ARSYAD RASYID Melawan Pengusaha MINANG

  • Bagikan

Ketua Dewan Penasihat Kadin Sumbar Basril Djabar bersama Penghulu Minang

Oleh : Awaluddin Awe)*

Siapa menyangka kasus kecil penggantian Pengurus dan Dewan Pertimbangan serta Dewan Penasihat Kadin Sumbar, bisa berujung membawa Ketum Kadin Indonesia Arsyad Rasyid ‘berhadapan hadapan’ dengan tokoh pengusaha Minang.

Publik kini sedang menunggu hasil keputusan Arsyad Rasyid tentang permintaan pembatalan SK-244 yang dinilai cacat konstitusi Kadin.

Arsyad diyakini membela habis habisan Ramal Saleh yang memang menjadi timsesnya pada saat pemilihan Ketum Kadin Indonesia tempo hari.

Situasi ini berakibat kepada ‘akan berhadapan hadapannya’ Arsyad Rasyid dengan sejumlah tokoh pengusaha Minang di Pengadilan.

Seperti dikemukakan Ketua Tim Penolakan SK-244 dan Penolakan Ramal Saleh sebagai Ketua Kadin Sumbar, jika sampai Jumat (21/1) Arsyad tidak mencabut SK-244 maka tim akan maju ke pengadilan menggugat proses penerbitan SK itu yang cacat hukum.

Ada tiga tokoh Pengusaha Minang yang memberikan rekomendasi perlawanan terhadap kebijakan Arsyad Rasyid yang menerbitkan SK-244 tentang pembentukan Susunan Pengurus antarwaktu Kadinda Sumbar 2017-2022.

1. H Basril Djabar

Tokoh pertama adalah Haji Basril Djabar yang terakhir menjabat Ketua Dewan Penasihat Kadinda Sumbar di era Ramal Saleh. Sebelumnya, Basril Jabar adalah mantan anggota Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia pusat.

Pemilik Harian Singgalang Padang ini juga pernah menjabat Ketua Umum Kadin Sumbar selama dua periode. Dimasa Basril, Sumatera Barat masuk dalam kerjasama segi tiga Indonesia,Malaysia, dan Singapura (IMS-GT) dan Indonesia, Malaysia dan Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Basril Djabar adalah tokoh senior di Kadin Indonesia. Dia satu angkatan dengan ayah Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Aburizal Bakrie, MS Hidayat dan Surya Paloh.

Basril banyak tampil di forum Kadin di tingkat nasional dan internasional. Terakhir Basril Djabar sempat menjabat Konjen Bangladesh di Indonesia.

Basril Djabar juga punya hubungan bagus dengan tokoh nasional sekelas Jusuf Kalla, almarhum Yacob Oetama, almarhum Hartarto ayah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Harmoko, Sjofyan Lubis, dan Karni Ilyas.

Sebagai pemilik media harian dan wartawan, Basril Djabar juga pemegang Kartu Pers Number One yang diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Sebagai pengusaha Basril Djabar bergabung dengan Asmindo pimpinan Bob Hasan dan di Serikat Perusahaan Pers

2. H Leornardy Harmaini, MBA

Tokoh kedua yang dilawan Arsyad Rasyid dalam kasus penerbitan SK-244 adalah H. Leonardy Harmainy, S.I.P., M.H. gelar Datuak Bandaro Basa.

Tokoh pengusaha jasa kontruksi di Sumatera Barat kelahiran 7 September 1956 di Bukittingi adalah seorang politisi senior dari Partai Golkar yang kemudian menjadi senator Indonesia, dan merupakan anggota DPD RI.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sumatra Barat periode 2004 – 2009 yang berasal dari Partai Golkar, dan juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatra Barat selama dua periode.

Leo, adalah Suami dari Ilya Rosa Anas Malik, almarhum Bupati Padang Pariaman berpangkat Kolonel TNI AD yang paling fenomenal di Sumatera Barat karena berhasil mengubah kebiasaan buang BB di pantai ke WC di rumah, serta berhasil melepaskan Padang Pariaman dari isolasi pembangunan secara nasional.

Leonardi juga mertua kandung dari Walikota Padang Hendri Septa. Anak semata wayang Leo dan Ilya, Genny Putrianda adalah istri Hendra Septa.

Leonardy yang masuk ke DPD RI pada tanggal 24 Mei 2017, sebagai pengganti antarwaktu (PAW) Anggota DPD-RI menggantikan Irman Gusman yang tersangkut kasus hukum, juga dikenal sebagai Tokoh Senior di Pemuda Pancasila.

3. Budi Syukur

Tokoh terakhir yang disingkirkan Arsyad Rasyid dari Kadin Sumbar adalah Budi Syukur Datuak Bandaro Jambak.

Budi Syukur adalah Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Sumbar. Dia juga memimpin organisasi perantau Kabupaten Pesisir Selatan secara nasional.

Budi adalah pengusaha transportasi besar di Sumatera Barat dan pernah menjadi Ketua Organda Sumbar.

Budi juga tercatat sebagai Ketua Tim Pemenangan Gubernur Irwan Prajitno pada periode kedua.

Budi juga menjadi penyelamat muka masyarakat olahraga Sumbar pada PON di Papua karena olahraga yang dipimpinnya berhasil menyumbang dua medali emas di PON Papua tersebut.

Karir Budi sebagai pengusaha di Kadin Sumbar juga relatif bagus. Dia pernah menjadi Wakil ketua OKK Kadinda Sumbar.

Pada saat pemilihan Ketua Kadinda Sumbar pada tahun 2017 lalu, Budi Syukur memang kalah bertanding dengan Ramal Saleh, Ketua Kadinda Sumbar sekarang.

Tetapi Budi Syukur berhasil menemukan praktik kecurangan Ramal Saleh dalam pencalonan. KTA Kadinnya tidak memenuhi syarat dan Ramal mendaftar sebagai Caketum pada saat masa pendaftaran sudah ditutup.

Alumni Fakultas Hukum ini kemudian melaporkan Ramal Saleh ke Pengadilan dengan tuduhan merekayasa KTA dan bermain dengan panitia pendaftaran.

Akhirnya Ramal meminta damai dan difasilitasi oleh Ketum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, dengan hasil Budi Syukur dimasukan dalam kepengurusan SK-075 sebagai Ketua Pertimbangan Kadin Sumbar.

SIMAK JUGA :  Arsyad Rasyid, Pengusaha Pionir Beraset Rp50 Triliun Lebih

Alumni Terbaik Jerman

Aim Zein bersama sahabat lawasnya, Hariadi Sukamdani, tokoh Nasional yg juga Ketua Umum Apindo, Ketua Umum PHRI Pusat dan mantan Ketua HIPMI.

Dari barisan Wakil ketua Kadin Sumbar yang diberhentikan Arsyad Rasyid salah satunya adalah Zainul Rahim Zein SH atau lebih dikenal dengan nama Aim Zein.

Aim Zein adalah Tokoh Pariwisata Sumbar yang pernah berbicara dan diundang khusus sebagai Keynote Speaker pada event PBB oleh WTO (World Tourism Organization).

Aim adalah lulusan Terbaik di Jerman dan Alumni UGM, yang memiliki peran dan berjasa menghidupkan kembali PHRI Sumbar sehingga hidup dan jaya kembali di Sumbar.

Aim juga tercatat sebagai Pendiri dan Ketua AKSSB (Asosiasi Kapal Selancar Sumatera Barat) – beranggotakan Kapal Yacht mewah yang mengangkut Turis Selancar Asing ke Mentawai.

Aim juga memiliki sejumlah bisnis di Padang yakni Pemilik Pantai Carolina, Pattiserie Belanti, Radio Warna FM dan Radio Pronews FM.

Sebagai pengusaha Aim adalah Lulusan EuroChambers Academi – Pendidikan Bisnis dan Usaha yang diselenggarakan oleh Eurochambres.

Sam Salam

Wakil OKK Kadinda Sumbar Sam Salam yang juga diganti oleh Ramal Saleh tercatat sebagai mantan pembisnis “world-wide” yang sudah berkeliling dunia, dan saat ini adalah utusan Sumbar untuk kerjasama Indonesia, Malaysia, and Thailand Grouth Triangle (IMT-GT) sudah 17 tahun.

Sam Salam juga pernah menjadi Pelaksana tugas Ketua Kadinda Sumbar saat Ramal Saleh diberhentikan sementara, karena dianggap tidak menjalankan penugasan sebagai Ketua Kadin Sumbar selama kurang dari setahun.

Sam Salam juga seorang tokoh olahraga Volleyball dan politisi Partai Gerindra dan pemilik sebuah hotel di Padang.

