rp 19 Trilyun

  • Bagikan

JAKARTA – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah memesan 4 miliar butir peluru ke PT Pindad untuk memenuhi pasokan munisi angkatan militer Indonesia.

Tahun 2020 kemarin, Prabowo sudah melakukan pemesanan pada PT Pindad agar dibuatkan peluru sejumlah 4 miliar butir.

Prabowo ubianto juga telah merencakanan perbaikan alutsista yang saat ini sudah dimiliki seperti pesawat tempur, kapal, dan tank TNI AD, AL dan AU.

“Menhan menilai apabila membeli baru terlalu mahal dan tidak bisa langsung diadakan. Oleh sebab itu, lebih bagus apabila ada perbaikan-perbaikan,” kata Masduji, Juru Bicara Wakil Presiden.

Namun salah satu yang krusial dan paling mendesak untuk pasukan militer Indonesia saat ini adalah ketersediaan stok peluru atau munisi.

Prabowo menilai saat ini pasukan militer sedang sangat kekurangan peluru.

“Banyak orang Indonesia pintar menembak, tetapi tidak punya peluru,” jealas Masduki.

Tak main-main, Prabowo langsun pesan 4 miliar butir peluru ke PT Pindad dengan nilai kontrak sekitar Rp 19 triliun.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose juga sudah membenarkan bahwa Menhan memesan peluru dalam jumlah besar.

Bahkan nilai kontrak Rp 19 triliun tersebut menjadi yang paling besar sepanjang sejarah PT Pindad berdiri sejak tahun 1808.

Kontrak itu harus dipenuhi hingga 2023 mendatang.

Artinya, PT Pindad harus meningkatkan kapasitas produksi munisi atau peluru.

Saat ini hanya 300 juta butir peluru yang bisa diproduksi pabrik Pindad daam setahun.

Padahal agar bisa memenuhi pesanan peluru, Pindad wajib memproduksi setidaknya 500 juta butir peluru per tahunnya.

Prabowo sudah memesan 4 miliar butir. Belum lagi berbagai negara lain yang sudah langganan pesan peluru ke PT Pindad.

Peluru buatan Pindad memang jadi primadona di banyak pasukan militer dunia.

SIMAK JUGA :  Prof Juanda: Terbukti Ada Perselingkuhan, Ketua MK Harus Diberhentikan tak Hormat

Singapura, misalnya, setiap tahun sudah rutin memesan peluru ke PT Pindad.

Tahun 2021 ini, sejumlah negara juga sudah ikut antre memesan peluru buatan PT Pindad.

Misalnya Bangladesh, Amerika Serikat, Filipina dan Thailand yang juga ikut memesan granat tangan buatan PT Pindad.

Menurut Abraham Mose, PT Pindad saat ini juga sedang dalam proses modernisasi pabrik pembuat peluru.

Dengan modernisasi ini diharap PT Pindad bisa memproduksi lebih banyak peluru dan bisa memenuhi semua pesanan dari dalam maupun luar negeri.**

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *