JAKARTA – PT Hutama Karya membuka kembali ruas jalan tol Binjai – Langsa untuk umum, setelah sempat ditutup akibat tingginya genangan air.
EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Mardiansyah menjelaskan setelah dilakukan rekayasa lalu lintas sebagai dampak dari curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir di kawasan Seksi 2 (Kuala Bingai–Tanjung Pura), PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) selaku pengelola menginformasikan bahwa rekayasa lalu lintas telah diakhiri.
Meski demikian, pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati karena masih terdapat genangan air dengan ketinggian sekitar 9 cm serta penyempitan jalur pada beberapa titik akibat penanganan gerusan dan penanganan genangan yang tengah berlangsung.
Pengendara juga diimbau ekstra waspada setelah keluar Gerbang Tol Tanjung Pura maupun Pangkalan Brandan, mengingat jalur arteri di sekitar wilayah tersebut masih berpotensi mengalami banjir dan genangan.
Penanganan Gerusan
Hutama Karya saat ini tengah melakukan penanganan gerusan di sejumlah titik, yaitu KM 18+200 Jalur A (arah Binjai ke Stabat), KM 33+350 Jalur A; KM 34+000 Jalur A, KM 36+900 Jalur A (arah Kuala Bingai ke Tanjung Pura) & B (arah Tanjung Pura ke Kuala Bingai), KM 38+400 Jalur A; KM 69+500 Jalur B dan KM 74+400 Jalur A.
Penanganan gerusan dilakukan dengan penimbunan kembali, pemadatan, dan perapihan lereng, pembuatan saluran sementara, serta perkuatan _Steel Sheet Pile (SSP)_ atau batu beronjong sesuai dengan kondisi perbaikan, untuk memastikan stabilitas dan keamanan jalan, khususnya saat curah hujan tinggi.
Selain itu, HK juga melakukan penanganan genangan di KM 53+400 Jalur A dan B, dengan penyempitan jalur untuk pengaturan lalu lintas hanya dibuka lajur cepat sehingga mengurangi beban kendaraan pada lajur lambat dan bahu luar, serta perapihan area terdampak agar lajur tetap dapat dilalui dengan aman.
Pengguna jalan diimbau untuk mengurangi kecepatan dan mengikuti arahan petugas pada titik ini.
Kesiagaan dan Imbauan Keselamatan
Dalam kaitan pembukaan ruas tol, kata Mardiansyah, petugas operasional Hutama Karya terus disiagakan penuh di lapangan, tidak hanya untuk membantu pengaturan lalu lintas dan pemantauan kondisi genangan, tetapi juga turut membantu proses evakuasi warga terdampak serta mendistribusikan bantuan di posko banjir yang berada di Rest Area KM 41+000 Jalur B.
“Hutama Karya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses penanganan berlangsung dan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap waspada dengan berkendara pada kecepatan rendah, mematuhi seluruh rambu dan instruksi petugas.” ujar Mardiansyah melalui penjelasan tertulisnya, Selasa (2/12/2025).
Sempat Dialihkan
Sebelumnya, Hutama Karya menutup sementara ruas tol Binjai – Langsa dan mengalihkan arus lalulintas ke Kuala Bingai – Tanjung Pura. Penutupan dilakukan karena kondisi air semakin tinggi di kawasan tol Binjai Langsa.
Rilis Hutama Karya mengabarkan informasi terkini kondisi banjir di Jalan Tol Binjai–Langsa hingga Jumat (28/11) tepatnya pada Seksi 2 (Kuala Bingai–Tanjung Pura) terpantau terdapat peningkatan ketinggian air.
Seperti di KM 49+800 A (arah Binjai ke Tanjung Pura) & B (arah Tanjung Pura ke Binjai), KM 50+800 Jalur A & B, KM 52+600 A & B, dan KM 53+400 Jalur A & Jalur B.
“Demi keselamatan pengguna jalan, penutupan jalur dan pengalihan arus lalu lintas sementara diberlakukan. Pengalihan arus ini dilaksanakan dari arah Kuala Bingai menuju jalur Tanjung Pura dan arah sebaliknya.” ujar EVP Sekretaris Perusahaan
PT Hutama Karya (Persero)
Mardiansyah dalam penjelasan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (28/11) malam.
Menurut Mardiansyah, sampai saat saat ini belum terdapat jalur alternatif arteri karena kawasan sekitar masih tergenang.
Tetapi Petugas telah disiagakan di lokasi untuk melakukan pemantauan intensif dan pelaporan kondisi secara berkala.
Sementara, gerbang tol yang masih aman dilalui saat ini adalah Gerbang Tol Stabat, Gerbang Tol Kuala Bingai, serta Seksi 3 (arah Tanjung Pura ke Pangkalan Brandan dan sebaliknya) yang terpantau tetap normal.
Selanjutnya, untuk mendukung upaya penanganan dan tanggap darurat bencana, Hutama Karya telah menambah posko pengungsian di Rest Area KM 41+000 Jalur B.
Sejumlah bantuan juga terus disalurkan, mencakup transportasi, evakuasi, obat-obatan, dan makanan siap saji bagi warga terdampak.
Sebelumnya Masih Bisa Dilewati
Sebelumnya, Hutama Karya melaporkan sejumlah ruas jalan tol di Sumatera terdampak cuaca ekstrem.
Dampak yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem tersebut terhadap ruas tol di Sumatera adalah ;
Terjadi gerusan tanah di sejumlah titik yang kemudian menyebabkan banjir pada beberapa lokasi di Jalan Tol Binjai–Langsa, khususnya Seksi Binjai–Pangkalan Brandan, pada Rabu (26/11) hingga Kamis (27/11).
Gangguan tersebut terpantau di antaranya pada KM 73+200 hingga KM 73+000 Jalur B (dari arah Pangkalan Brandan menuju Binjai).
KM 02+900 Jalur Exit Pangkalan Brandan, KM 42+000 Jalur B, KM 33+400 Jalur A (dari arah Binjai ke Pangkalan Brandan), KM 36+400 Jalur B, KM 34 Jalur A, KM 40+800 Jalur B, KM 38+200 Jalur B.
Akses Masuk Kuala Bingai, Off-ramp IC Stabat Jalur B, Akses Tanjung Pura, Ujung Akses Pangkalan Brandan (Intersection) serta KM 53+000 Jalur A & B.
“Cuaca ekstrem ini menimbulkan dampak yang cukup signifikan di beberapa titik, namun seluruh tim kami bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan keamanan jalur tol,” ujar Mardiansyah, _Executive Vice President_ (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (28/11/2025) pagi.
Selain kejadian di Tol Binjai–Langsa, Hutama Karya juga melakukan pemantauan pada ruas Tol Padang–Sicincin, di mana genangan air terdeteksi mulai memasuki jalur lambat tepatnya di KM 8+800 (arah Sicincin menuju Gerbang Tol Padang).
Sebagai langkah mitigasi awal, telah dilakukan pemasangan perambuan peringatan serta penempatan petugas siaga di lokasi untuk memastikan keamanan dan kelancaran pengguna jalan.
Dalam mendukung upaya penanganan dan tanggap darurat bencana, Hutama Karya juga bekerja sama dengan Satgas BUMN untuk menyiapkan posko siaga di Gerbang Tol Padang sebagai titik dukungan dan koordinasi bagi masyarakat terdampak maupun pihak berwenang.
“Kami terus memantau kondisi seluruh ruas tol yang berada di koridor Sumatra, termasuk ruas di Padang dan Aceh. Untuk wilayah Aceh, situasi saat ini masih terkendali, namun tim tetap bersiaga apabila terjadi perubahan kondisi,” ujar Mardiansyah.
Menyikapi kondisi cuaca ekstrem dan banjir yang melanda beberapa wilayah di Pulau Sumatra, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) turut mendukung upaya penanganan dan tanggap darurat bencana bersama pihak berwenang untuk menjaga keselamatan warga sekitar dan memastikan kelancaran layanan jalan tol.
Hutama Karya juga berkoordinasi erat dengan BPBD serta menyiapkan dukungan bagi warga sekitar yang terdampak. Setelah kejadian teridentifikasi, petugas segera melakukan pengamanan di sekitar lokasi dengan pemasangan rambu peringatan serta pemberlakuan penyempitan jalur pada beberapa titik, termasuk di KM 74 Jalur A, KM 34 Jalur A, KM 69+800 Jalur B, dan Akses Masuk Kuala Bingai.
Selain memastikan keamanan operasional tol, Hutama Karya juga berkoordinasi dengan BPBD untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir di Desa Harapan Makmur, Dusun Sei Pakis.
Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, air mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 05.10 WIB. Evakuasi kemudian dilakukan oleh BPBD dan Marinir Tangkala Lagan mulai pukul 11.15 WIB menuju Gerbang Tol Pangkalan Brandan sebelum dipindahkan ke Posko BPBD Kecamatan Pangkalan Brandan Barat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga sekitar yang terdampak, Hutama Karya menyediakan tempat pengungsian sementara di Kantor Gerbang Tol Pangkalan Brandan, serta menyediakan transportasi operasional untuk membantu proses evakuasi warga dari titik banjir menuju lokasi aman dan posko BPBD.
Mardiansyah menegaskan bahwa gangguan alam ini tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas di Jalan Tol Binjai–Langsa.
Seluruh titik terdampak telah ditangani oleh petugas, aman dilalui dan kondisi jalur telah normal kembali.
“Seluruh titik terdampak sudah kami tangani dan saat ini tol dapat dilintasi dengan aman. Kami terus memantau kondisi cuaca dan jalur secara real-time untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jalan tetap optimal. Pemasangan rambu dan penempatan personel di titik-titik gangguan juga telah kami optimalkan,” tambah Mardiansyah.
Mardiansyah juga mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk tetap berhati-hati saat berkendara, terutama pada kondisi hujan deras.
Pengguna jalan diminta mematuhi rambu, memeriksa kondisi kendaraan sebelum perjalanan, menurunkan kecepatan saat melintasi jalan basah atau tergenang untuk menghindari risiko _aquaplaning_, menjaga kecepatan ideal, menjaga jarak aman, serta tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk.
“Kami turut berbelasungkawa kepada korban terdampak atas bencana alam yang terjadi saat di Sumatra. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama. Pada kondisi cuaca seperti ini, kami meminta pengguna tol untuk lebih waspada, mengurangi kecepatan, dan memastikan kendaraan berada dalam kondisi prima agar perjalanan tetap aman dan nyaman.” pungkas Mardiansyah.
Kepada warga dan pengguna jalan tol yang membutuhkan bantuan, Hutama Karya menyiapkan Call Center Jalan Tol Binjai–Langsa di 0823-6784-6784 atau akun resmi Jalan Tol Hutama Karya di @HutamaKaryaTollRoad. (*)
Awaluddin Awe