Mantan Ketua Kadin Sumbar

Catatan kelam dalam penggantian Pengurus dan Dewan di Kadinda Sumbar ulah Ramal Saleh, juga menyeret seorang pengusaha biro perjalanan wisata bernama Haji Asnawi Bahar.

Asnawi Bahar, adalah anggota Dewan Penasihat bersama Haji Basril Djabar. Ucok, panggilan Asnawi Bahar, adalah Ketua umum Kadin Sumbar dua periode.

Puncak karir Asnawi Bahar sebagai pengusaha biro perjalanan wisata adalah menjadi Ketua Umum DPP Asita.

Sejumlah Pengurus Kadinda Sumbar yang digusur Ramal Saleh dengan menggunakan tangan Arsyad Rasyid adalah Yogan Askan. Dia adalah pengusaha konstruksi Sumbar yang menjadi voter dalam pemilihan Ketum Kadin Indonesia bersama Ramal Saleh.

Voter Anin

Wakil Ketua Umum Kadin Sumbar berikut yang dicampakan Ramal Saleh adalah H. Deni Masriyaldi Datuak Sutan Malenggang.

Dia adalah CEO PT Multi Mediatama Promosindo ( Multi Mediatama Advertising ) Padang, Komisaris Utama PT Mitra Media Citra, Komisaris PT.Swarnadwipa Media Nusantara, Jakarta.

Deni juga Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia Pengda Sumbar dan Ketua Dewan Pertimbangan Forum Sumbar Kreatif.

Sebelum didepak dari Kadin Sumbar, Deni, yang sebelumnya terpilih sebagai voter untuk pemenangan Anindya Bakrie adalah WKU Bidang UMKM Kadin Sumbar.

Pria kalem asal Solok Selatan Sumbar ini memilih bergabung dengan Tim Penolakan SK-244 dan Ramal Saleh sebagai Ketua Kadin Sumbar, karena merasa tidak adil dalam penggantian kepengurusan Kadin ini.

Sepertinya Ramal Saleh membawa sekat dan dendam di Munas dalam penggantian pengurus ini. “Ini yang saya lawan,” kata Deni tegas.

Sampai kena Covid masih Diganti Ramal

Satu satunya wartawan senior yang diminta Ramal Saleh memimpin Waketum bidang Infokom dan sempat menjadi peninjau di Munas Kadin Indonesia di Kendari, dan lalu dipecat Ramal Saleh adalah Awaluddin Awe.

Mantan Wartawan Harian Bisnis Indonesia Jakarta ini, sepanjang karirnya adalah menjadi wartawan. Saat ini Awe, memimpin tiga media online yakni Harianindonesia.id Jakarta sebagai Pemimpin Umum, Kabarpolisi.com Jakarta sebagai Pemimpin Redaksi dan Bandaranews.com Jakarta sebagai Pemimpin Redaksi.

Awe memulai profesi wartawan sejak dari Harian Semangat Padang pada tahun 1987, menjadi Wartawan Harian Bisnis Indonesia (2000), Wartawan Mimbar Minang (2002), Pimpred Tabloid Forum Bisnis Padang (2004), Pemimpin Perusahaan/Wapimpred Harian Sijori Mandiri Batam (2006).

Pengalaman menjadi wartawan peliput Kadin dimulai sejak masa kepemimpinan H Basril Djabar dan rutin meliput pertemuan dan forum Kadin di Malaysia, Singapura, Seoul dan Bali.

Salah satu sumbangan Awe di Kadin Kepri adalah menjadi tim sukses Jhon Kenedi menjadi Ketua Kadin Kepri, sekaligus menyumbang gagasan pembentukan Tim Asisten Ekonomi dan Bisnis Propinsi Kepri, yang kini menjadi tim promo investasi dan bisnis Propinsi Kepri.

Saat Munas Kendari Awaluddin Awe membawa kertas kerja yakni meningkatkan kapasitas perusahaan media nasional melalui perkuatan sektor keuangan negara melalui kerjasama dengan Kadin Indonesia c/q Waketum bidang infokom Kadin Indonesia.

Tetapi Awe gagal memperjuangkan program itu di forum Munas Kadin Indonesia karena positif Covid-19 saat tes swab akan masuk arena Munas dan harus dipulangkan ke Sumatera Barat lewat jalur penerbangan khusus. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *