Suasana para pendemo di Pelabuhan PT Pelindo Dumai, Rabu (22/10). Dihadapan pengunjuk rasa, GM PT Pelindo Regional I Dumai Jonatan Ginting meneken surat yang berisi lima tuntutan warga. ( Foto : kredit Syaf Dumai)
DUMAI – PT Pelindo Regional I Dumai di Demo Warga dan para aktifis lingkungan. Perusahaan pelabuhan ini dituduh tidak pro lingkungan, membiarkan pencemaran udara berlangsung tanpa upaya pengendalian.
“Pelindo bekerja tidak memperhatikan aspek keselamatan kerja, aspek lingkungan dan keamanan pemukiman warga,” kata seorang orator demo di sekitar Pelabuhan Dumai, Rabu (22/10/2025).
Ratusan warga pemukiman dekat pelabuhan Dumai dan aktifis pro lingkungan sejak Rabu pagi melakukan aksi demo di jalan raya kota Dumai, dekat pelabuhan Dumai, Riau.
Mereka memprotes sikap tak peduli PT Pelindo terhadap pencemaran udara di kawasan pelabuhan yang merembet ke pemukiman warga.
Pencemaran terjadi imbas dari bongkar muat ampas bungkil CPO di dermaga PT Pelindo Regional I Dumai. Perusahaan bongkar muat menumpahkan ampas bungkil CPO di dermaga, sebelum dinaikan ke atas kapal curah.
Ampas bungkil CPO yang terhampar di dermaga inilah yang kemudian menimbulkan pencemaran udara. Ampas ini kemudian diterbangkan angin ke luar kawasan pelabuhan menuju pemukiman masyarakat.
Aktifis lingkungan di kota Dumai Fatahuddin mengklaim akfititas bongkar muat ampas bungkil CPO ini menyumbang peningkatan ISPA di Kota Dumai. “Sampai saat ini sudah terdapat 200 pasien ISPA dari masyarakat setempat. Tidak tau pada Desember nanti akan bertambah jadi berapa,” ujar Fatahuddin.
Lima Tuntutan
Para pendemo, selain melakukan aksi unjuk rasa dengan menebar sejumlah pamplet. Mereka mengajukan lima tuntutan kepada PT Pelindo Dumai :
1. Mendesak Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Riau melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap operasional PT Pelindo Regional I Dumai
2. Mendesak Kapolri dan Jaksa Agung melalui jajarannya, termasuk di Riau melakukan penyelidikan terhadap tindak pidana pengrusakan lingkungan dan bencana ekologis di Pelabuhan Dumai
3. Mendesak Kepala BP BUMN melakukan pembinaan manajemen dan memastikan semua kegiatan di Pelabuhan Dumai mengacu kepada standar K3 untuk keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar pelabuhan.
operasional dan menetapkan standar kerja sesuai K3.
4. Mendesak Walikota Dumai agar menindak PT Pelindo Dumai yang telah membiarkan pencemaran lingkungan, sekaligus mengakibatkan bencana banjir akibat ditutupnya lima aliran sungai ke Pelabuhan Dumai
5. Meminta PT Pelindo Regional I Dumai membayarkan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak pencemaran dalam bentuk jaminan kesehatan, penyediaan air bersih melalui PDAM, bantuan sembako dan peluang kerja di Pelindo.
Sudah Berlangsung Lama
Pencemaran udara di Pelabuhan Pelindo Dumai sudah berlangsung lama, sejak dibukanya bongkar muat ampas bungkil CPO. Penyebabnya adalah perusahaan bongkar muat tidak memiliki fasilitas yang dapat memimdahkan ampas bungkil CPO langsung dari truk ke kapal.
Di Pelabuhan lain, termasuk di Pelabuhan Teluk Bayur Padang ampas bungkil CPO diangkat ke atas kapal dengan menggunakan box. Sebelumnya, Sopir truk mencurahkan ampas bungkil CPO yang diangkutnya ke dalam box ini.
Penumpukan ampas bungkil CPO di dermaga inilah yang kemudian memicu pencemaran udara. Sebab dihembuskan oleh angin dan bagian partikel dari ampas ini kemudian diterbangkan kemana mana, termasuk ke pemukiman warga.
Warga dan aktifis lingkungan sudah lama meminta pihak Pelondo Dumai agar memperhatikan pencemaran udara dan lingkungan itu. Namun tidak pernah digubris sama sekali, sehingga warga dan aktifis kemudian melakukan aksi demo ke markas Pelindo Dumai.
“Ini baru jilid 1 bang. Akan ada jilid jilid berikutnya, jika pihak PT Pelindo tidak konsen dengan tuntutan kami,” ujar sebuah sumber di Dumai.
General Manager PT Pelindo Regional I Dumai Jonatan Ginting yang dikonfirmasi soal aksi demo ini menyatakan bahwa terkait aksi Demo tadi, kami pelindo Dumai manampung aspirasi yang disampaikan untuk dibahas lebih lanjut dengan menejemen.
“Prinsipnya jika ada keluhan dari masyarakat sebagai dampak dari kegiatan pelindo dumai tentunya akan kami perbaiki,” ujar Jonatan melalui jaringan WA pribadinya, Rabu (22/10/2025) siang.
Menanggapi sumber pencemaran di dermaga Pelabuhan Dumai, Jonatan menyatakan karena sistem pemuatan saat ini menggunakan portable conveyor mkn mekanismenya dari truk dituang ke bak (hopper) yang merupakan bagian dari conveyornya.
” (Memang) bukan dihamparkan dulu di dermaga,” aku Jonatan pula. (*)
Awaluddin Awe









