Usai Bertemu Gubernur Sumbar, Menteri Basuki Perintahkan HK Lanjutkan Tol Padang – Sicincin

  • Bagikan

GUBERNUR Sumbar Mahyeldi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, saat bertemu di Jakarta, Selasa (12/10) lalu. (Foto : kredit Diskominfotik Sumbar)

JAKARTA – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, usai bertemu Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di kantor Kementerian PUPR Jakarta, meminta HK melanjutkan pembangunan jalan tol Padang Sicincin.

Gubernur Mahyeldi, saat bertemu Menteri Basuki melaporkan bahwa pembebasan Lahan tol Padang Sicincin Per 25 Oktober sudah mencapai 84,65 Persen.

Terkait dengan ketersediaan lahan itu, Menteri Basuki kemudian menerbitkan disposisi dengan nomor agenda 4579/EM/22 kepada Sekjen PUPR, Dirjen Bina Marga dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) untuk memerintahkan PT. Hutama Karya agar melanjutkan kembali pekerjaan pembangunan jalan Tol Padang Sicincin yang sudah tertunda hampir 1,5 tahun.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumbar, Medi Iswandi, menjelaskan bahwa perintah Menteri PUPR tersebut berawal dari pertemuan Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, pada 12 Oktober lalu, untuk melaporkan progres fasilitasi pembebasan lahan tol Padang-Sicicin yang sudah mencapai 81,16 persen.

“Menteri PUPR merespon baik informasi yang disampaikan Gubernur Sumbar, dan meminta gubernur menyurati agar pembangunan dapat dilanjutkan,” ujar Medi kepada wartawan di ruangan kerjanya, Selasa (25/10/2022).

Terkait permintaan itu, gubernur bersama kepala Bappeda dan Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tara Ruang (BMCKTR) Sumbar Era Sukma, langsung menyiapkan surat kepada menteri. Surat bernomor 050/588/infraswil/bappeda-2025 tanggal 12 oktober 2022 dengan perihal lanjutan pelaksanaan pembangunan jalan tol Padang – Sicicin langsung diantar kepada menteri PUPR.

“Alhamdulillah menteri langsung merespon cepat surat Gubernur Sumbar tersebut, besok harinya tanggal 13 Oktober 2022 langsung mendisposisi dengan nomor agenda 4579/EM/22 kepada Sekjen PUPR, Dirjen Bina Marga dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) untuk memerintahkan PT. Hutama Karya untuk melanjutkan pelaksanaan pekerjaan pembangunan,” lanjut Medi.

SIMAK JUGA :  Kementerian ESDM lakukan asesmen terhadap potensi tambang di Banyumas

“Pemerintah Sumatera Barat akan berupaya maksimal memfasilitasi pembebasan lahan untuk tol ini dan ditargetkan fasilitasi pembebasan lahan ini dapat diselesaikan pada bulan Desember 2022 ini. Kondisi sampai tanggal 25 Oktober 2022 sudah mencapai 84,65 persen,” pungkas Medi. (*)

Awaluddin Awe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *