HUTAMA KARYA WOMEN LEADERS FORUM 2025, PERKUAT PERAN PEMIMPIN PEREMPUAN LEWAT PENDEKATAN HOLISTIK

Direktur Utama PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) sekaligus Ketua Srikandi Hutama Karya, Aji Prasetyanti membuka secara resmi HK Women Leaders Forum 2025 bertema “Embrace, Empower, Elevate” di Jakarta, pada Kamis (4/12). (Foto : dok corcom HK)

JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) saat ini mempekerjakan 483 karyawan perempuan, 10,14% di antaranya menduduki posisi pemimpin _middle-manager_ ke atas di berbagai fungsi dan lini bisnis perusahaan.

Untuk memperkuat peran, kapasitas, dan jejaring para _women leader_ tersebut, Hutama Karya melalui komunitas Srikandi HK menyelenggarakan HK Women Leaders Forum 2025 bertema “Embrace, Empower, Elevate” di Jakarta, pada Kamis (4/12).

Forum ini sebagai rangkaian peringatan Hari Ibu dan upaya berkelanjutan memperkuat kepemimpinan perempuan di lingkungan perusahaan.

Forum dibuka langsung oleh Direktur Utama PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) sekaligus Ketua Srikandi Hutama Karya, Aji Prasetyanti, dan Direktur Human Capital & Legal Hutama Karya, Muhammad Fauzan yang menekankan pentingnya lingkungan kerja yang saling menghargai, sehat, dan suportif sebagai prasyarat tumbuhnya pemimpin perempuan yang tangguh.

Acara kemudian dilanjutkan dengan _sharing session_ oleh perwakilan Srikandi Hutama Karya, _Senior Vice President_ (SVP) Departemen Operasi Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, Ni Putu Oki Wirastuti, yang berbagi pengalaman kepemimpinan di sektor infrastruktur.

Forum ini diikuti karyawan perempuan dari berbagai Unit Kerja, termasuk Anak Perusahaan, Cucu Perusahaan, dan Afiliasi, yang terlibat dalam sesi berbagi pengalaman, penguatan kapasitas, dan kepemimpinan, kesehatan mental, dan perawatan diri secara holistik.

HK Women Leaders Forum 2025 menghadirkan narasumber eksternal dan internal dengan fokus yang saling melengkapi.

Praktisi Kesehatan Holistik dan Zen Counselor, Diwien Hartono, mengulas cara menjaga kinerja optimal melalui praktik _mindfulness_ yang dapat diterapkan dalam rutinitas kerja sehari-hari, termasuk pentingnya jeda, pengelolaan emosi, dan kehadiran penuh dalam menjalankan peran profesional maupun personal.

Dalam sesi berikutnya, Dokter Chevy Isramirata membahas tema _self-care_ sebagai pondasi kepercayaan diri dan produktivitas pekerja perempuan, dengan menyoroti peran pola hidup sehat, pemantauan kondisi tubuh, serta keberanian mencari bantuan profesional sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan karier di tengah tuntutan peran perempuan yang tinggi.

Dari internal Hutama Karya, _Senior Vice President_ (SVP) Departemen Operasi Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, Ni Putu Oki Wirastuti, berbagi perjalanan karier di industri infrastruktur yang masih didominasi laki-laki.

“Dukungan keluarga, rekan kerja, dan kebijakan perusahaan yang inklusif berperan penting sebagai penopang utama bagi perempuan yang menjalankan peran ganda di rumah dan di tempat kerja,” ujarnya.

SIMAK JUGA :  Presiden Prabowo Subianto Kunjungi Perbaikan Jalan Longsor di Lembah Anai : Semangat Ya!

Melalui rangkaian sesi tersebut, Hutama Karya ingin menegaskan bahwa keberhasilan pemimpin perempuan tidak lepas dari ekosistem kerja yang mendukung.

Budaya “women-support-women” dipandang penting untuk dibangun agar perempuan saling menguatkan, belajar dari pengalaman satu sama lain, dan terhindar dari pola kompetisi yang tidak sehat, sehingga potensi kepemimpinan perempuan dapat berkembang lebih utuh dan memberi dampak nyata bagi organisasi.

Pada kesempatan terpisah, _Executive Vice President_ (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa penguatan peran perempuan menjadi bagian penting dari pemenuhan komposisi talen perempuan di perusahaan, sebagai cerminan penerapan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 5 tentang kesetaraan gender.

“Melalui HK Women Leaders Forum 2025, kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai dukungan terhadap SDGs terintegrasi dalam budaya kerja dan proses pengelolaan SDM di Hutama Karya. Karena kami percaya ketika perempuan mendapat akses setara terhadap kesempatan pengembangan, kualitas kepemimpinan dan daya saing perusahaan akan meningkat,” terangnya.

Inisiatif HK Women Leaders Forum 2025 sejalan dengan upaya perusahaan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor infrastruktur dan pengelolaan jalan tol.

Hutama Karya memandang keberagaman dan keterwakilan perempuan di berbagai tingkatan organisasi sebagai salah satu kunci peningkatan inovasi dalam proyek-proyek yang dikelola.

Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Pemerintah, khususnya agenda peningkatan kualitas SDM yang unggul dan berdaya saing.

Ke depan, hasil pembelajaran dari forum ini akan diintegrasikan dengan program-program internal seperti pelatihan kepemimpinan, mentoring, serta jejaring Srikandi lintas BUMN.

Harapannya, seluruh rangkaian tersebut dapat memperkuat jalur pengembangan karier perempuan di Hutama Karya, sehingga kian banyak perempuan yang siap mengambil mandat di lini bisnis utama, termasuk pada proyek infrastruktur nasional dan pengembangan jaringan jalan tol.

Melalui HK Women Leaders Forum 2025, para Srikandi Hutama Karya juga diajak memaknai kembali slogan “Embrace, Empower, Elevate” dalam kehidupan sehari-hari.

“Embrace” dimaknai sebagai penerimaan terhadap diri dan sesama rekan kerja dengan segala peran dan tantangannya.

“Empower” diwujudkan dalam tindakan saling menguatkan, saling berbagi ilmu, dan membuka kesempatan bagi perempuan lain untuk maju.

Sementara itu, “Elevate” menjadi ajakan untuk membawa pembelajaran dari forum ke level yang lebih tinggi, baik dalam cara memimpin tim maupun dalam berkontribusi pada tujuan strategis perusahaan.

Dengan demikian, nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai tema acara, tetapi tumbuh menjadi budaya yang hidup di lingkungan kerja Hutama Karya. (*)

Awaluddin Awe