Sumbar Butuh Iven Wisata Seperti Apa?

  • Bagikan

Start Minang Geopark cycling 28-30 Oktober, Ngarai Sianok – Nagari Lawang – mMninjau (foto : kredit Zuhrizul)

Oleh : Muhammad Zuhrizul

Sebagai inisiator even MINANG GEOPARK CICLYING awalnya saya ingin start etape 1 nya di Danau di atas alahan panjang.

H-1 peserta menginap dulu di desa wisata Alahan Panjang, Aia Batumbuak dan Talang terus menelusuri Danau di Bawah dan Danau Talang. Fisnish di Nagari Wisata Sumpu, wisatawan menginap di homestay rumah gadang Kampung Nudaya Sumpu.

Etape 2 : Sumpu menuju Bukittinggi Ngarai sianok dan menginap di homestay/ camping desa wisata kayu kubu, hiburan seni tradisi malam dan makan malam.

Etape 3 : Ngarai Sianok – Lawang dan peserta menginap di homestay desa wisata lawang dan camping.

Etape 4 nya star dari Lawang menuju Maninjau dan fisnish di Desa wisata Sungai Batang dengan homestay rumah gadang bagi peserta yg masih ingin nikmati liburan sambil bersepeda di desa yg dapatkan anugerah desa wisata nasional ini.

Namun ada beberapa kendala yakni Kabupaten Solok, Tanah Datar dan Bukittinggi tidak siap. Akhirnya kita jadikan 2 etape ( Ngarai Sianok – Lawang dan Lawang – Maninjau )

Kenapa starnya di Danau Kembar dan finisnya di Maninjau ??

1. kita ingin ekposur ke dunia bahwa Sumbar miliki 5 danau dengan karakter yang berbeda dari 7 danau yang ada ( Danau Tuo dan Danau Tanah Tingga)

2. Jalur Danau Kembar – Talang – Singkarak – Ngarai Sianok adalah jalur patahan Sumatera , makanya kita beri nama even ini MINANG GEOPARK CYCLING

3. dengan Even ini kita ingin mempromosikan desa deaa wisata kita yang disinggahi dan berharap peserta promosikan dan berharap mereka kembali menginap di homestay dan ajak kawan-kawan serta keluarga nikmati suasana desa wisata, keliling desa dengan sepeda dan aktifitas lainnya menikmati kearifan lokal di nagari /desa wisata

4. memberikan pesan kepada pemerintah khususnya dinas pariwisata bahwa even /festifal wisata ke depan adalah festival festival /even – even wisata yang mendatangkan wisatawan luar sumbar untuk datang dan menikmati /terlibat langsung dalam even wisata , mereka datang bersama keluarga, menginap di homeatay/hotel untuk beberapa hari dan tentunya mereka akan belanja serta beli oleh-oleh untuk pulang, jadi even wisata /festifal budaya yg hebat bukanlah yang ramai tapi hanya di nikmati warga lokal /sumbar tapi even yang dihadiri oleh wisatawan nusantara maupun manca negara

5. sport tourism menjadi trend even wisata dunia yg di minati wisatawan hari ini dan mampu menjadi media promosi gratis apalagi kalau melibatkan influenser dan publik figur /artis untuk endorse, konten kreatif di tambah dengan berbagai kenangan yg di upload oleh peserta luar tentang even tsb di media sosial

SIMAK JUGA :  Musprov Kadin Sumbar Gagal, karena “lapangan bertarung” tak pantas

Itulah 5 alasan awal kami ingin sekali hadirkan even berkualitas dan di tunggu-tunggu oleh wisatawan setiap tahunnya , sebab even ini kita kemas dalam balutan budaya dan kearifan lokal warga, di tambah lagi yang paling penting bisa melibatkan teman-teman pokdarwis bagari untuk terlibat aktif dari even tersebut sebagai proses pembelajaran agar ke depan mampu menggelar even serupa secara mandiri .

Semoga ke depan 2023 kita akan wujudkan mimpi even besar di atas dan semua pihak , Pemkab/Pemko, Pemprov, Kementrian Pariwisata , Komunitas sepeda mau bergandengan tangan untuk bersama-sama sukseskan even tersebut

Akan ada lagi beberapa even sport tourism yang kami siapkan bersama DPD IATTA sumbat untuk 2023 seperti WEST SUMATERA SEVEN SUMMIT dimana wisatwan/penghobby wisata gunung dunia selama 15 hari akan kita fasilitasi mendaki 7 gunung dengan berbagai karakter di Sumbar.

Iven wisata HARAU INTERNATIONAL CLIMBING FESTIVAL, dimana seluruh penghobby panjat tebing dunia akan berkumpul di harau selama satu minggu sambil menikmati 330 spot climbing 90 dengan jalur yang menantang, even world surfing league Mentawai , ekspedisi jalur patahan Sumatera akan diikuti oleh para geolog dan mahasiswa geologi seluruh dunia, Ultra run dan International fun and fly dengan beberapa tempat take off paralayang dengan angin dan view yang berbeda – beda di sumbar serta Minang Geopark Run.

Terakhir kami berharap seluruh komunitas teruslah berbenah dan jadikan setiap even berdampak terhadap ekonomi masyarakat bahkan juga setiap even wisata menjadi jualan resmi oleh teman-teman travel agent

Sekali lagi even wisata hebat bukanlah even wisata yang ramai dihadiri oleh warga lokal, kecamatan tetangga tapi even-even wisata yang mampu mendatangkan wisatawan terlibat dalam even dan mereka membayar sendiri perjalananya bukan di bayarkan seperti even-even dahulu tour de singkarak dan lainnya.

Untuk tahap awal boleh sebagai media promosi, ke depan semua even-even wisata harus mampu menjadi industri dan di minati oleh sponshorhip ketika even yang di gelar bermutu dan berkualitas.

*)Penulis adalah Ketum DPW IATTA SUMBAR, Ketua Tim Pendampingan dan Pengembangan Desa Wisata Sumbar

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *