Sukses, Performance Disabilitas Binaan Lions Club Lilydani, DG Hastuti : Mereka Mengajarkan Kita Melihat dengan Hati

DG Lions Club 307 A1 Hastuti B Kresna menyampaikan sambutan pada acara Tune of Hope When Music Became Eyes yang menampilkan pagelaran musik dan tari anak disabilitas asuhan Lions Club Jakarta Monas Lilydani di Pusat Perfilman Usmar Ismail Kuningan Jakarta, Selasa (28/10/2025). (Foto : RO/HI)

JAKARTA – Penampilan Musikal yang dibawakan anak anak disabilitas binaan Lions Club Jakarta Monas Lilydani bertajuk Tune of Hope When Music Become Eyes di Yayasan Pusat Perfilman Usmar Ismail, Selasa (28/10/2025) berlangsung sukses dan membanggakan.

Kepuasan itu terlihat dari wajah para elit Distrik Lions Club 307 A1 yang hadir dalam penampilan musik dan tari tersebut seperti Gubernur Distrik Lions Club 307 A1 Hastuti B Kresna, Lions Siti Djamilah Salway, Lions Hartini Hartato, Lion Syahlina Zuhal, Lions Carolina Kusuma, Lions Reni Arifin serta banyak lions lainnya.

Dibawah arahan event organizer terkemuka Lions Diah, didukung oleh aranger musik, stage managemen dan lighting instruktur serta pelatih tari Saman untuk anak tunanetra berpengalaman, durasi penampilan musik dan tari yang relatif pendek berhasil menampilkan performa tari Saman yang memukau dan paduan lagu daerah yang dimainkan kwartet band yang juga merupakan anak anak tunanetra, juga memunculkan kepuasan para elit Lions Club yang hadir pada malam itu.

Performance anak anak disabilitas dari berbagai suku asuhan Lions Dadang Hasan, adalah sebagai bagian dari peringatan Hari Penglihatan (Tunanetra) Dunia yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2025, sekaligus diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober 2025 sebagai simbol semangat Hari Sumpah Pemuda dari kalangan anak anak disabilitas.

“Tune of Hope When Music Becomes Eyes berupa penampilan tari Saman dan Lagu lagu daerah oleh anak disabilitas adalah kreatifitas program internal Lions Club Jakarta Monas Lilydani dalam rangka memperingati Hari Penglihatan dan Sumpah Pemuda, sekaligus membuktikan kemampuan dan kemahiran anak anak disabilitas dalam mengembangkan bakat tari dan musik di dalam diri mereka,” papar Yusrika Oktavianis atau Lions Tovia sebagai Presiden Jakarta Monas Lilydani dalam penjelasan kepada media, usai penampilan anak anak disabilitas asuhan Lions Club Jakarta Monas Lilydani, Selasa malam.

Pembinaan dan pengembangan mental anak anak disabilitas merupakan salah satu program internal dari Lions Club. Khusus di Lions Club Jakarta Monas Lilydani sudah dimulai sejak era Lions RA Suhardani atau Lions Dani, yang merupakan istri alm Bustanul Arifin yang pernah menjabat Menteri Koperasi/Kepala Bulog era Presiden Soeharto (alm).

Performance Tune of Hope When Music Becomes Eye di Pusat Perfilman Usmar Ismail, juga sebagai penghargaan atas jasa dan pengabdian Lion Dani dalam pembinaan dan perhatian terhadap anak disabilitas. Menurut Pres Tovia, pembinaan para disabilitas ini dipercayakan Lions Dani kepada Lions Dadang Hasan.

Semangat dan kerja keras yang menghasilkan sebuah pertunjukan disabilitas mahal di Pusat Perfilman Usmar Ismail Selasa malam, juga tidak terlepas dari support dan semangat yang diberikan Lions senior Elvira Syarif, yang menjadikan rumahnya sebagai pusat kegiatan dan kreatifitas para Lions yang bernaung di Lions Club Jakarta Monas Lilydani.

SIMAK JUGA :  Hadapi Pemilu 2019, Polres Pandeglang Cek Randis

“Meski dengan personil kecil tapi lincah seperti Lions Elin, Lions Club Lilydani berhasil memberikan performa maksimal melalui penampilan anak anak disbalitas. Ini bukti kesungguhan dan kerja solid dari tim Lilydani,” papar Awaluddin Awe, Wakil Ketua Umum Kadin Sumbar yang selama hampir dua tahun menjadi calon new comer anggota Lions Club Lilydani.

Penampilan musik dan tari disabilitas juga mendapat sokongan kuat dari sejumlah grup usaha seperti Sriboga Raturaya, Alizhar, Movast, Yummy, Tulus, Kailimang Ponto, dan sejumlah sponsor lainnya.

“Terimakasih tak terhingga kami sampaikan kepada para sponsor yang telah mendukung penampilan binaan Lions Club Lilydani. Semoga menjadi amalan baik bagi para sponsor, Aamiin,” papar Pres Tovia.

Dia berharap penampilan musik dan tari anak anak disabilitas ini menjadi penyemangat bagi anak anak anak untuk terus mengembangkan kemampuan dan kreasinya,” ujar Pres Tovia.

Pres Tovia juga menyatakan sangat perlu dilakukan ajang seperti performance musik dan tari untuk merangsang semangat dan mengasah kemampuan anak disabilitas, sekaligus menjadi arena bagi para disabilitas untuk berkembang seperti anak normal lainnya.

Sedalam apa makna dari momen penampilan anak anak disabilitas di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Selasa malam, bisa kita baca dari nukilan puisi yang ditulis dengan sangat apik. Puisi di share oleh DG Hastusi di WAG Lions Club, sebagai berikut :

*Tone of Hope – When Music Becomes Eyes*

Mereka tak melihat dengan mata,
Tapi mereka membuat kita melihat dengan hati.

Dalam gelap, mereka menemukan terang.
Dalam sunyi, mereka mencipta harmoni.

*Aku buta,* kata mereka,
*Tapi aku melihat jelas—melalui cahaya yang lahir dari dalam.*

Musik menjadi mata,
Nada menjadi langkah,
Irama menjadi panduan jiwa.

Inilah *Tune of Hope,*
panggung di mana semangat tak mengenal batas,
dan bakat bukan dilihat dari penglihatan,
melainkan dari keberanian untuk bersinar.

*Lions Club Jakarta Monas Lilydani* menghadirkan konser ini
bukan sekadar persembahan,
melainkan undangan —
untuk melihat lebih dalam:
melihat kemampuan, bukan keterbatasan.

*Karena musik adalah bahasa cahaya*—
yang mampu menuntun hati,
membuka empati,
dan menyatukan kita dalam kasih.

Melalui *Gift of Sight,*
kita belajar bahwa “melihat”
bukan hanya tentang mata yang terbuka,
tetapi tentang hati yang peka.

✨ Dalam semangat Sumpah Pemuda,
kita bersatu menyalakan harapan.
✨ Dalam semangat World Sight Day dan White Cane Safety Day,
kita melangkah bersama menuju dunia
di mana setiap insan —
melihat, didengar, dan dihargai.

*Sebab mereka yang tak melihat dunia dengan mata,*
*justru mengajarkan kita cara melihat dunia dengan cinta.* ♥️

Ditulis
Rika Oktavia
Wartawan Harianindonesia.id