Pilgub NTT 2018, Masyarakat Diajak Jaga Persatuan dan Kesatuan

  • Bagikan

NTT, harianindonesia.id – Ketua Umum LBH Komnas PHD-HAM Indonesia, Ignas Bataona melalu pesan WhatsApp yang diterima media, Jumad (5/01/18) di Kabupaten Sikka mengajak masyarakat NTT untuk menjaga Persatuan dan kesatuan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT tahun 2018. Ia memprediksi isu yang berbau suku, agama, ras, dan antar golongan atau SARA masih dominan pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah 2018.

Para peserta Pilgub NTT dapat menjamin pesta demokrasi itu tak memecah belah. Peran masyarakat menjadi faktor terpenting untuk mewujudkan iklim demokrasi yang sehat dalam Pilgub NTT 2018.

LBH Komnas PHD-HAM Indonesia berharap masyarakat, tokoh agama, pemerintah pusat dan daerah, elite politik serta partai politik tidak me jadikan Pilkada 2018 untuk meruncing perbedaan. Siapapun pemenang dalam kontestasi politik perlu merajut persatuan dan kesatuan di masyarakat serta tidak melestarikan perbedaan karena berlainan pilihan.

“Peran Negara dan kehadirannya menjadi faktor penting untuk menjamin stabilitas bidang sosial dan politik pada 2018. Ketegasan Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf kalla diperlukan untuk mengantisipasi perilaku melawan hukum oleh kelompok masyarakat yang mengganggu kehidupan Demokrasi”tandasnya

Ignas menilai, Negara perlu hadir untuk mengawasi kontestasi Pilkada 2018, terutama untuk mengantisipasi isu-isu sensitif yang mencoreng nilai – nilai Demokrasi.

” Presiden jokowi tak boleh ragu-ragu untuk menegakkan hukum kepada pihak – pihak yang ingin menghalalkan segala cara dalam berpolitik dan menganggu persatuan dan kesatuan di NTT “tegasnya (Angga)

SIMAK JUGA :  Wako Padang Panjang Nilai Kinerja Eselon II dari Proposal Kerjanya
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *