Elektibilitas Cabup Jon Pandu Lebihi Epyardi Asda: Saya Siap Lanjutkan Pembangunan Solok

  • Bagikan

JAKARTA – Calon Bupati Solok Jon Firman Pandu (JFP) menempati elektibilitas memuaskan dari dua survey internal dengan melibatkan nama Bupati Solok sekarang Epyardi Asda dan istrinya Emiko Epyardi sebagai pesaingnya di Pilbup Solok.

Pada survey pertama yang memasukan nama Epyardi Asda bersama sejumlah nama calon Bupati lain, JFP meraih elektibilitas tertinggi yakni 33,50 persen. Sedangkan Epyardi Asda 22,95 persen.

Pada saat dilakukan survey dengan melibatkan nama istri Epyardi Asda, Emiko Epyardi, raihan elektibilitas JFP malah makin melambung mencapai 50,25 persen, jauh meninggalkan lima calon, termasuk istri Epyardi Asda yang hanya mencapai 13,74 persen.

Sisanya, empat calon bupati lain mendapatkan rating elektibilitas dari 11 persen hingga 6 persen.

Survey ini dilakukan lembaga riset independen bernama SBLF Myriset Konsultan Indonesia yang diprakarsai oleh satu calon bupati Solok bernama Prof Dr Masri Mansoer MA. Cabup ini sendiri hanya mendapatkan rating elektibilitas 6,87 persen.

Survey ini dilakukan pada Bulan Juni 2024 dengan metoda tatap muka. Tetapi tidak ada penjelasan tentang mekanisme survey lebih lanjut.

“Tetapi bagi saya. Hal ini sangat memotivasi diri saya untuk maju dan lebih mempersiapkan diri lebih matang dalam pertarungan di Pilbup Solok,” ucap Jon Pandu saat dimintakan pendapatnya soal hasil suvet cabup Solok tersebut via telepon selulernya, Ahad (23/6/2024).

Pada saat survey pertama yang dilakukan lembaga survey Spektrum April 2024 lalu, tingkat elektibilitas Jon Pandu terhadap Bupati Epyardi Asda juga relatif tinggi yakni berbeda tipis tiga persen saja dibandingka Epyardi.

Elektibilitas Epyardi Asda pada saat itu mencapai 30,9 persen dan Jon Pandu sendiri mencapai 27 persen.

Begitu pula dari sisi populeritas dan aksebilitas antara Jon Pandu dengan Epyardi Asda juga tidak jauh jauh amat.

Malahan, saat dibuat simulasi berpasangan, termasuk Epyardi Asda dan Pasangan, pasangan Jon Pandu dengan sejumlah nama cawabup selalu menang. Itu artinya peluang Jon Pandu untuk memenangkan Pilbup Solok sangat terbuka.

Wabup aktif Kabupaten Solok ini mengaku bersyukur bahwa dirinya mendapat tempat di hati masyarakat kabupaten Solok.

Atas dasar itu pula, sebut Jon Pandu, dirinya makin mantap maju menjadi calon bupati Solok periode 2024-2029.

Dia juga merasa bersyukur mendapat dukungan maksimal dari partai lain untuk calon bupati. Menurut Jon, PKS sendiri menyodorkan tiga nama cawabup kepada dirinya, dan diberikan hak untuk memilih sendiri.

Namun, papar Jon, karena ketiganya adalah teman temannya sendiri, maka Jon meminta PKS sendiri yang memutuskan siapa yang akan dimajukan sebagai wakilnya di Pilbup Solok nanti.

Diluar itu, Jon Pandu kabarnya juga akan dipasangkan dengan tokoh politik senior di Kabupaten Solok yakni Bachtul.

SIMAK JUGA :  Audiensi Gema Pasundan - PDI-P Jabar : Pecat Arteria Dahlan

Bachtul dianggap tokoh sentral dalam ‘perlawanan’ terhadap Bupati Solok Epyardi Asda.

Dengan menjadi wakil Jon Pandu, Bachtul diharapkan mampu menarik suara pemilih dari antitesa Epyardi Asda.

Sebenarnya Jon Pandu dinilai sukses dan mulus memenangkan Pilbup Solok apabila bergandengan dengan tokoh partai Nasdem Irwan Afriadi alias Iwan Sangir.

Namun kabar terakhir menyebutkan bahwa Irwan Afriadi ingin maju juga sebagai Cabup Solok karena dinilai memiliki kemampuan untuk itu.

Terkait isu Irwan Afriadi ini, Jon Pandu mengaku tidak ada masalah. Sebab antara dirinya dengan Irwan Afriadi juga memiliki hubungan kekerabatan dan secara pribadi punya hubungan pertemanan dekat juga.

“Tetapi yang menjadi masalah bagi saya itu adalah, jika saya dan Irwan Adriadi maju jadi bupati melawan jagoan pak bupati sekarang yakni istri beliau sendiri, maka potensi saya dan Iwan kalah cukup terbuka. Itu saja problemanya,” ujar Jon Pandu.

Kecuali jika Irwan Afriadi bersedia maju menjadi Wakilnya maka sangat terbuka paslon ini memenangkan Pilbup Solok.

“Tetapi hal ini juga sulit diwujudkan. Sebab pak Irwan Afriadi juga punya kapasitas dan kapabilitas maju menjadi calon bupati seperti saya juga. Namun semua kita lihat sajalah perkembangannya nanti,” papar Jon pula.

Politisi Partai Gerindra

Jon Firman Pandu, S.H. adalah politikus Partai Gerindra yang menjabat Wakil Bupati Kabupaten Solok periode 2021—2024. Saat ini dia adalah wakil dari Bupati Solok, Epyardi Asda.

Jon Pandu adalah Wakil Bupati Solok ke-4 di Pemkab Solok dan mulai menjabat sejak 26 April 2021.

Jon Pandu terlahir 1 Maret 1979 di
Koto Laweh, Lembang Jaya, Solok, Sumatera Barat. Dia memiliki seorang istri bernama
Kurniati.

Jon Pandu memulai masa kecilnya di Jakarta dan memulai pendidikan dasarnya di
SDN Cipete Utara 012 Pagi Kebayoran Baru Jakarta Selatan (1986—1992)

Kemudian melanjutkan ke
SMP Negeri 1 Pamulang Kab. Tangerang (1992—1995)

Dan seterusnya mengikuti Program Studi Akomodasi Perhotelan SMK Swasta Puspita Bangsa Ciputat (1995—1998).

Sempat melanjutkan Program D-3 Perhotelan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta (1998) tetapi tidak tamat).

Akhirnya Jon Pandu melanjutkan program S-1 Ilmu Hukum STIH Putri Maharaja Payakumbuh (2016-2020).

Sebagai politisi, Jan Pandu aktif di sejumlah organisasi masa seperti
Ketua DPC GRIB Kabupaten Solok (2013—), Bendahara DPC Partai Gerakan Indonesia Raya Kabupaten Solok (2012—2017) dan Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya Kabupaten Solok (2017—).

Sebelum menjadi Wakil Bupati, Jon Pandu adalah Anggota DPRD Kabupaten Solok (2014—2019), dan Ketua DPRD Kabupaten Solok (2019—2020). (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *