Seorang staf di gerbang tol Sumatera milik Hutama Karya sedang memberikan “salam setujui” kepada pengendara yang melintasi tol Sumatera selama Nataru 2025-2026. (Foto : Corcom HK/AWE/HI)
JAKARTA – Arus kendaraan ke Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama periode Nataru 2025-2026 atau selama 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, mencapai 2.491.021, atau naik sebesar 7,63 persen dibanding 2024-2025.
“Tetapi jika dilihat dari trafik normal, arus mudik dan arus balik dari dan ke Tol Sumatera mengalami kenaikan sebesar 43,32 persen,” ujar _Executive Vice President_ (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, dalam keterangan tertulisnya kepada media, Kamis (8/1/2026).
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, sebut Mardiansyah, ruas Tol Kuala Tanjung – Sinaksak yang dikelola anak usaha Hutama Karya, Hutama Marga Waskita, menjadi ruas dengan trafik tertinggi mencapai 599.514 kendaraan.
Tingginya volume kendaraan pada ruas ini dipengaruhi posisinya sebagai koridor vital yang menghubungkan pergerakan masyarakat dan aktivitas wisata dari kawasan Kuala Tanjung menuju Sinaksak maupun sebaliknya, terutama saat periode libur Nataru.
Sementara itu, peningkatan persentase tertinggi dibandingkan Volume Lalu Lintas (VLL) normal terjadi di Tol Sigli – Banda Aceh yang mencapai 87,50%, didorong oleh penambahan ruas fungsional Seksi Padang Tiji – Seulimeum yang memperkuat alternatif jalur di wilayah Aceh dan meningkatkan konektivitas perjalanan selama Nataru.
“Dari data tersebut, kami tidak hanya melihat besaran trafik, tetapi juga memetakan titik dan waktu yang paling membutuhkan penguatan layanan. Dengan begitu, respons di lapangan bisa lebih cepat, terarah, dan dampaknya langsung terasa bagi pengguna,” tambah Mardiansyah.
Hutama Karya mencatat, pada puncak arus mudik 21 Desember 2025 tercatat sebanyak 140.419 kendaraan atau naik 38% dari kondisi normal. Sementara pada puncak arus balik pada 4 Januari 2026 tercatat 154.420 kendaraan atau naik 78,33% dari kondisi normal.
Fasilitas Nataru
Seperti diketahui selama Nataru 2025-2026, Hutama Karya memberlakukan potongan tarif pada arus Natal 22–24 Desember 2025 serta arus Tahun Baru 31 Desember 2025–1 Januari 2026.
Pemberlakuan potongan tarif ini, adalah pada ruas Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Tol Indralaya–Prabumulih, Tol Pekanbaru–Dumai, Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar, Tol Indrapura–Kisaran, Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, serta Tol Sigli–Banda Aceh.
Pada periode yang sama, Hutama Karya juga mengoperasikan ruas tol fungsional untuk memperkuat akses selama Nataru, yaitu Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1 yang dibuka secara fungsional pada 7 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Ruas ini mencapai trafik sebanyak 37.138 kendaraan.
Hal yang sama juga dilakukan di Tol Palembang – Betung Seksi 2 yang dibuka pada 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dengan total trafik 45.358 kendaraan.
“Pengoperasian Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 turut mendukung akses bantuan logistik ke wilayah terdampak banjir, sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode libur.” Pungkas Mardiansyah.
Sejalan dengan komitmen penguatan konektivitas di Sumatra, sepanjang tahun 2025 Hutama Karya juga telah mengoperasikan tiga seksi baru dan satu junction, yakni Tol Binjai–Langsa Seksi Tanjung Pura–Pangkalan Brandan, Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin, Tol Betung–Tempino–Jambi (Betejam) Seksi Tempino–Ness, serta _Junction_ Palembang.
Tolusa Ramadhona, pengguna jalan asal Palembang yang melintas di Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung pada periode potongan tarif, menyampaikan bahwa program ini terasa langsung manfaatnya bagi perjalanan keluarga.
“Dengan potongan tarif, biaya perjalanan jadi lebih ringan. Jadi masih ada sisa untuk kebutuhan lain selama liburan,” ujarnya.
Siapkan Layanan Lebih Baik
Hutama Karya menilai layanan Nataru 2025/2026 di JTTS dapat berjalan dengan baik berkat kesiapan operasional, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta dukungan fasilitas layanan pengguna jalan di titik-titik strategis.
Sejumlah strategi layanan yang diterapkan selama periode Nataru, mulai dari optimalisasi manajemen trafik di titik rawan kepadatan, penguatan informasi layanan dan komunikasi publik secara terintegrasi, hingga peningkatan kesiapsiagaan layanan rest area dan fasilitas pengguna, berhasil dilaksanakan dan menjadi bekal penting untuk perbaikan berkelanjutan.
Seluruh catatan evaluasi Nataru ini akan menjadi dasar penyempurnaan layanan serta rujukan utama dalam menyiapkan pelayanan Mudik Lebaran 2026 mendatang, agar pengendalian arus kendaraan semakin presisi, fasilitas semakin siap, dan informasi semakin mudah dipahami pengguna.
“Evaluasi ini menjadi dasar perbaikan layanan kami ke depan, termasuk sebagai bahan penyusunan langkah operasional untuk pelayanan Mudik Lebaran 2026. Kami ingin pengguna jalan merasakan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan terbantu setiap kali melintas di JTTS,” tutup EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah. (*)
Awaluddin Awe













