Efek kenaikan arus mudik Nataru ke Sumatera, rest area yang dikelola HKR mengalami kenaikan okupansi sebesar 50-60 persen. (Foto : corcom HK/HKR/AWE/HI).
JAKARTA – Naiknya arusnya mudik Natal dan Tahun Baru 2025-2026 di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) membawa dampak signifikan terhadap kenaikan okupansi Rest Area strategis yang dikelola PT HK Realtindo.
“Arus mudik yang tinggi melalui tol Trans Sumatera membawa dampak kenaikan okupansi rest area strategis yang kami kelola yakni mencapai 50-60 persen pada 22 Desember 2025 kemarin,” ujar Direktur Bisnis dan Teknik PT HK Realtindo, M. Reza Arisandy, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Menurut Reza, selama Nataru terdapat lima ruas tol strategis yang diproyeksikan mengalami peningkatan trafik signifikan, yaitu Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (TERPEKA), Indralaya–Prabumulih (INPRABU), Pekanbaru–Dumai (PERMAI), Indrapura–Kisaran (INKIS), serta Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (KUTEPAT).
Hingga 22 Desember 2025, trafik kendaraan harian secara kumulatif di ruas-ruas tersebut tercatat mencapai 127.201 kendaraan, atau naik sebesar 43,09% dibandingkan trafik normal.
Lonjakan ini, kata Reza, berdampak langsung pada tingkat okupansi Rest Area yang dikelola HKR yaitu rata-rata mengalami kenaikan pengunjung hingga 50-60% pada jam-jam puncak perjalanan.
Pada periode Nataru 2025/2026 diprediksi arus kendaraan lebih menyebar namun konsisten tetap tinggi.
Melihat hal tersebut, pemerintah melalui SKB Dirjen Hubdat, Dirjen Bina Marga, dan Korlantas Polri terkait pengaturan lalu lintas masa Nataru, memperpanjang periode penjagaan salah satunya di JTTS Ruas Tol TERPEKA.
Sebagai respons, HKR menerapkan pengaturan lalu lintas internal secara ketat, mencakup pengelolaan arus masuk-keluar, penataan parkir, serta pengawasan intensif.
Guna mendukung kelancaran operasional di atas total luasan Rest Area kelolaan yang mencapai lebih dari 80 hektar di sepanjang koridor JTTS, HKR menyiagakan total 62 personel tambahan sementara sepanjang Nataru khususnya petugas lapangan, keamanan, dan kebersihan, agar layanan tetap cepat dan responsif.
HKR memastikan seluruh Rest Area beroperasi dengan layanan utama 24 jam, meliputi SPBU, SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), toilet, musala/masjid, area makan, dan fasilitas istirahat pengemudi.
Selain itu, disiagakan juga layanan bengkel ringan, derek, serta layanan kesehatan dan pertolongan pertama untuk mengantisipasi kondisi darurat selama perjalanan.
Dari sisi kebersihan dan keamanan, HKR meningkatkan frekuensi pembersihan fasilitas publik berintensitas tinggi dan memperkuat pengamanan melalui penempatan petugas di titik strategis, optimalisasi CCTV, serta koordinasi intensif antarpetugas guna memastikan respon cepat terhadap situasi darurat.
HKR juga mengoptimalkan area kuliner Rest Area dengan melibatkan pelaku UMKM lokal, sehingga pengguna jalan memiliki pilihan kuliner yang beragam dan higienis sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah selama periode Nataru.
Fasilitas pendukung seperti taman bermain anak turut disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan yang bepergian bersama keluarga.
Selain layanan fisik, HKR secara aktif menyampaikan himbauan keselamatan berkendara, mengajak pengemudi untuk beristirahat cukup dan tidak memaksakan perjalanan demi menekan risiko kecelakaan lalu lintas.
Reza Arisandy, menyatakan bahwa kesiapan Rest Area menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan perjalanan selama Nataru.
“Seiring meningkatnya intensitas penggunaan Rest Area, HKR memperkuat layanan secara menyeluruh. Dengan penambahan personel dan pengaturan trafik yang ketat, kami ingin memastikan Rest Area bukan sekadar tempat singgah, tapi ruang istirahat yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan,” ujarnya.
Mudik Terus Meningkat
Sementara itu, dari laporan pemantauan di JJTS diketahui arus mudik di semua ruas tol Sumatera terus mengalami peningkatan.
Rekap Trafik Harian Ruas Tol Beroperasi:
Kendaraan yang melintasi Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung (Terpeka) tercatat sebanyak 15.897 kendaraan atau meningkat 26,75% dibandingkan trafik normal.
• Kendaraan yang melintasi Tol Palembang – Indralaya – Prabumulih (Palindra & Indraprabu) tercatat sebanyak 16.870 kendaraan atau meningkat 37,97% dibandingkan trafik normal.
• Kendaraan yang melintasi Tol Betung – Tempino – Jambi (Bayung Lencir – Tempino) tercatat sebanyak 8.501 kendaraan atau meningkat 104,94% dibandingkan trafik normal.
• Kendaraan yang melintasi Tol Bengkulu – Taba Penanjung (Bengtaba) tercatat sebanyak 2.241 kendaraan atau meningkat 40,15% dibandingkan trafik normal.
• Kendaraan yang melintasi Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) tercatat sebanyak 17.571 kendaraan atau meningkat 32,68% dibandingkan trafik normal.
• Kendaraan yang melintasi Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar tercatat sebanyak 6.827 kendaraan atau meningkat 64,31% dibandingkan trafik normal.
• Kendaraan yang melintasi Tol Indrapura – Kisaran tercatat sebanyak 12.428 kendaraan atau meningkat 64,30% dibandingkan trafik normal.
• Kendaraan yang melintasi Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kuala Tanjung – Sinaksak) yang dikelola oleh PT Hutama Marga Waskita (HMW) tercatat sebanyak 29.840 kendaraan atau meningkat 24,55% dibandingkan trafik normal.
• Kendaraan yang melintasi Tol Binjai – Pangkalan Brandan tercatat sebanyak 12.214 kendaraan atau meningkat 61,05% dibandingkan trafik normal.
• Kendaraan yang melintasi Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6 (Seulimeum – Baitussalam) tercatat sebanyak 5.064 kendaraan atau meningkat 80,02% dibandingkan trafik normal.
• Kendaraan yang melintasi Tol Padang – Sicincin tercatat sebanyak 1.435 kendaraan atau lebih rendah 27,05% dibandingkan trafik normal, dikarenakan terputusnya konektivitas dari arah Padang menuju Bukittinggi.
Rekap Trafik Ruas Tol Fungsional Periode Nataru 2025/2026 (23 Desember 2025):
Sementara itu, secara terpisah untuk trafik pada ruas tol yang dioperasikan secara fungsional selama periode Libur Nataru 2025/2026 pada tanggal 23 Desember 2025, tercatat sebagai berikut:
Tol Sigli – Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 (Seulimeum – Padang Tiji) yang dioperasikan secara fungsional sejak 7 Desember 2025, mencatat trafik sebanyak 1.327 kendaraan.
• Tol Palembang – Betung (Kramasan – Pangkalan Balai) yang dioperasikan secara fungsional sejak 20 Desember 2025, mencatat trafik sebanyak 2.598 kendaraan. (*)
Awaluddin Awe













