HK Pimpin KSO BUMN Karya, Bangun Jembatan 1.000 meter, Hubungkan Pulau Kalimantan – Pulau Laut

JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) mendapat kepercayaan membangun jembatan sepanjang 1.000 meter di Kalimantan Selatan yang menghubungkan Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut.

Jembatan ini memiliki total panjang jembatan lebih dari 1.000 meter, terdiri dari bentang utama sepanjang 500 meter dengan struktur jembatan cable stayed serta bentang pendekat sepanjang lebih dari 500 meter.

Struktur utama dilengkapi dua pylon setinggi kurang lebih 100 meter, serta menggunakan beton mutu tinggi.

Proyek ini menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM) guna meningkatkan efisiensi perencanaan dan pengendalian konstruksi serta keselamatan pekerjaan proyek.

PT Hutama Karya resmi menandatangani kontrak Pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan – Pulau Laut di Ruang Serbaguna Gedung Kementerian Pekerjaan Umum, pada Senin (22/12).

Pembangunan jembatan ini sebagai upaya pemerintah dalam memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.

Penandatanganan kontrak ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan akses darat yang andal, aman, dan berkelanjutan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Laut.

Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Rizky Agung, EVP Divisi Sipil Umum Hutama Karya, bersama mitra Kerja Sama Operasi (KSO) lainnya.

Acara penandatangan dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Bupati Tanah Bambu Andi Rudi Latif, Bupati Kotabaru Muhammad Rusli, Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar, serta jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, serta Direktur Operasi I Hutama Karya Agung Fajarwanto dan pimpinan BUMN Karya.

“Penandatanganan kontrak dan nota kesepakatan pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut menjadi landasan dimulainya tahapan konstruksi infrastruktur strategis di Kalimantan Selatan. Kesepakatan ini memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam pembangunan jembatan, pengembangan koridor Lintas Tengah Pulau Laut, serta penataan dan penyempurnaan jalur Banjarbaru–Tanah Bumbu agar lebih aman, lancar, dan sesuai standar, sehingga pelaksanaan konstruksi dapat berjalan secara profesional dan akuntabel.” ujar Direktur Jenderal Bina Marga, Roy Rizali Anwar.

SIMAK JUGA :  PTHK Teken KSO Tol Akses Patimban Paket II, Hubungkan Pelabuhan ke Tol Trans Jawa Lebih Efisien

Proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan – Pulau Laut dirancang sebagai infrastruktur kunci yang akan menghubungkan Kalimantan dengan Pulau Laut. Infrastruktur ini akan menjadi penghubung darat utama yang melengkapi sistem transportasi eksisting di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya dipercaya sebagai pemimpin konsorsium dalam skema kerja sama operasi (KSO) pada proyek yang dipercayakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga.

Penunjukan ini mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kapabilitas Hutama Karya dalam mengelola proyek infrastruktur strategis berskala besar.

Dalam kesempatan terpisah, Mardiansyah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menyampaikan bahwa penandatanganan kontrak ini menjadi tahapan penting bagi Hutama Karya sebagai champion di bidang Jalan dan Jembatan untuk segera memulai pelaksanaan proyek secara terukur dan profesional, dengan mengedepankan ketepatan mutu, waktu, serta aspek keselamatan kerja.

Disampaikan, bahwa pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan – Pulau Laut akan memberikan manfaat strategis bagi masyarakat di wilayah tersebut, mulai dari peningkatan kelancaran mobilitas dan distribusi logistik, perluasan akses layanan publik, hingga penguatan aktivitas ekonomi. Kehadiran jembatan ini juga diharapkan mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru serta meningkatkan daya tarik investasi.

“Melalui proyek ini, Hutama Karya berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang berperan sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi, memperkuat keterhubungan antarwilayah, serta mendukung pemerataan pembangunan nasional,” pungkas Mardiansyah. (*)

Awaluddin Awe